
Di tempat lain.
Brian kini sedang siap-siap menghadiri pertemuan dengan PT. IZZ di cafe.
"Bos, ayo, kita berangkat," ajak Alvin.
"Oke, baiklah."
Brian dan Alvin segera masuk ke dalam mobil tersebut dan pergi menuju cafe.
"Oya, kamu tau siapa nama orang yang kita akan temui?" tanya Brian.
"Dia dari perusahaan PT.IZZ," jawab Alvin.
"Iya, aku tau Vin. Maksudny aku itu nama orangnya," jelas Brian.
"Namanya Bella Khiel, sama namanya kaya mantan kamu." Alvin tertawa terkekeh.
"Iya nama boleh sama, tapi enggak mungkin di orangnya. Nama perusahaan dia juga beda lah," sewot Brian.
"Segitu benci sama mantanmu sampai ogah ketemu dia," sindir Alvin.
"Sudahlah jangan mulai deh, yang lalu biarlah berlalu. Lagian aku sekarang sudah punya istri yang jauh lebih cantik dari dia."
"Iya, percaya deh. Vanes tuh emang wanita idaman laki-laki tuh, hampir sempurna," puji Alvin.
__ADS_1
"Maksudnya istri aku murahan gitu? Wah, kurang ajar," Brian merasa tidak terima.
"Ya ampun Bos. siapa bilang kalau Vanes murahan? Jangan ngada-ngada kalau bicara," protes Alvin.
"Tadi barusan kamu bilang katanya istriku idaman semua pria 'kan? Berarti anggap istriku murahankan!" Brian masih tidak terima.
"Sudahlah Bos, jangan bego jadi orang. Maksudnya tuh bukan murahan. Ah, pasti tau lah maksudnya," Alvin merasa harus gimana lagi menjelaskannya dan kenapa bisa atasannya berpikir seperti itu.
"Gajihmu, aku potong!" ketus Brian menatap Alvin.
"Ya ampun Bos, napa lagi harus dipotong segala gajihku? Apa salahku, padamu, Bos!" Alvin merajuk dan benar-benar tidak mengerti.
"Karena kamu sudah ngatain aku bego!" Brian menatap kesal Asistennya.
"Ya ampun Bos, kenapa jadi gini nasibku? Masa iya, aku harus pasrah sih," Alvin menatap sendu Brian.
"Baiklah, Bos." Alvin pasrah.
Mereka pun kini sedang berjalan menuju sebuah cafe.
*
*
Brian dan Alvin kini sudah sampai di sebuah cafe, mereka segera keluar dari mobil tersebut.
__ADS_1
"Cafe disini benar-benar beda Bos, banyak wanita cantik dan penampilannya begitu seksi," puji Alvin menatap seorang wanita sedang berjalan masuk ke dalam cafe tersebut yang penampilannya begitu sangat mengoda.
"Ck, wanita mulu yang ada di pikiranmu. Ya sudah, tinggal pilih saja wanita yang kamu mau dan langsung ajak dia nikah," ujar Brian.
"Si Bos, masa iya, langsung nikah aja sih. Ya pedekatean dulu atuh. Lagian jangan sampai salah pilih wanita, nanti takut kayak mantanmu, Bos."
Brian menatap mesem asistenya, " ngapain sih, kamu bahas dia mulu. Aku potong lagi gajihmu!"
"Ya ampun, Bos. Apa-apaan main potong gajih mulu ah, enggak lucu! Lagian ini 'kan cuma perumpamaan," jelas Alvin benar-benar pusing.
"Sudah, ayo kita masuk!" ajak Brian pada asistennya.
Saat Brian dan Alvin berjalan menuju cafe, tiba-tiba seorang pelayan berjalan menghampirinya.
"Sorry, sir, I was ordered to take you to place that has been ordered by someone," ucap pelayan tersebut.
"Oke."
Brian dan Alvin pun berjalan mengikuti langkah pelayan tersebut dan berjalan menuju ke tempat yang sudah di pesan oleh seseorang untuk pertemuanya.
Pelayan tersebut segera pamit dan pergi dari hadapan Brian dan Alvin saat sudah sampai di tempat tersebut.
Brian dan Alvin pun berjalan menuju seseorang yang kini sedang duduk di tempat tersebut.
"Sorry, just came and sorry to have kept you waiting for me."
__ADS_1
Brian dan Alvin segera duduk di tempat tersebut dan berhadap dengan seseorang wanita.
Saat mereka saling menatap, betapa terkejutnya Brian mengenal sosok wanita tersebut.