Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
13. Mandi bareng


__ADS_3

Brian pun terbangun karena mendengar suara mengetuk pintu. Lalu mengambil baju dari lemari untuk menutupi tubuh polosnya akibat pergumulan panas mereka.


Brian sekilas menatap Istrinya yang kini masih tertidur nyenyak dengan tubuh polosnya kemudian dirinya pun membenarkan selimut dan menyelimutkan selimutnya untuk menutupi tubuh Istrinya sampai pundak.


Brian pun tersenyum saat mengingat kejadian tadi saat mereka melakukan yang pertama kalinya. Brian pun berjalan untuk membuka pintunya karena tadi ada yang mengetuk pintu.


"Maaf, Den Brian, Bibi mengganggu. Bibi di suruh Nyonya untuk membawa makanan untuk Den Brian dan Non Vanes," ucap Bi Ita saat Brian langsung membuka pintu kamarnya.


"Ya sudah Bi simpan saja makanannya di atas meja," ucap Brian sambil menatap jam tangannya.


"Baik Den Fattan."


Bi Ita langsung berjalan menuju kamar tuannya lalu menyimpan makanan tersebut diatas meja sesuai perintah darinya. Lalu Bi Ita tersenyum saat melihat Vanes yang kini masih tidur dan kelihatan tanda tanda merah di jenjang lehernya.


"Kenapa Bibi tersenyum melihat Vanes?" tanya Brian saat berjalan memasuki kamarnya.


"Eh Den Brian, enggak kok Den cuma ada yang lucu saja Den," lirih Bi Ita cengengesan lalu menatap Brian.


"Lucu? Apa yang lucu Bi?" tanya Brian merasa penasaran maksud Bi Ita.


"Itu Den ... Mmzz ... Oya Den Brian gimana malam pertamanya sukseskan?" bisik Bi Ita  mengalihkan pertanyaan.


"Ya pastinya sukseslah. Bibi bisa lihatkan tanda ... Oya Brian baru nyadar nih kalau yang dimaksud Bibi pasti tanda merah yang ada di leher Istriku 'kan?" tanya Brian sambil menatap Bi Ita.


"Iya Den. Oya, gimana Den nikmatkan?" Bisik Bi Ita.


"Yaelah Bi, jangan di bahaslah masalah yang begitunya lagian pasti Bibi juga merasakannya gimana," Brian merasa sedikit malu dan pipinya memerah.


"Maaf ya Den. Ya sudah kalau begitu saya permisi ya Den," pamit Bi Ita.


"Iya Bi," Brian.


Bi Ita pun pergi meninggalkan kamar majikannya. Brian langsung berjalan menghampiri Istrinya yang masih tidur.


'Ini anak belum bangun juga ya dari tadi, segitu nyenyaknya tidur sampai tadi ada yang mengetuk pintu dan aku ngobrol dengan Bibi pun tidak dengar.' gumam Brian, lalu mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


'Aku sangat beruntung, Sayang. sekarang kamu sudah jadi milikku seutuhnya dan terima kasih juga kamu sudah menjaga kesucianmu hanya untuk pria yang sudah sah menjadi suamimu.' gumam Brian sambil mencium lembut pucuk rambut Istrinya.


Vanes pun terbangun karena merasa ada sesuatu yang mengusiknya lalu dengan perlahan wanita tersebut membukakan matanya.


"Brian? Mengapa menatapku seperti itu?" tanya Vanes merasa kaget saat suaminya memandangi dirinya begitu dekat, lalu Vanes pun duduk dan mengambil selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Ya tentu saja sedang menatap  wajahmu. Ternyata kamu cantik juga, sayang," puji Bria sambil menatap Istrinya.


"Iss enggak ada kerjaan sekali menatapku. Kamu baru sadar ya kalau aku cantik? Dulu kemana saja? paling di pikirannya cuma ada Kak Bela mulu," Vanes sambil menatap sinis suaminya.


"Sudahlah sayang, kamu jangan bahas masa lalu aku. Sekarang fokus ke masa depan kita! Aku paling enggak suka ketika kamu berbicara masa lalu aku maupun masa lalu kamu!" Brian menatap tidak suka Istrinya.


"Iya deh, maafin aku ya," Vanes kemudian menyeder ke bahu suaminya.


