
Hari masih jam 10.30 Pagi dan Nisa sudah menyelesaikan semua pekerjaannya. Nisa berencana ke pabrik roti. semoga Pak Gun masih mau memperkerjakannya.
Pabrik nampak ramai dengan kesibukannya. Ada yang sedang packing. Ada yang sedang mengadon serta memanggang. Ada juga yang sudah siap mengantar.
Nisa tampak celingak celinguk mencari Pak Gun. Tetapi Ia tidak menemukannya.
"Pak Gun kemana ya? Batinnya.
"kamu cari siapa?" Tiba tiba seorang pemuda sebaya Nisa menegur Nisa yang mampak kebingungan mencari Pak Gun.
"Oh..maaf saya mencari Pak Gun?" Jawab Nisa.
"Pak Gun sedang pergi, Ada perlu apa?"
"Saya kemarin sudah janji akan bekerja hari ini."
"Mau kerja kenapa telat? Sudah siang begini?" Nisa nampak terkejut Pemuda di depannya mengomelinya datang terlambat.
"Siapa sebenarnya Orang ini. kok malah marah marah? Apa dia orang penting disini?" gerutu Nisa dalam hati.
"Maaf saya tadi ada keperluan. Karena itu Saya mencari Pak Gun apa beliau menerima jika saya datang jam seperti ini jika bekerja?" Akui Nisa
"ckck.. Kamu itu niat kerja tidak? Oh iya Apa kamu tidak sekolah?"
"Maaf saya hanya ingin bertemu Pak Gun, Jika Beliau tidak ada sebaiknya saya menunggu di depan saja." Nisa melangkah pergi.
"Hei tunggu..."
__ADS_1
Pemuda nampak bersejajarkan langkahnya dengan Nisa.
"Om sedang pergi membeli alat perbaikan. Jika kah mau aku akan menelponnya." Pemuda itu nampak melunak.
"Oh ya siapa nama kamu?"
"Nisa"
"Saya Niko" Niko mengulurkan tangannya.
Nisa mengambil uluran tangan Niko dan.menjabatnya.
"Tunggu sebentar akan Ku telpon Om Gun."
Niko nampak sedikit menjauh. Kemudian berbicara di telpon. Tak lama kemudian Ia mematikannya dan mendekati Nisa.
"Om Gun segera kembali ke pabrik. Mungkin Ia sudah di perjalanan."
Tak lama berselang, sebuah mobil memasukki area parkir pabrik. Seorang Pria keluar dari mobil
"Nah itu Om sudah kembali." Niko menunjuk ke arah Pak Gunawan.
Setelah menurunkan barang barangnya, Pak Gun menghampiri Nisa dan Niko.
"Sudah lama Nis?" Sapanya pada Nisa.
"Belum lama kok Pak."
__ADS_1
"Jadi bagaimana? Kenapa kamu kesiangan? Apa kamu sudah ke sekolah dulu tadi?" Pak Gun bertanya bertubi tubi.
"Tidak pak sebenarnya tadi Nisa disuruh Uwak kerja bantu bantu dirumah orang dulu. Jadinya kesiangan begini."
"oh begitu, Jadi apa kamu batal kerja disini?
"Tidak pak, Saya justru mau. Tapi ya itu tadi... Saya pagi kerja dulu baru kemari."
"Apa kamu tidak lelah? Kalau seperti itu kamu tidak bisa sambil sekolah."
"Saya tidak bisa menolak kata Uwak pak, Saya memang berencana tahun depan lanjut sekolah lagi."
"Ya sudah kamu coba beberapa hari, kita lihat perkembangannya, Saya tidak mau kamu kelelahan bekerja. Kalau sudah banyak kerja di tempat lain kamu tidak usah masuk saja. Saya bisa kena masalah kalau terlalu memaksakan pekerjaan ke kamu"
"Maafkan saya Pak jika Saya jadi merepotkan Bapak."
"Ya sudah tak apa, Kamu masuk dulu ke dalam. Ganti sama seragam pabrik. Hari sudah terlalu panas untuk keliling ke toko atau warung. Kamu bantu didalam saja."
Nisa pun segera masuk dan menghampiri loker tempat karyawan dan bergegas mengganti pakaiannya dengan seragam yang sudah tersedia. Nisa hari ini membantu bagian mengadon bahan. memasukkan telur gula dan gendum.
Tampak Bu Ayu sedang mengajarinya cara mengadon bahan roti.
"Kamu ngapain disini?" Tiba tiba Pak Gun menegur Niko. Ternyata Niko asik memperhatikan Nisa dari kejauhan.
"Nggak kok Om. Hanya mampir."
"Kamu nggak sekolah?"
__ADS_1
"Libur Om." Niko cengegesan.
"Libur terus serial hari. Ayo ikut Om. Mama mu pasti mencarimu. Kau kabur dari rumah ya." Pak Gun mengamit lengan Niko dan mengajakkan keluar ruangan tempat Nisa mengadon roti.