Jangan Nikah Muda, Nak !

Jangan Nikah Muda, Nak !
Ikut Kak Siska


__ADS_3

Nisa bingung harus cerita atau tidak dengan Kak Siska. Nisa bukanlah orang yang mudah cerita pada orang lain. Tetapi diam saja saat ini bukanlah solusi.


"Nisa di fitnah sama Uwak Kak. Nisa di tuduhnya mencuri. Padahal sumpah kak Nisa sama sekali tidak mencuri apapun." Nisa mulai buka suara.


"Lantas kenapa kamu membawa tas besar ini Nis? Apa kamu kabur?" Siska bertanya sambil mengelus jilbab Nisa yang sudah tidak lagi miring itu.


Nisa menggeleng cepat, "Bukan Kak, Nusa bukan kabur. Tapi di usir Uwak Kak." Nisa menunduk.


Kemudian melanjutkan, "Semalam, Uwak kehilangan cincinnya. Entah bagaimana cincin itu ketemunya di tas Nisa. Nisa benar benar nggak mencuri apapun Kak. Terus tadi pagi juga, Uwak kehilangan uang. Jadilah Nisa lagi yang di tuduh Kak." wajah Nisa mulai mendung.


"Kakak percaya kamu bukan pencuri Nis, Kamu yang sabar ya. Kakak yakin Allah tidak akan tinggal diam melihat hambaNya di fitnah seperti ini. Kamu harus yakin cepat atau lambat kebenarannya pasti akan terlihat seterang terangnya." Siska menenangkan Nisa.


Nisa mulai tersenyum mendengar penuturan Siska. Nisa pun berpikiran sana seperti Siska.

__ADS_1


"Makasih kak"


"Iya, Lantas setelah kerja nanti kamu mau kemana. Tadi kamu sudah absen belum?"


"Sudah kak kalau absen. Aku belum ada tujuan Kak. Ada Wak Nga, Kakaknya Wak Ujang. Hanya saja rumahnya terlalu jauh dari pabrik kak. Aku nggak tau mesti kemana. Mau mengontrak juga belum ada kak dananya. Aku kerja juga baru."


"Kalau kamu mau kamu bisa ikut kakak nanti ke kontrakkan kakak, bagaimana?" Siska tersenyum, Kemudian melanjutkan "Kontrakkan kakak kecil, cuma lumayan lah untuk kita berdua. Kemarin kakak sama adik cuma adiknya kakak sudah pulang kampung. Jadi sekarang kakak sendirian. Kamu mau ikut kakak?"


"Jangan Nis, di pabrik ada pekerja malemnya. Mana yang kerja laki laki semua. Bukannya berburuk sangka. Tapi kalau ada tempat lain mending di tempat lain aja Nis."


"Iya Kak."


"Ya sudah mending kita kerja sekarang. Kamu cuci muka dulu sana. Nggak usah keliling dulu. Temenin Kakak packing saja. Nanti kakak bilang ke Pak Gun kalau kamu lagi nggak fit. Ya?"

__ADS_1


"Iya Kak. Aku juga rasanya nggak kuat kalau harus keliling. Maksih banyak ya Kak."


"Sama sama Nis. Udah sana cuci muka dulu. Kakak tunggu di tempat packing ya."


"Oke Kak. Aku simpen tas besar ini dulu deh." Nisa sekarang sudah mulai banyak tersenyum setelah mendapat solusi.


Beruntung sekali Nisa bertemu Siska pagi ini. Jika saja Siska tak ke loker wanita mungkin Nisa hanya akan berbaring di loker sepanjang hari ini.


Pak Gun juga bukan Boss yang galak dan ketat. Pak Gun memberi kelongggaran jika karyawannya tak enak badan. Daripada Karyawannya harus cidera saat bekerja. Tetapi Pak Gun juga tidak akan tinggal diam jika karyawannya berbohong atau berpura pura sakit agar tidak bekerja.


setelah Nisa mencuci muka segera disusulnya Siska keruang packing. Tampak siska sedang menghitung jumlah roti.


Dengan sigap Nisa segera membantu Siska mengangkat roti roti itu ke box sepeda pengantaran. Tubuhnya yang terasa lemas tadi sekarang sudah teras pulih kembali.

__ADS_1


__ADS_2