
Keesokan Harinya.
Vanes terbangun dari tidurnya, lalu meregangkan tubuhnya.
'Jam berapa ini?" gumam Vanes menatap jam dinding.
Ternyata udah jam enam pagi. Aku harus segera mandi nanti kuliahnya takut kesiangan.' lanjutnya.
Vanes pun segera beranjak dari ranjang tersebut dan berjalan menuju bathroom. Langkahnya terhenti saat ponsel miliknya berbunyi.
Wanita itu tersenyum dan merasa bahagia pasti pesan dari suaminya. Dia langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan what apps yang masuk.
Betapa terkejutnya wanita itu saat melihat pesan masuk. Wanita itu mengelengkan kepala dan benar-benar tidak percaya.
'Ini enggak mungkin, aku yakin ini hanyalah rekayasa aja. Lagian suamiku enggak mungkin ngelakuin ini.' Wanita itu mengelengkan kepalanya dan benar-benar tidak mengerti maksud orang tersebut mengirim photo seperti itu.
Vanes segera mencari kontak nomor suaminya, lalu menelpon karena ingin bertanya tentang kebenarannya.
'Di telepon kok enggak aktip sih?' Vanes menjadi khawatir.
Wanita itu terus berkali-kali menghubungi suaminya, tapi sayang ponselnya tidak aktip terus.
'Arrgh ....' teriak wanita itu, kemudian melemparkan ponselnya ke sembarang arah hingga pecah layarnya.
__ADS_1
'Jika kamu emang selingkuh dengan dia jangan harap aku akan memaafkanmu, brengsek! Aku disini setia lho sama kamu tapi kamu seenaknya dengan dia disana! Aku benar-benar kecewa sama kamu, Brian ... Arrghh .... ' teriak wanita itu tiba-tiba menangis dan merasa sakit bila emang itu benar.
"Non Vanes ... non ...."
Seseorang mengetuk pintu, dengan segera wanita itu menghapus air matanya. Dia menarik napasnya, lalu menghembuskannya dengan pelan.
Vanes segera berjalan untuk membuka pintu karena dari tadi Bi Ita memanggilnya.
"Iya ada apa, bi?" tanya Wanita itu pada asisten rumah tangganya.
"Non baik-baik ajakan? Dari tadi bibi dengar suara pecahan barang dan Non sendiri berteriak," jawab Bi Ita menatap Vanes.
"Aku baik-baik aja kok, Bi. Oh, itu hapeku tadi ngehang terus mana eror mulu jadi ya udah aku banting dan teriak karena kesal," bohong Vanes.
Bi Ita menatap pecahan ponsel milik majikannya tepat di tepi jendela, lalu menatap wanita yang ada di depannya dengan tatapan intens.
"Iya, baik-baik aja kok. Lagian Bibi bisa liat sendiri aku enggak napa-napa," ujar Vanes.
Bi Ita pun tersenyum dan merasa bersyukur kalau wanita itu baik-baik aja.
"Ya udah kalau begitu Bibi pamit ya Non. Oya, makanannya hampir mau matang tuh cepat mandi sana," lirih Bi Ita.
"Iya, ini juga mau mandi kok."
__ADS_1
Bi Ita pun segera pergi meninggalkan majikannya dan berjalan menuju dapur untuk kembali memasak.
Vanes segera berjalan ke bathroom untuk membersihkan diri. Kini pikirannya merasa rileks saat menghirup aroma sabun bunga sakura yang ia taburi ke dalam bathub.
'Sudahlah berpikir positip sekarang. Aku yakin ini hanya ulah seseorang yang ingin menghancurkan rumah tanggaku. Aku yakin kalau suamiku enggak akan berani macam-macam.' gumam Vanes mencoba untuk tenang.
Setengah jam sudah Vanes berada di kamar mandi, kini wanita itu berjalan menuju lemari untuk mengambil bajunya.
Vanes kini sudah selesai memakaikan bajunya, lalu memakai sedikit liptin agar tidak terlihat pucat.
'Aku cantik enggak jelek-jelek amat kok. Jika kamu bersama wanita lain disana, kenapa aku enggak? Bahkan akan buat kamu menderita dari ini!' gumam Vanes sambil menatap cermin, lalu tersenyum menyeringai.
########
mampir yuk karya author ini dijamin seru banget nih.
Di usianya yang ke 40 tahun Delon menyandang status sebagai duda dan mempunyai dua anak kembar yang masing-masing berusia 20 tahun.
Hingga suatu ketika dirinya dipertemukan oleh seorang gadis seumuran dengan anak kembarnya yang bernama Joanna.
Entah kenapa Delon merasakan seperti remaja jatuh cinta ketika bertemu dengan Joanna dan tidak bisa berpisah bagaikan lem dan perangko.
Apakah hubungan mereka berakhir bahagia atau kandas di tengah jalan mengingat perbedaan umur mereka yang terpaut 20 tahun.
__ADS_1
Ikuti novelku yang ke 1