Jangan Nikah Muda, Nak !

Jangan Nikah Muda, Nak !
Eps 27


__ADS_3

Nisa sudah mengantarkan di tiga toko pagi ini, ketika tiba tiba sebuah sepeda motor menghentikan laju sepedanya.


"Siapa orang ini?" Batinnya


Motor itu tetap tak bergeming dari depan sepeda Nisa, toko keempat ada di seberang jalan, Nisa pun lebih memilih turun dan membelokkan sepedanya dari motor penggangu itu.


Tetapi lagi lagi motor itu menghalangi. Nisa tak tau siapa orang di balik helm itu. Wajahnya tertutup helm dengan rapat. Sedangkan tubuhnya terbalut jaket tebal.


Merasa tak ada urusan dengan penggangunya lagi lagi Nisa menghindar dan membelokkan ke arah lain. tapi masih saja motor itu menghalangi.


"Heh, kamu itu siapa? Ngapain ganggu saya, saya mau ngebrang." Nisa mulai menegur pengguna sepeda motor itu.


Tetapi lagi lagi pengendara motor itu hanya diam tak mengizinkan Nisa melanjutkan perjalanannya.


Melihat jalannya terus di halangi Nisa benar benar kesal. Nisa pun turun dan mencoba membuka helm si penggendara motor. tetapi orang di balik helm itu menghindar.


"Heh, jangan usil ya. Aku mau nyebrang. Awas kalo berani ganggu lagi, ku kempesin motor mu." Ancam Nisa.


Kali ini berhasil, si penggendara sepeda motor itu tak menghalangi jalan Nisa lagi. Nisa jadi leluasa menyebrang. Nisa menuju toko "Anggi".


"Permisi... Roti Gunnya Bu." Panggil Nisa.


"Ya" Jawab seseorang dari dalam.


Seorang pria keluar, "Beli sedikit saja dik, rotinya masih ada. Nah ini sekalian return ya. Udah berjamur. Ada tiga." Kata Pria pemilik toko.


"Baik Pak" Nisa menulis pesanan lalu mentotalkan jumlahnya.


Setelah menulis nota, Nisa mencari nota return. Beruntung sekali Siska sudah menyertakan nota return serta cara membuat nota return di box sepeda Nisa.


"Ini Pak rotinya, ini nota pembelian dan ini nota return. Yang ini roti yang bapak beli dan ini roti yang di tukar tadi."


"Hem.. bagus kamu gesit juga, sudah lama kerja sama Gun? Tapi kayaknya saya baru lihat kamu. Kamu baru ya keliling ke daerah sini."


"Iya Pak, Saya memang baru keliling ke daerah ini. hari ini malah hari pertama saya kerja keliling ke toko Pak."


"Wah hari pertama sudah gesit, hebat kamu. semoga besar nanti kamu bisa sukses ya."


"Amin, terima kasih banyak Pak. Saya permisi Pak."


""Iya iya.. hati hati di jalan."


Nisa pun kembali melanjutkan perjalanannya. Satu toko lagi maka tugasnya selesai.


Dilihatnya motor tadi masih ada di sebrang. Lalu Nisa memilih tidak langsung menyebrang.


"Daripada harus diusilin lagi oleh orang itu, mending nggak usah nyebrang dulu aja." Batinnya.


Dengan bersenandung ria Nisa pun terus mengayuh sepedanya. Tidak dilihatnya pengendara uang usil tadi masih memperhatikannya dari kejauhan.


Toko terakhir sudah didepan mata. Nisa pun tambah semangat.


"Permisi.. Roti Gun."

__ADS_1


"Iya.." Jawab seorang ibu muda dari dalam, sambil mengendong balitanya ibu itu menemui Nisa.


"Lo.. bukan Sinta yang nganter ya?"


"Bukan Bu saya Nisa."


"Oh.. kemarin saya return sama Sinta cuma pas saya hitung kok malah nggak ada ya. padahal nota returnnya ada. ini disaya."


"Gitu ya bu, Mungkin kak Sinta lupa bu. Ya sudah Saya ganti sekarang saja. Bisa saya pinjam nota returnnya bu, besok saya kembalikan ya."


"Iya, masih banyak rotinya?"


"hanya ini saja Bu."


"Saya ambil semua. Jangan lupa return kemarin Ya."


"Baik bu."


Nisa pun segera membuat nota dan tak lupa mengganti roti return kemarin. Beruntung Nisa langsung meminjam nota return kemarin. Jadi Nisa bisa langsung melapor pada Siska jika nanti Ia ditanya kemana sisa rotinya.


Setelah selesai Nisa segera pamit dan


melajukan sepedanya kembali ke pabrik.


Masih dengan senandungnya Nisa melanjutkan perjalanan. Tiba tiba sepeda motor usil tadi sudah berada didepannya. refleks Nisa pun mengerem mendadak. Beruntung rem sepedanya T.O.P kalau tidak.Nisa sudah meluncur mencium knalpot yang sudah terpajang menghalangi sepedanya.


