
Hari minggu besok adalah hari ulang tahun dik Laras. Teman teman Kak Mita banyak menyarankan untuk mengadakan perayaan. Jadilah sekarang rumah Nisa sedang ramai mempersiapkan acara tersebut.
Ada beberapa yang sedang menulis undangan ulang tahun, Ada juga yang membantu Mama membuat kue ulang sebagai cemilan besok.
Diantara mereka semua ada seseorang yang sedari tadi di perhatikan Nisa selalu menempel di dekat Kak Mita.
Kak Mita sedang menulis undangan Kakak itu akan menulis juga. Atau setidaknya akan memasuklan undangan yang sudah di tulis itu ke amploknya.
Kemudian jika Kak Mita ke belakang Kakak itu juga ikut menemani. Nisa yang sedari tadi memperhatikan tertawa geli melihat tingkah Kakak itu.
Poppy, sahabat Nisa yang melihat Nisa tertawa sendiri pun menyikut Nisa.
"hei ketawa kau sendiri begitu Nisa?"
"tidak. Tidak apa apa."
Tidak mendapat jawaban dari Nisa tetapi Poppy masih melihat Nisa tertawa cekikikan.
__ADS_1
"Tidak kok masih cekikian begitu Nis. Bagi tahu aku apa yang lucu."
"Tidak Pop. Aku hanya heran melihat Kak Mita. Pacarnya lucu. Apa memang begitu ya orang pacaran. Hobbinya mengekori pacarnya kemana mana."
"hush tidak begitu. Mungkin Kakak itu malu. Diakan baru pertama kemari. Bertemu kalian. Mungkin Ia masih kikuk."
Poppy benar juga. Sepengetahuan Nisa Pacar Kak Mita itu temannya Kak Umar. Sedari tadi Kak Umar belum datang.
Tak Lama kemudian datang Kak Umar dan Kak John. Ternyata keduanya sedari tadi mencari speaker dan Mic untuk keperluan ulang tahun Laras esok.
Melihat kak Umar datang langsung Kak Veri, pacar Kak Mita mengambutnya. Kak Veri segera membantu Kak John memasang speaker dan langsung check sound.
Pagi Pagi sekali Nisa sudah di bangunkan Laras. Nampaknya si kecil tak dapat tidur nyenyak semalam.
Laras nampak sibuk mengeluarkan pakaian dari dalam lemarinya.
"Kak Nisa, nanti aku pakai baju apa?" tanyanya sambil memilih milih baju.
__ADS_1
Nampak isi lemari sebagian sudah berpindah tempat. Bercecer kemana mana.
Nisa hanya geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya. Acara masih nanti siang, tapi nampaknya sang putri sudah tak sabar lagi.
Di dapur Mama nampak sedang menguleni bahan tekwan, makanan yang akan di santap para tamu nanti siang. Ada juga berbagai kue basah dan empek empek sebagai pelengkap makan. Semua nampak menggugah selera.
Ketika sedang mandi tak sengaja Nisa mendengar Mama dan Kak Mita membicarakan Kak Veri. Nampaknya mama memang menahan diri untuk tahu siapa pacar Kak Mita. Sepertinya sekarang Mama benar benar sudah tak tahan.
"Mita.. Mama cuma berpesan. kamu jangan terlalu dekat dengan Veri. Mama tidak terlalu suka kalau kamu pacaran. kamu kan masih sekolah. sebentar lagi kamu kelas tiga."
"ih mama. nggak apa lah aku cuma pacaran. nggak juga macem macem ma." Kak Mita santai.
"iya.. cuma mama takut kamu nanti tidak fokus sekolah malah sibuk pacaran. Mana si veri itu anak kuliahan. Kamu nanti di tinggalnya kuliah gimana. bagaimana komunikasinya? kan tidak punya handphone" tanya mama selidik.
"Kalau gitu Mita di beliin hp aja Ma."
"nggak ah. nanti kamu malah galau.liatin hp terus. mama bener benar ingin kamu serius sekolah dulu nak. nanti kamu di ajak Veri nikah muda gimana. aduh nak jangan nikah muda." Mama menasehati
__ADS_1
"ya nggaklah Ma. aku juga mau selesain SMA dulu. belum mau nikah sekarang. tapi kalau sudah tamat SMA, ya nggak tau deh." ujar Kak Mita seraya pergi ke depan menemani Laras memilih baju.
Mama nampak geram melihat tingkah anak sulungnya. tetapi Nisa tahu, Kak Mita hanya bercanda. Kak Mita punya cita cita yang tinggi. pengen jadi dokter. Itu memang sulit. Tetapi Nisa pikir sama sekali tidak ada nikah muda di kamusnya. Tetapi kalau jodoh Kak Mita sudah sampai ketika lulus SMA apa mau dikata.