"Iya, sayang. Lain kali jangan bahas lagi tentang masa lalu ya."


"Iya janji deh, aku enggak bakalan ulangi lagi kok Kak."


"Ya sudah sekarang mandi sana. Bibi tadi sudah nyiapin makanan buat kita tuh," lirih Brian sambil menatap ke arah makanan tersebut.


"Minta tolong apaan?"


"Tolong ambilin handuk dilemari."


"Ambil saja sendiri handuknya di lemari. Lagian ngapain harus malu sih aku 'kan sudah lihat semuanya tubuh kamu dan bentuk kamu kayak gimana."


"Ih please ... aku belum terbiasa. Ya sudah kalau tidak mau aku tidur lagi aja," Vanes pura pura marah.


"Ini anak malah marah lagi. Lagian aku tadi cuma bercanda kok, Sayang," ucap Brian sambil mengambil handuk dilemari buat Istrinya, lalu memberikan handuk tersebut pada Istrinya.


"Nah gitu dong. Vanes tambah cinta dan sayang sama kamu. Oya terima kasih sudah mau ambilin handuknya," Vanes yang kini sudah memakaikan handuk ke tubuhnya.


"Iya sayang."


Vanes menghentikan langkahnya saat sang suami mengikutinya.

__ADS_1


"Mau kemana kamu?"


"Ya tentu saja mau mandi, Sayang," jawab Brian sambil menatap Istrinya.


"Bukannya sudah mandi ya? Kenapa mandi lagi."


"Kata siapa aku sudah mandi?" tanya Brian melangkah mendekati Istrinya.


"I-iya kata aku lah. Habisnya kamu sudah memakai baju lengkap tuh," Vanes kemudian memundurkan langkahnya untuk menghindari sang suami yang kini semakin berjalan mendekati dirinya.


"Emangnya kalau sudah pakai baju seperti ini, sudah di katakan  mandi gitu?" Brian terus berjalan mendekati istrinya.


"I-iya bisa dibilang gitu sih." Vanes merasa gugup saat suaminya semakin dekat dengan dirinya.


Vanes pun mencoba menghindarinya namun, tiba-tiba Vanes terjatuh masuk ke dalam bathtub Sehingga kini tubuhnya tergelentak di tempat tersebut yang berisi air.


Brian tertawa terbahak karena merasa lucu. " makanya Sayang, kalau suami mendekati jangan mencoba menghindar jadi gini kan kena akibatnya tuh kualat tau. Lagian aku pakai baju ini karena tadi ada Bi Ita mengetuk pintu."


"Enggak lucu tau, malah tertawain lagi. Lagian kamu mau ngapain sih ngikutin aku?" Vanes menatap kesal suaminya.


"Ya mau ikut bareng mandi sama kamu, sayang," jawab Brian.


"Enggak boleh Kak! Sudah sana, aku dulu mandinya," Vanes sambil mencegah suaminya yang kini akan masuk ke dalam bathtub.


"Kenapa enggak boleh, Sayang? 'Kan ini suami kamu loh, ngapain harus larang- larang?" Brian, sambil menatap Istrinya.


"Bu- ucapan Vanes harus terputus saat sang suami tiba-tiba masuk dalam bathtub.


"Sudah jangan banyak bicara! Sekarang kita mandi bareng," Brian sambil membuka baju nya hingga tubuhnya polos tanpa benang sehelai pun. Vanes pun dengan segera menutup wajahnya dengan tangan sendiri.


"Kenapa kamu  menutupi wajahmu seperti itu? Bukannya kamu sudah melihat tubuhku ini," protes Brian pada Istrinya.


"Belum terbiasa aku melihat langsung seperti ini," ucap Vanes masih menutupi wajahnya dengan tangan.


"Makanya harus di biasain dari sekarang, sudah ayo kita mandi jangan terlalu lama di bathtub nanti masuk angin, Sayang," Brian, sambil menghempaskan tangan sang istri yang menutupi wajahnya sendiri. Lalu dengan susah payah Vanes pun menelan salivanya sendiri ketika melihat tubuh sang suami yang sempurna. Dengan terpaksa Vanes pun harus mandi bareng bersama suaminya di dalam satu bathtub. Entah apa saja yang mereka lakukan di dalam bathtub hanya Vanes dan Brian yang mengetahui. 😂

__ADS_1


__ADS_2