Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
11. Sudah sah


__ADS_3

Sepasang pengantin pun kini sudah sampai dirumah kediamannya. Lalu mereka pun membuka salbeltnya dan keluar dari mobil tersebut.


"Ya sudah yuk sayang, kita keluar masuk ke dalam mobil," ajak Brian, sambil merangkul pundak Istrinya.


"Iya," jawab Vanes sambil merangkul pinggang suaminya.


Mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah. Karena yang lain masih berada dihotel kini dirumah hanya ada sepasang pengantin baru.


"Tumben banget ya Istriku ini mau disentuh nih," Brian sambil menatap Istrinya.


"Sekarang 'kan sudah resmi jadi suami istri jadi halal kamu mau apa juga enggak bakalan ada yang menfitnah kita," ucap Vanes membalas tatapan suaminya.


"Jadi boleh dong aku melakukan sesuatu?" tanya Brian kepada wanita yang kini ada disampingnya.


"Melakukan sesuatu? Maksudnya apaan sih?" tanya Vanes merasa tidak mengerti.


"Iya melakukan sesuatu seperti kita layaknya suami-istri sayang," bisik Brian pada telinga Vanes.


"Ih apaan sih, sudah ah aku jalan duluan mau mandi dulu enggak tahan gerah banget nih."


Vanes merasa salah tingkah dan malu ketika suaminya mengatakan itu. Vanes pun segera pergi mendahului istrinya.


"Itu orang benar-benar ya. Lagian kita sudah resmi jadi-suami Istri. Terus dia bilang katanya bebas mau lakukan apapun juga? Tapi saat aku meminta kenapa dia kayak yang aneh." gumam Brian sambil menggelengkan kepala.


Brian tersenyum dan tau kalau istrinya pasti merasa gugup dan salah tingkah. Dia segera menyusul Istrinya ke dalam kamar.


"Kenapa kamu ninggalin aku, sayang. jahat banget ya," ucap Brian tiba-tiba memeluk Vanes dari belakang yang kini sedang mencari handuk didalam lemari.


"Maaf, Oya, kamu ini apa apaan sih lepasin gerah tau," Vanes mencoba melepaskan tangan suaminya yang kini melingkar dipinggangnya namun sayang tenaganya tidak sebanding dengan tangan suaminya.


"Kenapa kamu berbicara gitu hah? Aku ini sudah menjadi suami kamu sayang, emangnya enggak boleh apa aku memeluk kamu?" Brian, kemudian menarik pinggang Istrinya menghadap kedepan sehingga kini mata mereka saling menatap satu sama lainnya.

__ADS_1


"Ka-kata siapa enggak boleh? Tentu saja boleh kok," Vanes dengan suara kaku karena groogi.


"Terus kenapa tadi kamu mencoba melepaskan pelukanku?" Brian mendekatkan wajahnya mendekati wajah Vanes sehingga kini hidung mereka saling bersentuhan.


"I-iya ka ...." ucapan Vanes harus tergantung di udara saat suaminya langsung menc*um bibir mungil milik Istrinya begitu saja. Vanes pun merasa terkejut dan entah apa yang harus dilakukannya. Vanes pun tidak menolak karena sadar dirinya kini sudah sah jadi seorang istri. Vanes kemudian menerima b*bir Brian yang kini menyentuhnya  lalu dirinnya mulai menikmati ci*mannya saat Istrinya merespon dan mereka pun saling membuka mulutnya dan melum*tnya satu sama lainnya. Kini mereka pun merasakan hasrat dan gairah yang tinggi setelah lama menikmati menikmatinya. Brian pun melepaskan ci*umannya, kemudian dengan segera memangku tubuh istrinya dan membaringkannya di atas kasur.


"Apa yang akan Kakak lakukan?" tanya Vanes merasa harap-harap cemas dan curiga.


"Sudah jangan banyak bicara sayang," ucap Brian melanjutkan kembali ci*mannya dan menghimpit tubuh Istrinya sehingga kini posisi Brian diatas dan Vanes dibawah.


