Jangan Nikah Muda, Nak !

Jangan Nikah Muda, Nak !
POV Niko


__ADS_3

POV Niko


Jam menunjukkan pukul tiha pagi. Tetapi dirumah Niko sudah terdengar kegaduhan.


Papa Niko baru pulang fajar ini, entah dari mana. Mamanya yang bertanya malah kena damprat Papa. Merasa tak bersalah apa apa Mama Niko malah balik marah.


"Orang bertanya dari mana kenapa naru pulang malah nampar nampar. Mama salah apa Pa?"


"Salah? Salah kamu banyak. Tidak usah ikut campur urusanku. Masih bagus Aku ingat jalan pulang." Jawab Papa Niko sengit. Tercium bangun alhokol yang cukup menyengat dari mulutnya.


Sudah berapa hari ini Papa Niko selalu pulang Fajar. Terkadang malah Papanya kesiangan dan tak bekerja. Beruntung Papa Niko bekerja di perusahaan kerabatnya sendiri. Jika tidak sudah lama Ia pasti di pecat.


Sikap Papa Niko juga berubah jadi sengit, tempramental, bahkan terkesan tak peduli dengan Niko apalagi Mamanya. Beruntung sang Mama memiliki butik miliknya sendiri. Jadi sehari hari Mama Niko sibuk di butik.


Niko yang masih nengantuk terbangun karena suara berisik dari lantai bawah. Kamarnya yang ada di lantai dua sampai terdengar keributan dari bawah. Di dengarnya suara Mamanya menangis di bawah.


Niko masih dikamar. Ragu ragu ingin keluar. Sudah berapa kali Niko mendengar Mamanya menangis, Tetapi kali ini terdengar suara barang barang yang di banting. Terdengar seperti piring atau gelas. Niko takut Mamanya terluka, bergegas Niko turun ingin melihat Mamanya.


Sampai Di lantai bawah segera Niko mencari Mamanya. Dicarinya di dapur, ternyata tidak ada. Yang ada cuma piring dan gelas yang sudah berhamburan. Ada noda kopi dan gula di lantai, juga nasi dan lauk yang tumpah berserakan di lantai dapur.


Berlari Niko ke kamar Mamanya yang berada di depan, didekat ruang tamu. Ruang tamu tak kalah semrautnya. Puntung rokok dimana mana. Ada bekas botol minuman keras di sana. Bantal yang biasanya tersusun rapi dikursi malah sudah turun di lantai. Vas bunga yang biasa tertata rapi malah sudah pecah. Bunga hias sudah di lantai.


"Ma.. Ma.. " Panggil Niko.


Suara tangisan tadi sudah tak terdengar. Niko tadinya ingin membuka pintu kamar Mamanya, Tetapi Niko mengurungkan niatnya begitu mendengar suara erangan dan desahan dari kamar itu.


"Mungkin sudah tidak apa apa." batinnya.


Ternyata Niko salah mengira. Di dalam bukan Mamanya, Melainkan Wanita lain. Wanita yang akhir akhir ini merubah sikap sang Papa.

__ADS_1


Niko segera menjauh dari pintu kamar Mamanya. Bergegas Niko ke dapur, membereskan dapur. Membuang semua serpihan pecahan piring dan gelas. Niko memang ada pembantu. Tetapi kemarin pembantunya izin pulang sebentar. mungkin besok atau lusa baru pulang.


selesai di dapur, Niko bergegas ke ruang tamu. Di bereskan semuanya. Ketika sedang asyik beberes, Terdengar suara cekikikan dari kamar. Niko mulai curiga karena suara wanita itu bukan suara Mamanya.


Tak lama kemudian Papanya keluar dari kamar bersama wanita itu. Niko dan Papanya sama sama terkejut.


"Apa apaan ini Pa?" Teriak Niko lantang. Tak disangkanya ternyata sang Papa bersama wanita lain di kamar Mamanya.


"Diam kamu. Tidak usah ikut campur."


"Hah!! Berani beraninya Papa bawa wanita lain kerumah. Kekamar Mama lagi. Di mana Mama Pa? Dimana?" Niko berteriak lantang.


