Jangan Nikah Muda, Nak !

Jangan Nikah Muda, Nak !
Kak Yudit di Terminal ?


__ADS_3

Nisa sudah siap dengan ranselnya. Nisa tidak membawa banyak barang hanya beberapa potong pakaiannya saja.


Sebelum ke terminal Nisa menyempatkan diri untuk ke pusaran Papa. Mengirimkan surah al_fatiha untuk Papa dan menabur bunga di pusaran Papa.


Setelah selesai Nisa pun naik ojek menuju terminal.


langkahnya sudah mantap akan pergi ke Palembang tempat Uwak. Ada dua Uwak di Palembang. Nisa bisa tinggal disana. Bisa juga Ia cari kerja dan mengontrak rumah sendirian. Tahun depan Ia bisa lanjut sekolah lagi. sudah begitu banyak rencana yang menari nari si kepalanya.


Masih sekitar satu jam lagi mobil berangkat. Nisa memutuskan berkeliling mencari makan. Hari sudah siang dan Ia belum makan. "Rasanya sudah lapar sekali perutku" Ujar Nisa sambil memegang perut nya.


Nisa masuk ke sebuah warung nasi dan memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang, Nisa celingak celinguk melihat sekeliling.


Nisa takut jangan jangan ada yang melihatnya di terminal. Bisa gagal misinya ke Kota.


"Ini Neng makanannya."Ujar penjual warteg membawakan Nisa nasi, lauk dan segelas air putih.


"Makasih Bu"


Nisa pun segera makan dengan lahap. Sedang asyik menyantap makan siangnya tiba tiba Nisa di kejutkan oleh seseorang yang memegang pundaknya.


"Nis.. kenapa makan disini? "


Ternyata itu Kak Yudit. Bukannya menjawab, Nisa malah melongok melihat kak Yudit malah ikut memesan kopi di warung itu.


"Lo.. kok melongo gitu. Ayo habiskan makanmu Dik." Tegur Kak Yudit.

__ADS_1


"Iya kak, Kakak ngapain disini?" Tanya Nisa sambil menyuap nasinya.


"Abis nganter lemari ke pelanggan." Ujar Kak Yudit sambil menyeruput kopi pesanannya.


"oh" Ujar Nisa singkat.


"Udah makan dulu. habiskan makannya." Kak Yudit pun mengambil aneka gorengan dan empek empek.


Selesai makan mereka pun melanjutkan pembicaraan tadi yang belum selesai. Sebenarnya Nisa ingin segera ke loket mobil, takut kalau mobil sudah siap berangkat. Tetapi Nisa mengurungkan niatnya.


"Nis.. kamu sebenarnya kenapa ke terminal? nggak mungkin kan kamu sengaja ke terminal cuma buat makan saja?" Kak Yudit bertanya.


Nisa hanya diam memainkan ujung bajunya.


"Mau kemana dik, pergi sendiri nanti kamu malah kenapa kenapa pula. Atau kamu mau kakak antar?" tawar kak Yudit.


"nggak apa apa Kak, biar aku pergi sendiri. Aku sudah pernah kok kesana aku ingat dan hafal jalan."


"kesana kemana? "


Nisa pun akhirnya menceritakan semuanya, tentang kejadian semalam yang Ia akan.di nikahkan dengan Arif dan rencananya pergi ke Palembang tempat Uwak Ujang.


"Kamu aneh aneh saja Nisa. Nggak mungkin lah Mama berpikir seperti itu." Kak Yudit tertawa sambil mengacak rambut Nisa.


Nggak mungkin gimana Kak? Mama tu nggak adil. Nggak sayang sama Nisa." Mata Nisa mulai berkaca kaca.

__ADS_1


"Kamu boleh pergi, Kakak nggak melarang Kamu. Tapi kamu bawa hp kakak ya. biar kakak bisa tahu kamu kemana.oke?" Kak Yudit menawarkan HP nya.


"Tenang aja, Kakak ada dua HP kok. lumayan buat sms atau telpon. Dua dua nya sama, cuma bisa telpon dan Sms aja Nis. Kamu mau yang mana? " Kak.Yudit kembali menawarkan hp ny.


Mau tak mau Nisa pun mengambilnya..Kak Yudit pun mengajari Nisa cara menggunakannya.


"Makasih banyak ya Kak. Nisa mau ke loket mau lihat mobilnya, takut nanti ketinggalan mobil. Mama udah beli tiket lagi." Ujar Nisa sambil nyengir kuda.


"Kakak temani Nis."


Mereka pun berjalan masuk ke terminal. Benar saja mobil yang akan membawa Nisa ke Palembang sudah siap berangkat. Nisa pun berpamitan pada Kak Yudit.


"Kak Nisa pergi dulu ya."


"iya Nisa." Kak Yudit memegang tangan Nisa membuat Nisa menghentikan langkahnya.


"Ya kak."


"cepet pulang ya, jaga diri Nisa baik baik. Nanti Kalau sudah gede Nisa jadi istri kakak ya" Kak Yudit tersenyum sambil terus memegang tangan Nisa.


Nisa hanya diam salah tingkah di perlakukan begitu oleh Kak Yudit. Ia tak menduga Kak Yudit akan mengatakan itu.


"Ya sudah sana naik. nanti ketinggalan mobil".


"iya Kak. Bye Kak." Nisa pun melambaikan tanagn pada Kak Yudit dan segera masuk mobil. Mobil pun meluncur meninggalkan kota Muara Enim.

__ADS_1


__ADS_2