"Kenapa aku merasakan sesuatu yang keras dari tubuh ya?" tanya Vanes dengan polos saat merasakan benda keras milik suaminya menyentuh pahanya.


"Emangnya kamu tidak tau ya benda apa itu?" tanya Brian.


Vanes hanya menggelengkan kepala tanpa menjawab perkataannya suaminya.


"Kamu mau tahu apa itu?" tanya Brian sekali yang kini masih ada diatas tubuh Istrinya.


"Tentu saja mau tau 'lah, habisnya keras banget ini menyentuh pahaku," ucap Vanes dengan polosnya.


"Baiklah kalau begitu aku akan kasih tau dan jika emang kamu sudah siap," Brian bangun dari atas tubuh istrinya.


"Sudah siap, maksudnya?" Vanes benar-benar tidak mengerti.


"Iya kalau kamu sudah siap untuk ...." ucapan Brian sengaja digantung lalu membuka belt yang melingkar dipinggangnya.


"Eh kamu mau ngapain?" Vanes langsung menutupi wajahnya dengan tangan.


"Bukannya kamu sudah siap untuk ...."


"Enggak!" Vanes langsung menyela pembicaraan suaminya. Vanes langsung bangun dan berusaha lari. Namun, sayangnya Brian langsung menarik tubuhnya.

__ADS_1


"Mau kemana, Sayang?" Brian menarik tubuh Istrinya lalu menghimpitnya.


"Lepasin dulu aku pingin ke pipis," ucap Vanes sambil menahan tubuh Suaminya.


"Sudahlah sayang nanti saja, aku sudah tidak kuat lagi," ucap pria yang kini ada diatas tubuh istrinya dan sambil menatap  wajah cantik wanita tersebut.


"Aku lebih tidak kuat lagi bila harus menahan ingin buang air kecil," ucap Vanes masih berusaha menahan tubuh suaminya.


"Tapi-"


"Please suamiku tercinta, aku berjanji nanti kita bisa melakukannya setelah aku selesai dari toilet," ucap Vanes sambil menatap suaminya.


Brian pun pasrah dan membiarkan Istrinya untuk ketoilet dulu dan ada sedikit kekecewaan karena hasratnya harus tertunda.


kemudian Vanes pun berjalan menuju  water closet.


"Maafkan aku suamiku harus berbohong, aku belum siap dan merasa tegang tadi. Aduh kenapa ini jantungku berdetak cepat sekali dan perasaanku sedikit cemas saat dia tadi hampir membuka celananya. Lagian enggak mungkin bisa dihidari pasti bakal melakukannya. Setidaknya sekarang aku bisa bernapas lega sebentar." gumam Vanes berbicara pada diri sendiri lalu menghembuskan napasnya dengan kasar.


#Setengah jam kini berada di water closet kemudian, keluar dari tempat tersebut dan berjalan mengendap- ngendap menenggok kanan kiri dan seluruh ruangan layaknya seorang pencuri. Vanes berharap suaminya tidak ada dikamar atau sudah tidur.


'Untung saja dia sudah tidur, akhirnya selamat juga. Gerah banget nih tubuhku pingin mandi.' gumam Vanes sambil berjalan mengambil handuk dilemari dan menatap suaminya kini yang sedang tertidur.


Namun, ketika Vanes membuka lemari tiba-tiba tubuhnya ada yang menarik ke atas kasur.


"Brian ...." teriak Vanes kepada suaminya saat dirinya ditarik ke atas kasur.


"Apa? Kamu mau mencoba membohongi aku 'kan?" Brian, kemudian menghimpit tubuh wanita yang kini ada di ranjang lalu menguncinya.


"Ka-kata siapa? Lagiam siapa yang bohong," ucap Vanes.


"Serius?" tanya Brian, sambil menatap wanita yang kini ada di depannya dengan intens.

__ADS_1


"Heem," jawab Vanes sambil mengganggukan kepala.


Brian langsung menatap Istrinya dengan tatapan yang susah diartikan dan masih diatas tubuh Vanes.


__ADS_2