Jangan Nikah Muda, Nak !

Jangan Nikah Muda, Nak !
Kamu harus kerja


__ADS_3

Pagi pagi sekali Nisa sudah bangun. Ia segera mandi dan sholat subuh. Setelah itu Nisa segera ke dapur. Membantu mencuci piring. Belum ada anggota keluarga Uwak Ujang yang bangun. Hanya ada Uwak Ujang yang masih tertidur di depan tivi dengan tivi yang masih menyala.


"Sudah bangun kamu Nis?" sapa uWak Ujang tiba tiba yang sudah berada di belakangnya.


"Iya Wak. Wak mau kopi?". Tawar Nisa.


"boleh lah." Uwak Ujang segera mencuci muka kemudian duduk di meja makan.


"Nis, kamu beli nasi uduk dan gorengan ke depan ya. Uwakmu jarang masak sarapan kalo pagi. Ini uangnya. Beli enam bungkus ya. Jangan Lupa tempe goreng sama tahu tmya." Uwak Ujang menyodorkan beberapa lembar uang pada Nisa.


Nisa pun bergegas ke depan mencari tukang jual nasi uduk. Ternyata tak seberapa jauh dari rumah Uwak memang ada penjual nasi uduk. segera Nisa memesan sesuai pesanan uWak Ujang.


Begitu Nisa kembali ternyata Edo dan Rio sudah bangun dan mandi. Nisa pun segera menyajikan nasi uduk dan gorengan ke atas meja.


Pukul enam tiga puluh, rumah Uwak Ujang sudah sepi. Rio, Edo dan Putri sudah pergi ke sekolah. Tetapi meski anak anaknya sudah berangkat sekolah Uwak Ning masih saja.belum keluar kamar.


"Apa Uwak sakit ya?" pikir Nisa.


Tak ingin menduga duga Nisa pun melanjutkan pekerjaannya. Menghidupkan pompa air dan mencuci pakaian. Beruntung di rumah Uwak sudah ada meaun cuci. Jadi Ia tak perlu repot menyikat. Tampak pakaian kotor sudah menumpuk. Mungkin sudah beberapa hari tidak di cuci.


Selesai mencuci, Nisa melanjutkan menyapu. Setelah semua beres, Nisa pun mendekati uWak Ujang yang sedari tadi sedang memperbaiki motornya.


"Uwak mu belum bangun Nis?"


"belum Wak"


"Biarlah. Uwakmu itu memang suka sekali bangun siang. Anak anak sekolah pun tak terurus." Keluhnya sambil terus mengotak atik motor.


Nisa hanya tersenyum menimpali.


"Uwakmu itu sedikit cerewet. Tapi dia baik.semoga kamu betah disini ya."

__ADS_1


"Wak mau ke kantor nanti, mau lihat berangkat tidak mobil hari ini. Kamu di rumah saja."


"Iya Wak."


Wak Ujang pun segera membersihkan diri, motornya pun sudah menyala sekarang. Wak Ning juga sudah bangun rupanya.


Waj Ning tersenyum melihat rumahnya telah rapi.


"bisa beres beres juga kau rupanya Nis?" ujarnya pada Nisa yang masih duduk di beranda depan rumah.


"Iya Wak." Nisa pun segera mendekat dan mencium punggung tangan Uwaknya. Sudah lama mereka tak bertemu.


"Kamu mau apa disini?" Tanya Wak Ning ketus.


Nisa nampak terkejut mendengar suara uWaknya jadi ketus. Belum sempat Nisa menjawab Uwak Ujang sudah keluar, Nampaknya Ia akan segera pergi.


"Wak berangkat dulu Nisa. Kalo perlu apa apa minta sama Uwakmu ya."


"dik titip Nisa ya." Ujarnya.


"Kalau mobil jadi berangkat Uwak langsung pergi ke Baturaja Nisa. mungkin Lusa baru kembali. Ini beberapa rupiah untuk kebutuhanmu." Uwak menyodorkan beberapa rupiah pada Nisa.


Melihat itu wak Ning segera melengos masuk.


"Huuh belum apa apa sudah ngasih duit." gerutu wak Ning.


"Tidak usah wak. Nisa masih ada Uang." Nisa enggan menerimanya.


"Sudah simpan saja. Uwak pamit Ya. Yang betah disini sama Uwakmu ya."


Wak Ujang pun berlalu dengan motor tuanya.

__ADS_1


Nisa segera masuk. dilihatnya Wak Ning masih cemberut sambil menatap televisi.


"Nisa sini kamu.."


"Ya Wak."


"sebenarnya ada apa kamu kemari, Apa kamu minta di sekolah kan Uwakmu disini?"


"Bukan Wak. Bukan itu."


"Kamu lihat sendiri Nis, Uwak disini juga sedang sulit. Tidak bisa menampung kamu disini. Apalagi jika harus menyekolahkanmu pula. Uwak tau, tempo hari Uwakmu menyuruh kamu sekolah disini. Tetapi kamu mesti tau, ekonomi Wak juga sulit. Mamamu enak masih ada gaji Papamu tiap bulannya." Wak Ning mulai mengeluh.


Nisa hanya diam menunduk. Ada rasa menyesal mengapa pergi dari rumah.


"Kamu harus kerja Nisa. Jangan diam saja dirumah. Kalau mau sekolah mending tahun depan saja. Sekarang kamu kerja saja. Mau?"


"Iya wak. Nisa mau."


"ya sudah nanti wak carikan kerja. Tapi kamh jangan bilang uwakmu ya."


"ya wak"


"nanti kamu kerjanya kalau Uwakmu sudah pergi kerja. kalau Uwakmu libur kamu juga libur. Uwak tidak mau Uwak Ujang jadi marah marah. Kamh juga jangan bilang kalo saya yang menyuruh kamh kerja. Paham kan?"


"Iya wak"


"kamu ini Iya Iya saja. Bisa masak tidak? Ada ikan di kulkas, kamu masak pindang tempoyak bisa? jangan pedes pedes, Putri tidak bisa makan pedas. Sayur kangkungnya kamu tumis saja. Jangan lupa bikin sambel ya." perintah Uwak.


"Semua ada di kulkas Nis..Uwak mau pergi dulu."


Wak Ning pun bergegas pergi dan Nisa segera memasak sesuai perintah Uwaknya.

__ADS_1


__ADS_2