Jangan Nikah Muda, Nak !

Jangan Nikah Muda, Nak !
Kerja Kerja Kerja


__ADS_3

Setelah selesai di rumah Bu Leha, Nisa bergegas pindah ke rumah Bu Fitri.


Disana tampak sedang ramai.


"Assalamualaikum." Sapa Nisa.


Tak ada sahutan dari dalam. Mungkin karena terlalu berisik suara anak anak kecil yang sedang asyik bermain.


Nisa pun memutuskan masuk lewat pintu belakang.


"Permisi apa Bu Fitri ada?" Nisa bertanya pada seorang wanita berpakaian baby sitter.


"Iya ada, tunggu sebentar."


Wanita itu segera memanggil Bu Fitri. Tak lama kemudian mereka sudah berada di depan Nisa.


"Iya cari siapa dik?" Tanya Bu Fitri.


"Saya Nisa bu. Saya yang mau kerja disini."


"Oh kamu Nisa, Ini rumah ibu lagi rame banget. Mau ada arisan keluarga nanti siang. Nisa sapu sapu belakang saja ya. Sama setrika saja, Ibu tadi sudah nyuci kok."


"Oh iya bu"


"Mari ikut ibu ke dalam. Ibu kasih tunjuk dimana kamu menyetrikanya."


Nisa pun masuk mengikuti Bu Fitri. Setelah mendapat arahan dari Bu Fitri, Nisa segera bergerak cepat mengerjakannya.


Tidak banyak pakaian yang harus Nisa setrika. Jadi Ia cepat selesai. Segera Ia ke belakang mengambil sapu untuk menyapu halaman belakang. Tampak ibu ibu sedang memasak.


Melihat Nisa ingin menyapu, seorang Ibu menghentikannya.

__ADS_1


"Lo Lo Lo jangan nyapu disini dik. Kotorannya masuk, Ibu Ibu lagi masak." Larangnya.


"Aduh maaf Bu. Nisa tidak tahu. Tapi disuruh menyapu disini. Nisa cuma mengerjakannya." Aku Nisa.


"Kenapa Nis?" Tiba tiba Bu Fitri datang.


"Lo jeng Fitri kok nyuruh nyappu disini. kan lagi masak"


"Duh maaf jeng. Kirain belum pada masak disini. Ya udah Nisa ikut ibu saja." Bu Fitri segera mengajak Nisa ke dalam lagi.


"Maaf ya Nisa. Lagi ribet Ibu nih. Kamu makan dulu aja yuk". Ajak Bu Fitri ramah.


Nisa hanya menurut dan ikut makan dengan Bu Fitri.


"Nisa tinggal dimana? Masih sekolah?" Bu Fitri mengajak Nisa makan sambil ngobrol.


"Tinggal sama Wak Ujang bu. Tahun ini Nisa mau stop dulu. Mau cari uang dulu saja."


"Ibu saya?" Nisa keheranan.


"Iya kata Bu Ning, Ibu kamu baru saja meninggal. Ayah kamu pergi entah kemana. Begitukan?"


"Eh.. ii.. iya " Nisa bingung harus menjawab apa.


Setelah selesai makan, Nisa malah disuruh pulang oleh Bu Fitri.


"Kamu pulang saja ya. Besok ke sini lagi. Ini upah.kamu Tiga puluh ribu."


"makasih Bu."


Nisa segera pamit. Dalam hatinya bertanya tanya kebohongan apa yang sudah di ceritakan Uwak Ning pada Bu Fitri.

__ADS_1


Nisa terus berjalan, tak terasa kakinya sudah berada di depan rumah Pak Budi.


Di depan rumah tampak Isteri pak Budi sedang menyapu.


"Permisi bu.. Saya Nisa yang mau kerja disini."


"Duh kamu baru datang sudah siang begini. Saya sudah nyapu nih jadinya."


"Maaf bu."


"Besok besok lebih pagi ya. Udah jam sembilan begini mestinya sudah beres. Buruan ke belakang." Kata Buu Budi galak.


Nisa segera berlari kecil ke belakang. Melihat tumpukan piring kotor dan pakaian kotor Nisa bergegas mencucinya. Menghidupkan air dan mengisi air ke mesin cuci. Sambil menunggu pakaian di mesin cuci, Nisa mengerjakan piring kotor. Mencuci dan membilasnya dengan cepat.


"Kamu kerja dimana saja selain sama saya?" Tanya Bu Budi sambil memotong sayuran. Nampaknya Ia akan segera memasak.


"Di tempat Bu Leha dan Bu Fitri Bu." Jawab Nisa sambil menyusun piring.


"Oh..banyak juga. Besok besok kesini dulu ya. Saya nggak suka liat piring kotor banyak gitu pas mau masak."


"Iya bu."


Nisa pun berlalu membilas pakaian. Dengan segera Ia mengeringkan pakaian lalu menjemurnya.


Setelah selesai.


"Bu apalagi yang saya kerjakan?"


"Ngepel gi sana. Abis itu setrika. Udah disiapin diruangan yang itu. Disana tempat setrika, kalau sudah kamh masukin ke box itu. nanti saya yang susun ke lemari."


"Baik bu"

__ADS_1


Nisa pun bergegas mengerjakan pekerjaannya.


__ADS_2