"Diam kamu anak kecil! Urus saja Mamamu yang tak berguna itu."


Papa Niko malah acuh tak acuh dengan Niko. Papanya malah duduk di kursi sambil merangkul wanitanya.


Niko segera mencari Mamanya ke kamar. Tetapi tak di jumpainya. Di carinya juga ke kamar mandi tetapi tak juga ada Mamanya disana.


"Kamu.. Keluar dari rumah ini." Niko menarik.lengan wanita yang tengah duduk disisi Papanya.


"Apa apaan Niko? Dia itu wanita Papa. Kenapa kasar begitu?" Papanya melerai tangan Niko.


"Pa.. nggak sepantasnya Papa membawa wanita ini kemari. Kalaupun Papa mau menikah lagi, silahkan Pa. Tapi jangan bawa ******* ini kemari." Tunjuk Niko kasar pada wanita itu.


"Jangan kurang ajar kamu Niko. Kamu yang harusnya pergi. Keluar sana." Papa Niko mengusir Niko kasar. Mendorong tubuh Niko keluar rumah.


Wanita simpanan Papa Niko itu hanya diam.menyilangkan tangannya. Mungkin memang ini yang di tunggunya.


Tetapi bukannya keluar, Niko malah masuk lagi dan balik menyeret wanita tadi keluar. Melihat aksi saling seret itu, Papa Niko tak tinggal diam. Di cengkramnya tangan Niko hingga pegangan tangan ke wanita tadi terlepas. Terlihat wanita itu kesakitan. Papa Niko lalu menampar Niko.

__ADS_1


"Pergi kamu. Keluar!"


Kali ini Niko mengalah. Pergi ke atas mengambil beberapa pakaian dan barang lainnya. Tak lupa menyambar kunci mobil. Mobilnya dari sang Mama. Jadi Papanya tak berhak mencegat Niko membawa mobilnya.


Meskipun baru menginjak kelas 1 SMA tetapi Niko sudah diberikan mobil. Tetapi tetap dengan pengawasan, terkadang juga Niko pergi dengan supirnya. Tetapi supirnya itu tidak ikut tinggal dengan Niko.


Segera Niko melajukan mobilnya, meninggalkan halaman rumah mewah itu. Nampak wanita tadi tersenyum puas sambil bergelayut mesra dengan Papa Niko.


Niko yang melihat dari spion tampak geram. Niko sampai memukul stir mobil.


"Aaaarggggghhh....." Pekikinya.


Pikirannya begitu tak karuan karena ulah Papanya. Sedangkan Mamanya entah ada dimana sekarang. Tetapi tadi ketika.keluar rumah Niko tidak melihat mobil mamanya di garasi. Kemungkinan Mamanya juga sudah pergi dari rumah itu.


Niko tak tentu arah kendak kemana. satu satunya keluarganya yang lain adalah Om Gunawan. Adik Mamanya. Tetapi sudah sering sekali Niko merepotkan Oomnya itu, membuatnya merasa sungkan.


Jadi Niko melajukan mobilnya ke arah lain. Niko memilih stop sebentar di depan atm. Menarik cukup banyak uang di atmnya.


Untuk jaga jaga saja. Bisa saja Papa menutup atmnya, bahkan memblokir kartu kreditnya. Mengingat semua itu biasanya Papanya yang memberi tiap akhir bulan.


setelah dari atm, Niko melajukan mobilnya ke sebuah kosan. Rumah salah satu teman sekolahnya, Akbar.


"Tok... tok... tok... Bar, buka.. ini aku."


Tak lama kemudian pintu terbuka.


"Ooh Niko, darimana subuh subuh begini. Ato masuk."


Akbar teman karib Niko, sedikit bamyak Akbar sudah tau masalah keluarganya Niko akhir akhir ini.

__ADS_1


"Masuk dan istirahatlah." Ujar akbar. Nampak Ia tak ingin memaksa Niko langsung bercerita apa yang terjadi.


"Aku akan istirahat sebentar, dan ada baiknya aku besok tak usah sekolah dulu. Akan ku temui Om Gun di pabriknya besok pagi saja." Batin Niko seraya memejamkan matanya sekejap.


__ADS_2