Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
40. Berangkat.


__ADS_3

Dua Hari Kemudian ....


"Gimana kamu sudah siapkan?" tanya Brian pada istrinya.


"Sudah, Mas." Vanes menganggukan kepala.


"Ya udah, ayo kita berangkat."


"Iya, Mas."


Sepasang suami-istri pun kini segera pergi meninggalkan kamarnya dan berjalan menuju miliknya.


Hari ini Brian dan Vanes akan berangkat keluar negeri, dimana mereka akan tinggal disana selama dua tahun karena urusan bisnis. Perusahaannya yang semakin sukses dan berkembang pesat sehingga untuk sementara Brian harus tinggal disana.


Awalnya Vanes pun menolak ikut suaminya pergi keluar negeri, akan tetapi Brian terus memaksa agar sang istri ikut. Karena tidak mungkin meninggalkan selama itu dengan sang istri.


Akhirnya, Vanes pun setuju dan tetap melanjutkan kuliahnya disana.


Brian pun tersenyum, lalu merangkul pundak sang istri dan mereka berjalan menuju mobil dimana ada sang sopir sudah menunggu disana.


Saat sudah sampai di tempat mobil, mereka dengan segera masuk ke dalam mobil dan Pak Iman segera menjalankan mobilnya saat kondisi sudah siap.


"Akhirnya, sekarang enggak bakal LDR an lagi, Sayang. Ternyata rindu itu sangat berat, Sayang," Brian mengusap rambut istrinya saat Vanes menyenderkan kepala di atas bahu sang suami.


Wanita itu langsung tersenyum saat menatap suaminya. Emang benar rindu itu sangat berat.


Saat mobil berjalan menuju bandara, Vanes pun tertidur di pangkuan suaminya.


Paris


Mereka kini sudah sampai diparis, kedatangan mereka di sambut oleh asisten pribadinya Brian yaitu Alvin.


"Silahkan, masuk Bos," ajak Alvin pada atasannya.


Brian dan Vanes pun dengan segera berjalan masuk ke dalam mobil tersebut yang di sopiri oleh Alvin


"Hey cantik, gimana kabarnya?" tanya Alvin pada wanita yang kini duduk si sebelah atasannya.

__ADS_1


"Baik," jawab Vanes tersenyum.


"Syukurlah, kalo begitu." Alvin menatap Vanes, lalu membalas senyumannya.


"Oya, apakah masih ada Bella disana?" tanya Brian.


"Masih ada, Bos," jawab Brian.


"Ciee, kayaknya kangen sama dia ya? Sampai nanyain segala lagi," sindir Vanes sambil menatap sinis suaminya.


Brian langsung merangkul pundak sang istri, lalu menatap wanita yang ada di depannya dengan intens.


"Kenapa cemburu ya?" tanya Brian.


"Siapa yang cemburu? Enggak!" Vanes segera menghempaskan tangan samg suami yang merangkul pundaknya.


Pria itu terkekeuh melihat istrinya yang begitu marah.


"Aku nanyain dia bukan kangen, Sayang. Tapi aku ingin membuat rencana, agar dia bisa mengakui kesalahannya," lirih Brian.


"Yang telah hampir membuat kita hancurkan?" tanya Vanes sambil menatap sang suami.


"Kalau masalah itu, aku serahkan sama kamu, Mas. Oya, Mas, kepalaku tiba-tiba pusing ya," Vanes menatap suaminya.


"Kamu sakit, Sayang?" Brian menempelkan tangannya ke wajah sang istri karena merasa khawatir.


"Aku enggak sakit, Mas. Cuma pusing aja dan mual sekali perutku. Mungkin aku mabok kali ya, karena perjalan sangat jauh. Aku ingin tidur aja deh," Vanes langsung menyender kepalanya di bahu sang suami.


"Ya udah kamu tidur kan aja dulu," Brian tersenyum.




Brian dan Vanes segera keluar dari mobil yang di sopiri oleh Alvin. Kedatangan mereka di sambut oleh Bella dan Nana.


Mereka merasa terkejut saat tau ada istrinya, Brian.

__ADS_1


" Vanes?" ucap Bella dan Nana bersamaan.


"Hello, apa kabar semuanya?" tanya Vanes saat berada di antara mereka.


"Baik Kak, oya Kak Vanes ikut kesini juga ya? Wah so sweat dong kalo gitu," Nana sambil menatap sinis Bella.


Bella pun menatap kesal Nana, lalu memutarkan matanya dengan malas.


"Tentu aja, karena mulai hari ini aku akan tinggal disini dan kuliah juga disini," jawab Vanes tersenyum.


"What?" Bella merasa terkejut.


"Eh ternyata ada Kak Bella juga ya, disini? Apa kabar?" tanya Vanes pada wanita yang kini berdiri di samping Nana.


"Maaf, Anda siapa ya? Aku enggak kenal!" jawab Bella menatap Vanes.


"Eh sorry, aku baru inget ya. Kalau dia hilang ingatan ya, Mas?" tanya Vanes pada suaminya.


"Iya, Sayang. Makanya dia tidak mengenalimu. Sudah ayo, kita masuk ke dalam," ajak Brian pada istrinya.


Vanes pun menganggukan kepala, dan berjalan masuk ke dalam apartement bersama sang suami dan yang lainnya.


'Sial!' gumam Bella dengan mengepalkan kedua tangannya, sambil menatap tidak suka Vanes yang kini berjalan bersama Brian.


Mereka pun segera berjalan masuk ke dalam apartement tersebut.



yuk mampir dan kepoin karya author ini, bikin baper dan seru nih,


“Tidak perlu mengatasnamakan cinta jika hanya menyurutkan dendam. Karena cinta yang sesungguhnya tidaklah melemahkan tetapi, justru sebaliknya.”


Misi balas dendam yang telah lama direncanakan oleh Xavier dengan sempurna, tiba-tiba saja labil saat tujuannya hampir tuntas. Dilema sengit yang menghampiri, nyaris menghancurkannya dalam sekejap.


Akankah misi balas dendam itu sanggup ia tunaikan ataukah menyerah pada cinta?


“When love and revenge comes together, it's the most aesthetic thing in the world.”

__ADS_1



__ADS_2