Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
30. Kecelakaan


__ADS_3

"Aku mohon sama kamu jangan salah paham dulu, ini enggak seperti apa yang kamu bayangkan," lirih Brian pada Nana.


Nana mengerungkan keningnya dan tidak mengerti, kenapa bisa Atasannya berbicara seperti itu pada dirinya. Wanita itu tersenyum menyeringai.


"Ya ampun Pak, kalau emang benar juga enggak apa-apa kok. Lagian aku enggak bakal bilang sama Vanes," ujar Nana.


"Enggak Na, itu si Bella aja yang main nyosor gitu aja. Dia benar-benar kurang ajar!" Brian merasa geram.


"Ck, kamu aja tadi hanya diam kayaknya menikmati deh. Kalau enggak ada aku mungkin lanjut kali mendalami anunya. Harusnya kamu sama aku bukan sama dia! batin Nana menatap kesal atasannya.


"Na, kamu melamun?" tanya Brian.


"Eh, enggak kok Pak. Napa emangnya?" tanya balik Nana.


"Cepat kerjakan berkas-berkasnya tuh, dari tadi belum di sentuh sama sekali."


"Eh iya, Pak, Maaf," Nana cengengesan.


Pria itu segera pergi dari ruangan kerjanya dan memilih untuk menenangkan pikirannya.


'Iss, menyebalkan sekali dia. Awas aja aku aduin sama Vanes. Jangan salahkan aku bila kalian berdua mulai menjauh.' gumam Nana tersenyum menyeringai.


*

__ADS_1


*


Saat Brian kini ada di luar, netranya kini menatap sekumpulan orang berada di depan pintung gerbang perusahaannya.


'Ada apa ya?' Brian merasa penasaran.


Pria itu segera berjalan menuju sekumpulan orang tersebut.


"Maaf, permisi," lirih Brian.


Betapa terkejutnya Brian saat mengenal orang yang kini tergelentak di atas aspal penuh darah di keningnya.


"Bella ...." Brian mengelangkan kepala merasa tidak percaya.


"Ini satpam pada kemana sih? Ada kecelakaan malah dibiarkan begitu aja!" Brian merasa geram.


"Baru aja, Pak. Mobilnya barusan kabur," jawab Abin.


"Oh gitu ya, Pak. Makasih."


Brian segera memangku Bella dan berjalan menuju mobilnya.


"Maaf, Pak ini ada apa ya?" tanya seorang satpam merasa cemas sang pemilik perusahaan memangku seseorang dengan darah yang terus bercucuran di kepalanya.

__ADS_1


"Kalian kemana aja? Lihatlah dia kecelakaan, kenapa membiarkan begitu aja?" tanya Brian sedikit emosi.


"Maaf, Pak tadi kami ada penyuluhan rapat. Sekali lagi saya minta maaf," ucap Pak Edi.


"Ya sudah kalau gitu. Lain kali adalah dua orang yang menjaga keamanan di depan, jangan sampai terulang begini lagi."


"Siap Pak," Pak Edi menundukan kepalanya.


Brian segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.


'Ya tuhan, banyak sekali darahnya? Semoga dia enggak napa-napa.' gumam Brian merasa khawatir.


Pria itu mempercepat laju mobilnya, karena merasa tidak tega melihat wanita yang dulu pernah singgah di hatinya terus mengeluarkan darah.


#Setengah jam sudah Brian sampai di rumah sakit, dengan segera membawa Bella keluar dari mobilnya dan segera melangkah kakinya masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


Para suster yang melihatnya dengan segera membantu Brian dan mereka berjalan menuju ruangan unit gawat darurat.


"Maaf, Pak, tunggu aja disini. Kami akan memeriksa pasien tersebut," ucap Sang Suster saat sudah sampai di ruangan UGD (Unit Gawat Darurat).


"Baiklah Suster," Brian tersenyum.


seorang ahli medis datang menuju ruangan tersebut dan kini Bella sedang dalam penanganan tim medis.

__ADS_1


'Semoga dia baik-baik aja dan enggak mengalami kejadian yang aneh-aneh.' gumam Brian merasa cemas.


Pria itu langsung duduk kursi yang sudah di sediakan disana dan berharap semuanya baik-baik aja.


__ADS_2