Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
33. Amnesia?


__ADS_3

Sang Dokter pun segera keluar dari ruangan dimana Bella berada. Pria itu segera berjalan menghampiri Dokter tersebut.


"Dok, gimana keadaan Bella?" tanya Brian.


"Maaf, Anda siapanya pasien ya?" tanya balik dokter Hilda.


"Kakaknya Bella, Dok," bohong Pria tersebut.


"Oh. Beliau baik-baik aja tapi ...." ucapan Drs.Hilda tergantung lalu menatap pria yang dengan intens.


"Tapi kenapa Dok?" tanya Brian merasa penasaran.


"Pasien mengalami hilang ingatan karena kecelakaan yang mengakibatkan di kepalanya cukup parah," ujar Drs. Hilda.


"A-apa?" Pria itu merasa terkejut dan tidak percaya apa yang diucapkan oleh sang dokter.


"Kalau begitu Saya permisi dulu," pamit Drs. Hilda.


"I-iya, silahkan Dok," jawab Brian.


Dokter tersebut segera pergi meninggalkan Brian sendirian disana.


'Dia hilang ingatan? Gimana ini? Aku harus mengantarkan dia kemana? Sekarang aku enggak tau rumahnya dia dimana.' gumam Brian merasa jadi bingung.


Pria itu segera masuk ke dalam ruangan dimana Bella berada disana.


Pria itu terus berjalan menghampiri wanita tersebut yang kini sedang duduk diatas ranjang.


"Gimana keadaanmu?" tanya Brian saat sudah berada di samping Bella.


"Maaf, kamu siapa ya?" tanya balik wanita tersebut.

__ADS_1


"Aku orang yang telah menyelamatkanmu dari kecelakaan dan membawamu kesini," jawab Pria itu.


Bella pun tersenyum, lalu memegang kepalanya yang sakit, " aww ...." Wanita itu merasa sakit di kepalanya.


"Kamu kenapa?" tanya Brian merasa khawatir.


"Kepalaku sakit," jawab Wanita itu.


"Jangan banyak bergerak kamu habis operasi," ucap Brian.


Bella hanya menanggukan kepalanya tanpa menjawab perkataan Brian.


"Oya, masih ingatkan denganku?" tanya Brian menatap Wanita yang kini sedang berbaring.


"Enggak," Bella mengelengkan kepala, "aku juga enggak tau siapa namaku," lanjutnya.


"Dokter bilang kamu hilang ingatan, kecelakaan yang kamu alami membuat pendarahan di kepalamu begitu hebat," lirih Pria itu.


Bella mencoba memejamkan matanya dan mengingat-ingat kembali masa lalu.


Brian seolah-olah tau apa yang dilakukan oleh Bella.


"Aku bingung mau pulang kemana? Sekarang aku enggak ingat apa-apa. Ada yang mau kah mengantarkan aku pulang?" Wanita itu merasa bingung.


Pria itu menghembuskan napasnya dengan kasar dan entah apa yang harus dilakukannya.


"Gimana kalo kamu untuk sementara tinggal di apartemen bareng anak buahku," ucap Brian.


"Enggak ah," Wanita itu mengelengkan kepalanya, "pasti cowokkkan?" lanjutnya.


"Tentu aja cewek, mana mungkin kamu harus tinggal dengan cowok, ada-ada aja," Brian mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya udah aku mau untuk sementara tinggal dengannya, sampai ingatanku kembali lagi." Bella tersenyum.


"Oke."


Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut sambil membawakan makanan untuk pasien.


"Oya, Pak ini makanan untuk pasien dan ini obatnya. Jangan lupa di minum biar cepat sembuh," lirih Suster Mel.


"Baiklah Sust," jawab Brian.


Suster tersebut langsung menyimpan makanan dan obatnya diatas meja.


"Saya permisi dulu, Pak," ucap Sang Suster.


"I-iya, silahkan Sus." Brian tersenyum.


Suster tersebut segera keluar dari ruangan itu dan kini hanya ada Brian dan Bella berdua disana.


"Ya udah, sini aku suapin," Brian mengambil mangkuk yang berisi makanan.


"Enggak usah, biar aku sendiri," tolak Bella.


"Udah enggak apa-apa, buka mulutnya," Brian sambil menyodorkan sesendok nasi dan menunya ke mulut Wanita itu.


Bella pun segera membuka mulutnya dan kini sedang menikmati makanan tersebut.


########


yuk mampir dan kepoin karya author ini bikin bulu kuduk merinding nih, cus ah ...


Blurb

__ADS_1


Rania Putri Sejagad, seorang gadis yang memiliki kekuatan khusus melihat makhkuk tak kasat mata. Semua berawal saat Rania pindah ke Desa Rawa Belatung, dan meski sudah meninggalkan Desa itu, Rania selalu berurusan dengan hal-hal gaib. Penelusuran gaib yang terus membawanya bertemu dengan sosok astral, yang terkadang ingin meminta pertolongan darinya. Karena beberapa dari mereka mati penasaran dan menjadi arwah gentayangan. Akankah Rania mampu menyelesaikan berbagai misteri yang ada, untuk mengantarkan para makhluk tak kasat mata itu kembali ke alamnya? Untuk lebih lengkapnya, yuk ikuti dan baca novel Penelusuran Gaib Rania.



__ADS_2