Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
8.Kejutan?


__ADS_3

"Ya sudah Yuk mari Bu, Non Vanes ikutin Bibi biar saya anterin ke ruangan tamu," ucap Bi Ita.


"Baik Bi," ucap Bu Lia.


Mereka pun berjalan mengikuti Bi Ati berjalan menuju kamar khusus tamu.


"Ini Bu kamarnya disini," ucap Bi Ita saat sudah sampai ditempat tersebut dan membukakan kamar tamunya.


"Ya ampun gusti ini kamar atau apaan ya? Mewah, besar lagi kasurnya dan lihat ada sofanya nih Vanes, empuk banget nih," ucap Bu Lia merasa bahagia lalu berjalan menuju sofa kemudian duduk.


"Yaelah Ibu sampai begitunya lihat kamar seperti ini. Ada-ada saja tingkah Ibu ini," ucap Vanes sambil menggelengkan kepala dan tersenyum.


"Habisnya Ibu baru kali ini Vanes lihat kamar semewah ini dan kasurnya juga aduh emput banget," ucap Bu Lia sambil menjatuhkan badannya ke dalam kasur.


"Ya sudah Ibu mau tidur dulu sudah ngantuk nih," ucap Lia sambil menatap Vanes, Brian dan Bi Ita.


"Ya sudah kalau gitu saya permisi Bu," pamit Bi Ita.


"Iya Bi," Bi Ita sambil menganggukan kepala.


"Vanes pun sama ngantuk Bu," lirih Vanes menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


"Kamu mau tidur disini?" tanya Brian kepada kekasihnya.


"Iya, emangnya kenapa?" tanya balik Vanes.


"Lagian kamar tamu masih banyak tuh, masa iya tidur sekamar sama Ibu kamu. Enggak malu tuh sekamar dengan orangtuamu?" sindir Brian.


"Lho ngapain harus malu? Lagian ini Ibu kandung aku bukan orang lain," lirih Vanes sambil menatap Brian.

__ADS_1


"Tapi apa yang dikatakan Nak Brian benar Nak. Sudah sana tidur dikamar lain lagian kalau tidur sama kamu berisik tau suka ngorok," ketus Bu Lia sambil menatap putrinya.


"Yaela Bu tega sekali memfitnah anak sendiri. Lagian Ibu kali yang suka gitu," Vanes menatap sebal Ibunya.


"Sudah ah, Ibu ngantuk. Sana cari kamar tamu lagi. Lagian Ibu lagi pingin sendiri nih tidak pingin di ganggu," lirih Bu Lia sambil merebahkan tubuhnya dikasur.


"Vanes tidak tau dimana kamarnya Bu?"


"Kamu itu gimana sih Nak, 'kan ada suami kamu tanya sama suami kamu yang punya rumah ini," ucap Bu Lia.


"Calon kali Bu. Lagian aku ogah Bu dianter sama dia?" protes Vanes sambil menatap Brian.


"Lho emangnya kenapa? Kalau dia berani macam-macam sama kamu tinggal bilang sama Ibu. Tapi enggak mungkin kayaknya Brian berani macam-macam sama kamu, Nes," Bu Lia seolah olah tau apa yang ada dipikiran putrinya.


"Tega sekali kamu berpikiran seperti itu?Aku enggak seberani itu lho. Ya sudah yuk aku antar, Sayang," ucap Brian.


"Tapi janji iya jangan macem-macem ya?" Vanes menatap tajam Brian.


Vanes pun berpikir sejenak sambil menatap kekasihnya.


"Baiklah kalau begitu," lirih Vanes.


"Ya sudah sana Ibu sudah ngantuk banget mata tidak bisa dikondisikan nih," Bu Lia kemudian memejamkan matanya.


"Iya Bu," ucap Vanes lalu pergi meninggalkan Ibunya yang kini sudah tidur.


Vanes dan Brian pun berjalan menuju kamar tamu yang lain tidak jauh dari kamar Ibunya.


"Oya sayang, aku punya kejutan nih buat kamu?" ucap Brian.

__ADS_1


"Kejutan? Emangnya apaan sih?" tanya Vanes merasa penasaran.


"Ada deh rahasia!"


"Ih main rahasia segala," gerutu Vanes.


"Namanya juga kejutan sayang. Oya kamu ke dalam kamar sendirian, tuh itu kamarnya. Aku mau ngambil sesuatu dulu buat kamu," ucap Brian sambil menunjuk kamar yang dimaksud.


"Oke baiklah Yang," Vanes sambil berjalan menuju kamar dan Brian pun berjalan ke tempat lain untuk mengambil sesuatu.


'Huh lelah banget hari ini. Hari ini benar- benar membuatku sangat lelah apalagi tentang kejadian tadi pagi sungguh membuatku terbawa emosi. Tapi apakah benar yang di katakan Brian kalau dia enggak ada hubungan apa apa? Ntahlah, mungkin kalau sampai dia membohongiku lagi mungkin sampai kapan pun aku tidak sudi bertemu dengan dia lagi.' gumam Vanes sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.


Tiba-tiba seseorang datang masuk ke dalam kamar dan Vanes merasa terkejut.


"Hello, Sayang. Senang ya bisa merebahkan tubuh di atas kasur," ucap Brian datang tiba tiba.


"Ih Brian mau ngapain sih kesini hah? Nanti kalau kedua orang tua kita lihat kita ada di kamar gimana? Bisa panjang urusannya nanti dikira melakukan yang enggak-enggak lagi," gerutu Vanes sambil menatap kesal Brian.


"Tenang, Sayang. Lagian semuanya sudah pada tidur kok. Aku kesini 'kan mau kasih kejutan sama kamu," Brian sambil menatap wanita yang kini sedang duduk diatas ranjang.


"Mereka sudah tidur bukan berarti kita bebas melakukan apa apa kali. Lagian kamu mau ngasih kejutan apa sih?" tanya Vanes sambil mengerutkan keningnya.


"Bentar! Pak Tata bawa kesini," teriak Brian.


Pak Tata punĀ  melakukan apa yang disuruh Brian membawa barang-barang ke dalam kamar Vanes di bantu oleh Pak Bili dan Bi Ita.


"Terima kasih iya Bi, Pak Tata dan Pak Bili sudah membawakan barangnya kesini," ucap Brian.


"Iya sama-sama tuan. Ya sudah kalau gitu saya permisi," Pamit Bi Ita mewakili pembicaraannya.

__ADS_1


"Iya silahkan Bi," jawab Brian.


Lalu Bi Ita, Pak Tata dan Pak Bili pun pergi meninggalkan kamar tersebut dan kini hanya tinggal Vanes dan Brian berada di dalam kamar.


__ADS_2