Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
37.Salah paham


__ADS_3

"Kenapa kamu tega menuduh seperti itu? Tapi kamulah yang sebenarnya telah selingkuh dibelakangku!" Vanes menatap tajam suaminya.


"Jadi orang jangan membalikan keadaan! Lagian aku punya bukti kalo kamu jalan malam-malam berdua dengan pria brengsek itu!" Brian menatap tajam kembli istrinya.


Wanita itu membulatkan matanya dan bagaimana bisa, Brian tau kalau dirinya waktu itu berjalan bareng dengan Eka. Dia lalu tertawa dan menatap sinis sang suami.


"Emangnya kenapa kalo aku jalan dengan pria lain?" tanya Vanes menatap sinis Pria yang kini ada di depannya.


"Oh jadi benar kalo kamu selingkuh? Benar-benar ya kamu ...." ucapan Brian tergantung karena tidak sambut untuk berkata lagi. Pria itu benar-benar kecewa pada sang istri.


"Brian ... Brian ... kamu telah salah paham! Lagian aku enggak berduaan sama Eka tapi ada Lala juga," jelas Wanita itu menatap suaminya.


"Terus aku harus percaya gitu? Enggak!"


Wanita itu langsung mengambil ponselnya, kemudian memberikannya pada sang suami.


"Nih, coba kamu liat!" ucap Vanes.


Brian dengan segera mengambil ponsel sang istri, lalu menatap photo yang ia buka tadi.


Ternyata apa yang dikatakan oleh Vanes benar kalau dirinya tidak sendirian, akan tetapi dengan sahabatnya. Pria itu merasa sangat senang, kemudian memeluk sang istri.


"Maafkan, aku, Sayang," Pria itu merasa bersalah kemudian memeluk Vanes.


Tiba-tiba air mata wanita tersebut menetes membasahi wajah cantiknya karena merasa kecewa sang suami tidak percaya padanya dan menuduh begitu saja.

__ADS_1


Brian menguraikan pelukannya, lalu menatap wanita yang ada disampingnya dengan intens.


"Maafkan aku, Sayang," Brian mengusap air mata istrinya.


Wanita itu dengan segera menghempaskannya dengan kasar.


"Tadi kamu bilang enggak percaya dengan apa yang aku ucapkan? Justru kamulah yang telah jahat berciuman dengan wanita lain!" Wanita itu menatap tajam suaminya.


"Sayang, itu enggak benar! Aku enggak pernah ngelakuin itu disana," jelas Brian pada istrinya.


Vanes langsung mengambil ponselnya, kemudian memperlihatkan photo sang suami dengan Bella sedang berciuman.


"Ini apa maksudnya? Kamu bilang enggak melakukannya? Kamu sendiri bisa liat buktinya 'kan!" Vanes merasa emosi.


Tangisan wanita itu semakin pecah, lalu memukul dada bidang suaminya. Brian pun merasa terkejut kenapa bisa ada photo saat Bella nekat menciumnya? Siapa yang menyebar photo tersebut? Pikiran Brian benar-benar kacau dan ingin rasanya Pria itu membunuh seseorang yang telah mengusik rumah tangganya.


Vanes langsung menghempaskan tangan suaminya dengan kasar dan menatap tajam suaminya.


"Sekarang aku minta kamu keluar dari kamarku!" bentak Vanes.


"Kenapa kamu mengusirku? Aku bisa menjelaskan semuanya!" Brian mencoba agar istrinya mau mendengarkan penjelasannya.


"Enggak usah dibahas lagi, semuanya udah jelas!" Vanes terisak menangis.


"Sayang ...." Brian merasa bersalah dan ingin memeluk sang istri, tapi lagi-lagi di hempaskan begitu aja.

__ADS_1


"Keluar dari sini!" pinta Vanes pada suaminya.


"Itu bukan karena sengaja melakukannya, tapi dia yang nekat melakukannya!" jelas Brian pada istrinya.


"Dia nekat melakukannya? Terus kenapa kamu diam aja!" Vanes merasa geram.


Wanita itu mendorong suaminya agar keluar dari kamar tersebut.


"Aku enggak diam aja, justru aku marah besar kepadanya karena dia kurang ajar," lanjutnya.


"Aku enggak percaya!" ucap Vanes menatap suaminya, sambil mendorong terus hingga kini ada di luar kamar tersebut.


Wanita itu langsung menutup pintu kamarnya.


"Sayang buka pintunya!" pinta Brian terus mengetuk-ngetuk pintunya.


Vanes tidak menghimbaukan perkataan suaminya, wanita itu terus menangis dan benar-benar kecewa pada suaminya.


"Aku benci kamu, brengsek!" teriak Vanes di dalam kamar dan terus terisak menangis.


#######


yuk mampir karya author ini dijamin seru banget nih dan keren ceritanya ..


Sepasang anak kembar yang berharap sang Daddy akan menemukan mereka, dan juga menginginkan keluarga yang utuh seperti yang lainnya.

__ADS_1


Apakah impian dan harapan mereka akan terwujud?



__ADS_2