"Duh hari panas cocok banget buat luapin amarah ke ni orang." Batin Nisa.


Dengan segera Nisa turun dari sepedanya. Lalu menghardik pengendara usil itu.


Pengendara itu hanya diam tanpa suara, padahal sebenarnya Ia tersenyum melihat Nisa marah marah.


"Kamu itu siapa? mau apa kamu?" Kali ini Nisa sudah berkacak pinggang. Ia sudah mulai emosi.


Pengendara itu segera membuka helmnya. Betapa terkejutnya Nisa ternyata pengendara usil itu...


"Niko.. Kamu bener bener ya.."


"hehe.. Aku cuma ngawal kamu aja kok." Sambil cengengesan.


"Ngawal? Kamu ngawal saya? kurang kerjaan." Ujar Nisa meraih sepedanya.


"Kamu nggak tau apa, Kemarin itu ada pengendara kita yang diusilin tau. Mangkanya sekarang aku ngawal kamu biar kamu nggak diusilin juga."


"Jagain? Bukannya kamu yang sudah usilin aku? Ngawal apanya."


"Udah marah marah aja. Aku cuma becanda kok tadi. Ini kan hari pertama kamu keliling, biar nggak stress aku hibur kamu. gitu doang kok."


"Ckck, dasar kamu ya. nggak ada kerjaan emang." Nisa geleng geleng kepala lalu melajukan sepedanya kali ini tanpa bersenandung. Nisa ingin segera menyelesaikan pekerjaannya hari ini.


Pabrik masih sibuk ketika Nisa dan Niko kembali ke pabrik. Tanpa menunggu Niko, Nisa segera masuk dan mencari Siska untuk melaporkan penjualannya hari ini.


"Kak Sinta aku udah selesai ni." Ujarnya mendekati Siska.

__ADS_1


"Wah, cepet kamu Nis. Gimana kamu kesulitan tidak tadi aku tinggal sendiri?"


"Alhamdulillah tidak Kak. Hanya saja tadi ada sedikit kekeliruan."


"Kekeliruan apa Nis?"


"Anu Kak, katanya kemarin Kak Sinta lupa kasih roti return, padahal notanya sudah trus juga roti returnnya udah di ambil. mungkin kak Sinta kelupaan Kak. Ini notanya Kak, Tadi aku pinjam." Nisa menyerahkan nota return tulisan tangan Sinta bertanggalkan kemarin.


"Sinta emang ceroboh orangnya, Apa apa selalu saja mau cepet cepet. Ujung ujungnya keliru. Kalau gini terus bisa bisa pelanggan kita komplin. Kok bisa dia kemarin nggak selisih ya." Gerutu Siska.


Nisa hanya diam menanggapi. Setelah Siska menghitung seluruh nota dan menghitung uangnya barulah Nisa beristirahat.


Tak dilihatnya lagi si usil Niko tadi, entah sudah pergi kemana dia. Nisa duduk bersandar di ruang karyawan sambil minum minuman dingin. Melihat itu Pak Gun yang sedari tadi memperhatikan Nisa pun mendekat.


"Capek Nis?"


Nisa yang berniat memejamkan matanya langsung membuka mata lagi.


"Oh Pak Gun. Tidak Pak, hanya kepanasan saja." Ujar Nisa tersipu.


Pak Gun hanya tersenyum.


"Gimana hari ini? Lancar?"


"Alhamdulillah Pak. "


"Kalau kamu nggak tau tanya temen temen yang lain ya. Atau tanya ke Siska kalau kamu belum kenal sama yang lain. Tanya langsung ke saya juga boleh."


"Iya Pak"


"Nyasar tidak tadi?"


Nisa cengengesan "Nggak kok Pak"


"Yang betah ya kerja disini, kalau mau lanjut sekolah bilang saja. Saya siap bantu kok."


"Iya Pak, saya mau fokus kerja dulu Pak."


"Ya sudah, oh ya Kamu sudah boleh pulang kok."


"Iya Pak, terimakasih banyak.".


"Ya sudah Saya tinggal ya. Kamu hati hati pulangnya. Besok kerja lagi kan?".


"Iya Pak, Kerja dong Pak."


"Baiklah, semangat terus ya."


"Baik Pak."


Pak Gun pun pergi melihat karyawannya yang lain Semua di tegurnya, di berinya semangat untuk semua karyawannya.


Nisa senang sekali dengan cara Pak Gun memperhatikan para Karyawannya. Semua karyawan jadi betah kerja.

__ADS_1


Nisa segera bangkit dan pamit pada Siska untuk pulang. Tak dihiraukannya ternyata dari tadi Niko keliling pabrik mencarinya.


__ADS_2