Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
39. Kejutan?


__ADS_3

Saat Brian akan mencium kembali bibir mungil sang istri, tiba-tiba Vanes menutup mulut Brian dengan tangannya.


"Sayang, kenapa jadi tanganmu yang kena cium harusnya bibirmu yang harus aku cium," Pria itu merasa kesal pada istrinya.


"Iss, apaan sih aku mau berangkat kuliah!"


"Aku sudah bilang jangan kuliah dulu hari ini, tega sekali suami baru pulang kamu enggak ada di rumah."


Brian menatap gemas istrinya, karena tidak mau menuruti perkataannya.


"Ya udah, mending aku pergi lagi ke paris percuma pulang juga enggak disambut baik sama istri," ucap Brian menatap Istrinya.


Deg. Betapa tiba-tiba dirinya merasa sedih saat suaminya berkata seperti itu. Wanita itu langsung menatap kecewa suaminya.


"Ya udah sana pergi saja, enggak usah peduliin aku! Lagian aku ini enggak penting bangetkan buat kamu," Vanes segera pergi meninggalkan suaminya.


Langkah terhenti saat Brian menarik tubuhnya, lalu memeluk sang istri.


"Iss, kenapa kamu berbicara seperti itu? Aku cuma bercanda kok."


"Mau benar juga enggak apa-apa kok, ya udah pergi aja," Vanes tiba- tiba meneteskan airmatanya sehingga membasahi baju suaminya.


Brian menguraikan pelukannya, lalu menatap Vanes, " kenapa nangis? Apakah aku menyakitimu? Maafkan, Aku sayang," Pria itu memeluk kembali sang istri.


"Aku tadi cuma bercanda, Sayang. Mana mungkin aku pergi meninggalkan istri yang cantik ini," lanjutnya.


Brian menguraikan pelukannya, kemudian menatap wanita yang ada di sampingnya dengan intens.


"Aku ingin hidup bersamamu, selamanya. Hatiku cuma ada kamu, Sayang," Brian tersenyum pada istrinya.


Wanita itu tersenyum pada sang suami dan merasa senang saat Brian berkata seperti itu.


"Makasih, Mas," ucap Vanes tersenyum.


Brian meraih tangan istrinya, lalu membawa Vanes ke dalam kamar.

__ADS_1


"Mau kemana, Mas?" tanya Wanita itu.


"Aku ingin membawamu ke kamar," jawab Pria tampan tampan itu, lalu menatap sang istri.


"What? Mau ngapain Mas? Jangan macam-macam deh, ini masih pagi, Mas," ucap Vanes.


Brian pun terkekeh saat sang istri berkata seperti itu, lalu mengelengkan kepalanya.


"Kenapa kamu tertawa? Salah ya aku bicara?" tanya Wanita itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tentu aja enggak, Kok. Tapi emang benar kita harus melakukannya," Brian mengedipkam matanya.


"Pagi-pagi mikirinnya mesum ya," gerutu Vanes dengan memonyongkan bibir atasnya.


Brian tertawa terbahak merasa lucu dan semakin gemas melihat istrinya.


"Lagian kamu sendiri yang berpikiran mesum, orang cuma mau kasih kejutan kok," ucap Pria itu.


"Kejutan?" Vanes mengulangi pembicaraannya.


Saat mereka sudah sampai di dalam kamar dengan segera Brian mengambil sesuatu dari kantongnya.


"Ini kejutan untuk kamu," ucap Brian sambil memberikan benda berbentuk persegi dengan warna keemasan.


"Apa ini, Mas?" tanya Vanes pada suaminya


"Coba aja buka pasti kamu sangat menyukainya."


Vanes pun segera membuka benda tersebut. Betapa terkejutnya wanita itu saat melihat isi dari benda tersebut. Matanya berbinar dan hatinya sangat senang.


"Ini untukku?" tanya Vanes merasa tidak percaya.


"Iya, itu buat kamu. Senang?" tanya balik Brian.


Vanes pun menganggukan kepalanya, lalu tersenyum dan kemudian memeluknya.

__ADS_1


"Makasih, Mas," ucap Vanes merasa senang.


"Sama-sama, Sayang," Brian mengusap lembut rambut istrinya.


"Sini aku bantu pakaikan kalungnya," Brian menguraikan pelukannya, lalu menatap sang istri.


Vanes pun memberikan kontak tersebut pada sang suami, lalu dengan segera Brian memakaikan kalung tersebut pada leher sang istri.


Vanes terlihat sangat cantik saat memakai kalung tersebut. Kalung tersebut bukanlah kalung biasa, akan tetapi itu sangat luar biasa karena itu harganya sangat fantastis.


"Kamu sangat cantik, Sayang," puji Brian.


"Makasih, Mas," Vanes tersenyum.


Tiba-tiba Pria itu mencium lembut bibir mungil istrinya\, bibir yang dulu jadi candunya. Vanes pun merespons saat sang suami mulai menikmati ciumannya\, sehingga mereka kini saling menjulu**rkan lidahnya dan melum*at satu sama lain.


Hasrat keduanya pun semakin panas saat menikmati ciuma*nnya. Dengan segera Brian membawa istrinya ke dalam ranjang.


"Boleh ya, Sayang?" tanya Brian.


Vanes pun hanya menganggukan kepala.


Brian pun segera melepaskan pakaian sang istri sehingga keadaan polos serta pakaian dirinya dan kini mereka pun sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.


Brian terus mencicipi inti tiap inci tubuh istrinya dengan penuh gairah. Vanes pun mendesah saat Pria tersebut mencium areanya. Hasratnya semakin tidak bisa di bendung lagi, Brian dengan segera melakukan penyatuannya pada milik sang istri. Kini mereka pun sedang menikmati indahnya surga dunia di iringin suara erangan dan *******.


########


yuk mampir dan kepoin karya author ini dijamin bikin baper dan seru nih,


Terjebak dalam hubungan pernikahan yang tidak diinginkan, adalah sebuah malapetaka bagi Liana. Ia yang sudah sangat membenci Andra, harus menghadapi pria itu lagi. Nyatanya, Andra sendiri yang menjebak Liana.


Apa yang akan Liana lakukan, saat mengetahui, jika pernikahan antara dirinya dan Andra adalah rencana suaminya? Akankah Liana dan Andra kembali saling mencintai seperti dulu?


__ADS_1


__ADS_2