Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
7. Nginap?


__ADS_3

Mereka kini sangat menikmati makan malamnya.


"Oya  Bu, Ayah tidak ada  lagi 'kan yang harus dibicarakan?" tanya Vanes, sambil menatap Bu Angel dan Ayah Anwar.


"Tidak ada kok Nak, emangnya kenapa?" tanya balik Tika, sambil menatap menantunya.


"Enggak ada apa-apa kok Bu. Cuma Vanes mau pamit saja sama Ibu untuk pulang. Lagian ini sudah malam Bu," ucap Vanes yang saat ini masih menikmati makan malamnya.


"Lho kenapa kalian tidak menginap saja di sini Nak, Bu Lia? Lagian disini ada kamar tamu yang kosong jadi bisa tidur disana," lirih Tika.


"Ah enggak Bu Tika malu sama tetangga bila saya sama anak saya harus menginap disini. Jadi lebih baik saya pulang saja Bu," ucap Bu Lia sambil menatap besannya.


"Kenapa harus malu? Lagian kaliankan tidak melakukan apa-apa. Lagian disini banyak orang kok jadi mana mungkin orang lain bisa menganggap aneh-aneh kepada Bu Lia dan Vanes. Kecuali kalau disini tidak ada orang dan hanya berduaan dengan yang bukan muhrimnya baru  tidak boleh, bisa jadi fitnah tuh." ucap Tika sambil menatap Brian dan Vanes bergiliran.


Brian langsung menatap Ibunya kembali dan begitu pun Vanes.


"Ibu apaan sih kenapa menatap Brian sama Vanes begitu? Kagian kita belum pernah ngapain-ngapain kok. Walaupun pernah juga tidak apa-apalah lagian kan bentar lagi mau menikah Bu," ucap Brian sambil menatap Ibunya dan tersenyum kepada Vanes


"Enggak boleh!" ucap Vanes, Tika dan Bu Lia bersamaan lalu menatap tajam Brian.


"Wah bidadariku pada kompak semua ya protes. Lagian aku cuma bercanda kok," Brian cengengesan.

__ADS_1


"Tapi itu tidak lucu Nak, bercandanya. Jangan samakan putriku dengan orang lain yang bisa disentuh seenaknya," ucap Bu Lia sambil menatap Brian.


"Iya maaf ya Bu," ucap Brian sambil menatap Bu Lia.


Akhirnya Bu Lia memaafkan menantunya. Walaupun sebenarnya tau kalau Brian cuma bercanda.


"Jadi gimana kalian mau tidur disinikan? 'Kan besok kita harus berangkat untuk menemui organizer weeding biar enggak cape bolak balik jadi bisa berangkat bareng Bu Lia," ucap Tika.


"Gimana ya Bu Tika? Mmzz ... baiklah kalau begitu Bu," ucap Bu Lia.


"Oya Bu, kayaknya Vanes enggak bisa ikut besok 'kan harus kerja."


"Baiklah kalau begitu Bu. Terima kasih ya Bu," ucap Vanes sambil tersenyum pada mertuanya.


"Iya Nak," jawab Tika.


Vanes memang bekerja diperusahaan putranya sebagai sekretaris. Sifatnya yang polos, jujur dan baik hati membuat Brian tertarik pada Vanes dan Vanes juga yang selalu menemani dan menghibur saat Brian hampir saja putus asa ketika kekasihnya pergi begitu saja dan memilih pria lain.


Acara makan malam pun sudah selesai. Mereka sangat menikmatinya apalagi bersama besan dan menantunya.


"Oya sekarang waktunya kita tidur sudah malam dan Bi Ita tolong antarkan Bu Lia dan Vanes ke ruangan kamar tamu ya Bi," ucap Ayah Andrew.

__ADS_1


"Iya Baik Tuan," jawab Bi Ita.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi ya Bu Lia, Nak Vanes, Saya ke kamar duluan," ucap Ayah Andrew.


"Iya silahkan Ayah," jawab Vanes sambil tersenyum.


"Ya sudah saya juga permisi ya, dan kamu Brian cepat sana tidur, ngapain masih berdiri disana," omel Tika sambil menatap putranya.


"Saya kan mau ikut anterin Bu Lia sama calon Istriku ke kamar tamu sama Bi Ita enggak boleh ya, Bu?" Brian pada Ibunya.


"Ya sudah kalau begitu, tapi ingat jangan macam-macam ya!" ucap Tika.


"Yaelah enggak bakal kok Bu. Lagian 'kan acara pernikahannya tinggal sebentar lagi jadi bisalah jaga diri Bu," ucap Brian.


"Baguslah kalau begitu, ya sudah saya permisi ya Bu Lia, Nak Vanes," pamit Tika.


"Iya Bu Tika selamat beristirahat ya Bu," ucap Bu Lia.


"Iya terima kasih Bu Lia," Jawab Tika.


Lalu Tika pun berjalan menuju kamarnya setelah Ayah Andrew sudah jalan terlebih dahulu ke kamarnya. Kini hanya ada Bu Lia, Vanes, Brian dan Bu Ita disana.

__ADS_1


__ADS_2