Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
25. Tidak Suka


__ADS_3

"Nes ...." panggil seseorang, sehingga langkah Vanes terhenti.


Vanes memutarkan tubuhnya ke belakang dan menatap seseorang tersebut.


"Kita bareng yuk," ucap Eka menatap Vanes.


"Emm ... boleh," jawab Vanes.


Mereka berjalan bersama menuju kelas. Tiba-tiba seseorang berjalan menyeruduk begitu saja dan langsung memegang lengan Eka.


"Emm ... berduaan saja kalau jalan ya. Ingat ya, jalan berduaan tuh enggak baik nanti orang ketiganya setan lho," lirih Meyda tersenyum kepada Eka.


"Ih, apaan sih," Eka langsung menghempaskan tangan Meyda, "iya, orang ketiganya kamu jadi kamu sekarang setan!" pungkas Eka.


"Ih, enak aja ngatain aku setan. Aku ini manusia bukan setan, Sayang," Meyda tidak terima di katain setan.


"Ih aku bukan ...." ucapan Meyda tergantung di udara saat Vanes menyelas pembicaraannya.


"Maaf, aku berjalan duluan ya," ujar Vanes.


"Ya sudah sana, ganggu orang aja," ketus Meyda


Vanes pun langsung pergi dari hadapan Meyda dan Eka. Wanita itu memutarkan matanya dengan malas karena merasa kesal mendengar jawaban Meyda.

__ADS_1


"Kalau bicara tuh dijaga, seenaknya banget kalau ngomong," gerutu Eka menatap tidak suka Meyda.


Eka berjalan menyusul Vanes yan sudah duluan pergi.


Vanes pun sudah sampai dikelas, lalu disusul Eka yang juga baru sampai di kelas.


"Nes, kenapa kamu ninggalin aku?" tanya Eka menatap wanita yang ada di depannya.


"Bukannya kamu tadi lagi ngobrol sama pacarmu, ya jadi aku duluan aja," jawab Vanes.


"Dia bukan pacarku tapi orang kurang waras."


Vanes hanya mengelengkan kepala mendengar perkataan Eka.


"Oh iya, aku lupa ngasih tau sama kamu kalau tiga hari yang lalu ada anak baru masuk ke kelas ini," jawab Tuti.


"Anak baru? Pantesan saja aku baru lihat," ujar Mela.


"Dan kamu tau enggak? Si Eka sekarang suka dekatin terus tuh anak baru itu," ucap Tuti.


"Seriusan Tut? Kamu tidak bercanda kan?" tanya Mela merasa tidak percaya.


"Seriuslah, ngapain aku bohong. Kalau enggak percaya tanya aja sama Medya.

__ADS_1


"Ini tidak akan terjadi, aku tidak akan membiarkan wanita itu merebut Eka dari aku. Dan kamu tahu kan, aku akan selalu melakukan apapun biar si wanita gatal itu tidak bisa mendapatkan cowok yang sudah menjadi miliku," jelas Mela, sambil menyeringai tersenyum sinis sambil menatap Vanes.


"Baguslah, aku setuju!" sahut Tuti.


Eka dan Vanes pun berjalan ke belakang menuju tempat kursi miliknya. Namun tiba-tiba Vanes pun terjatuh.


"Aww, sakit," pekik Vanes saat dirinya terjatuh ke bawah lantai.


"Kamu tidak apa-apa kan? Maaf aku tadi tidak sengaja. Tadinya mau merebakan kakiku," ujar Mela, sambil menatap Vanes.


"Iya tidak apa-apa kok," Vanes pun berusaha berdiri.


"Kamu enggak apa-apa 'kan Nes?" tanya Eka, sambil membantu Vanes berdiri.


"Iya tidak apa-apa kok Eka, terima kasih sudah menolongku," Vanes sambil tersenyum.


"Lain kali hati-hati ya kalau lagi jalan, jadi begini akibatnya," lirih Eka.


"Iya," Vanes menganggukan kepala.


Wanita itu kemudian berjalan menuju tempat meja belajarnya.


"Mungkin ini belum seberapa, aku akan membuat kamu lebih menderita dari ini. Tunggu aja permainanku, kamu pasti akan angkat kaki dari kampus ini batin Mela dengan menyeringai penuh arti"

__ADS_1


Pak Dosen pun tiba-tiba datang, lalu menyapa para mahasiswa dan mahasiswi. Kini pelajaran pun di mulai dan mereka fokus dengan ajaran yang disampaikan oleh Pak Dosen.


__ADS_2