Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
23. Sampai juga.


__ADS_3

PARIS


Pesawat kini sudah mendarat di bandara, tempat tujuan. Mereka segera berjalan keluar dari pesawat tersebut.


"Ayo, kita keluar," ajak Brian.


"Baik, Bos," jawab Alvin dan Nana bersamaan.


Mereka pun berjalan keluar dari pesawat tersebut. Saat mereka berada di luar bandara, tiba-tiba mobil datang tepat di depannya.


Brian, Alvin dan Nana segera masuk ke dalam mobil tersebut. Setelah semuanya sudah siap dengan segera sang sopir menjalankan mobilnya.


"Oya Kak, sekarang mau pergi kemana?" tanya Nana.


"Mau pergi ke Apartemen. Emang kamu pikir kita kemana?" tanya balik Brian.


"Maksudnya kita tidur dan diam di Apartemen gitu?" tanya Nana sekali lagi.


"Heem," jawab Brian.


"Akhirnya aku bisa tidur satu apartemen dengan Kak Brian, kesempatan bagus nih. Inilah yang sangat aku nantikan batin Nana sambil menyeringai tipis.


"Kenapa kamu senyum senyum sediri, Na?" tanya Alvin yang tidak sengaja menatap Nana dari kaca depan.


"Emangnya kenapa? Terserah aku mau gimana juga," jawab Nana dengan ketus.


"Iss, menyebalkan sekali dia batin Alvin menatap tidak suka Nana."

__ADS_1


*


*


*Satu jam sudah perjalanan menuju Apartemen. Kini mereka pun keluar dari mobil tersebut dan berjalan menuju masuk ke dalam Apartemen.


Mereka segera berjalan ke kamar yang sudah dipesannya.


"Ngapain ngikutin  ke kamarku?" tanya Brian saat melihat Nana mengikutinya.


"Bukannya kita satu Apartemen, jadi kita tidur barengkan," ujar Nana.


"Satu apartemen bukan berarti kita tidur bareng, kamu ini benar- benar jadi orang ya. Lagian aku bukan seperti apa yang kamu pikiran," Brian menatap kesal Nana.


"Terus aku tidur mana, Kak?" tanya Nana.


"Ya tidur di kamar lain lah, sudah sana pergi bukannya tadi sudah pesan," Brian kemudian masuk ke dalam kamar.


'Kurang ajar banget ya itu orang, menutup pintu begitu keras tepat di depan wajahku. Sungguh enggak sopan! Tapi untungnya aku menyukainya jadi no problem lah. Ya sudah, ayo Na, kita cari kamar lain gumam Nana berbicara pada diri sendiri kemudian mencari tempat kamarnya untuk beristirahat.


'Akhirnya sampai juga di apartemen.' gumam Brian yang kini sedang merebahkan tubuhnya di atas kasurnya kemudian menatap jam dinding menunjukan pukul jam empat sore.


'Kira-kira lagi apa ya Istriku disana? Kenapa baru sampai kesini sudah kangen begitu saja.' gumam Brian lalu mengambil ponsel miliknya kemudian mencari nomor kontak sang istri dan menelponnya.


Sambungan telpon pun berhasil tersambung.


"Helo, Istriku yang cantik lagi apa?" tanya Brian kini sedang melakukan video call an.

__ADS_1


"Lagi mau tidur nih Mas, oya sudah sampai disana kah?" tanya sang istri di sebrang sana.


"Sudah Sayang dengan selamat. Emangnya disana sudah malam ya? disini masih sore Sayang."


"Syukurlah kalau begitu. Iya disini sudah malam Mas, Ya beda kali, disana paris, disini Indonesia Mas Jadi jauh berbeda lah."


"Eh iya lupa," ucap Brian cengengesan.


Vanes mengelengkan kepala melihat tingkah suaminya.


"Jadi pelupa ya Suamiku ini. Awas loh nanti lupa sama Istri juga disana, terus cari yang baru," sindir Vanes.


"Sudah mulai ngawur nih bicaranya. Lagian enggak mungkin Sayang, akan berpindah ke lain hati. Cinta dan hatiku ini hanya milik Istri manjaku," lirih Brian yang kini sedang duduk di atas kasurnya.


"Mmmz ... so sweat, terima kasih Suamiku."


"Iya Sayang. Oya kamu lagi tidur dimana? Perasaan bukan tidur dirumah sendiri ya?" tanya Brian saat melihat Video call- an tempatnya tidak seperti tempat kamar yang dikenalnya.


"Iya, emang bukan Mas, aku lagi nginep dirumah Ibu."


"Loh kenapa meski nginep dirumah Ibu? Kamu enggak betah tinggal dirumah sendiri?" tanya Brian.


"Betah tapi Vanes lagi pingin nginep dirumah Ibu, lagian dirumah sepi walaupun ada Asisten rumah tapi tanpa Mas sedih sekali tidak ada yang bisa memeluk hangat tubuhku ini."


"Dasar anak manja. Lagian Mas disini kerja, doain saja semoga proyek dan pekerjaan bisnis disini cepat selesai biar cepat pulang," Brian,  sambil tersenyum dan menatap wajah Istrinya dibalik hp nya.


"Iya. Oya enggak apa-apakan sementara nginep di rumah Ibu cuma empat hari sajalah Mas?" tanya Vanes meminta izin sang suami dan berharap mengizinkannya.

__ADS_1


"Boleh kok, tapi ingat jangan lama-lama tinggal dirumah Ibu. Kasihan Ibumu nanti malah repot dengan kehadiran kamu."


Vanes merasa senang, akhirnya sang suami mengizinkan dirinya untuk tidur di rumah sang Ibu.


__ADS_2