
Hari ini Nisa dan saudara saudaranya sedang mengunjungi calon rumah baru mereka. Tak terlalu luas pun tak juga sempit. Hanya rumah sederhana berukuran 10 x 6 meter. ada dua buah kamar tidur. Tetapi rumah itu baru beratap saja. Kamar mandi belum siap. Lantai pun belum. bahkan pintu dan jendela pun belum di pasang. Perlu begitu banyak perbaikan.
Jadilah mereka bertiga membantu Mang Ujang, kepala tukang mengecat rumah. Kemarin mereka baru selesai memplaster semua bagian dinding rumah.
sementara itu di bagian depan nampak beberapa teman Kak Mita membantu menggali sumur. Sedari kemarin mereka ikut lembur membantu agar rumah ini segera layak untuk keluarga Nisa tempati.
hampir sepuluh hari baik teman, keluarga ikut membantu perbaikan rumah Nisa sampai akhirnya hari sabtu ini Nisa dan keluarganya bersiap untuk pindah. Nampak di rumah kontrakan Nisa dan Dik Laras tengah mengepak barang barang mereka.
Kemudian terdengan seseorang mengucap salam. "assalamualaikum Des... Desi"
"waalaikumsalam" Nisa pun melihat ke depan membukakan pintu untuk si tamu.
ternyata yang datang adalah Istri pemilik kontrakan dan cucunya.
__ADS_1
"oh Kajut, masuk Jut.. Dewi ayo masuk" ahak Nisa mempersilahkan tamunya masuk.
"mana Mama Nisa?"
"mama sedang beres beres rumah di sana Jut."
"oh kalian jadi pindah ya?"
"iya Jut. mungkin nanti malam atau sore ini mulai di angkut barang barangnya."
Nisa hanya bengong mendengarnya. Ada rasa keheranan di benaknya. Tetapi Nisa ragu menimpali. Ia pun hanya terdiam mendengarkan Istri Nenek Ali berbicara. Sesekali Nisa melempar senyum menanggapi.
Nampaknya Nenek Ali bercerita bahwa Mamanya akan membeli rumah Nenek Ali. Padahal Nisa sudah tahu rencana Nenek Ali. Syukurlah Mama sudah lebih cepat bergerak. Entah apa jadinya jika orang di hadapannya ini mengetahui kebenarannya.
__ADS_1
selesai dengan obrolannya istri Nenek Ali pun berpamitan pulang. Nisa pun melambaikan tangan pada Dewi. Mereka teman di TPA.
Tak lama kemudian pintu dapur di ketuk. Dik Laras yang membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Kak Mita dan beberapa temannya. ada Kak Adit, Kak John, Kak Yudit, Kak Umar dan masih banyak lagi.
Mereka semua mulai membawa barang barang untuk di angkut ke rumah baru. Mobil pindahan nampaknya belum di dapat. Jadilah Nisa dan teman teman Kak Mita mengangkat barang barang yang bisa di bawa berjalan kaki. Jaraknya tidak terlalu jauh. hanya berjalan lima sampai sepuluh menit sudah sampai.
Nampak dirumah baru Mang Ujang sedang memasang jendela di ruang tengah. pintu jendela semua sudah di pasang trali besi. maklum Mama Nisa harus waspada terhadap apapun. Ia sekarang faham betul bahaya apa yang sedang mengintainya.
Beberapa waktu kemudian sebuah mobil nampak berhenti di pintu belakang rumah. Ternyata mobil yang biasa di pakai untuk Mama berjualan. Om Tan, si supir dengan senang hati meminjamkan mobilnya untuk Nisa dan keluarga pindahan rumah.
Dengan mobil ini proses mengangkat barang barang pun cepat selesai. Malam nanti Nisa pun sudah bisa tidur di kamar baru dengan Kak Mita.
Sungguh pencapaian yang luar biasa, mengingat betapa sang Papa sudah lama.menginginkan memiliki rumah hunian sendiri.
__ADS_1
"sekarang mimpi Papa terwujud Pa. Ini adalah rumah baru kita. Sayang Papa tak lagi ada di sini. Semoga Allah mengampuni semua salah dan khilafmu Pa, Semoga Allah menempatkan mu si surga bersama orang orang soleh Pa." Lirih Nisa sambil menatap kamar barunya.