
Selesai Makan Mita segera menyusulku diruang tamu. Sudah ada Laras juga disana.
"Ma.." Panggil Mita, "Sebenarnya Nisa kemana Ma? Kok kata Mama Nisa pergi, memangnya Nisa kenapa Ma?"
"Mama juga tidak tau Mita, Mama pulang tadi menemukan surat ini" Kuserahkan surat yang Nisa tulis untukku.
Mita dan Laras membacanya.
"Kak Nisa kemana ya Ma?" Laras bertanya."mungkin cuma main sama kak Poppy atau Kak Yenni Ma. Biar Laras cari."
"Mama tadi sudah tanya sama Yenni, dia tidak tau. Mama tidak tau kemana Nisa pergi."
"Kemana si Nisa, pagi tadi Nisa memang aneh Ma. Tidak biasanya Nisa terlambat bangun. Dan pula mata Nisa bengkak seperti dari menangis." Ujar Mita.
"Apa Nisa punya masalah?" Tanyaku.
"Sepertinya tidak Ma. Atau jangan jangan Nisa mengganggap serius ucapan Mama kemarin Ma?" Tanya Mita.
"Maksud kamu Mit?"
"Iya jangan jangan Nisa pergi karena takut disuruh nikah Ma!"
"Aneh aneh aja kamu Mit. Nggak mungkinlah. Nggaklah. Jangan nikah muda, nak! Jangan. Sekolahlah dulu tinggi tinggi. Sampai perguruan tinggi. Jangan kalian pikirkan jodoh. Jodoh akan datang sendiri kalau kalian sudah sukses. Nisa berpikir jauh sekali."
__ADS_1
"Bisa saja Ma. Nisa mengganggapnya serius. Lebih baik kita tanya lagi ke Poppy dan Yenni. Juga teman temannya yang lain. Barangkali Nisa hanya menginap dirumah temannya."
"Kamu benar Mita. Lebih baik segera kita cari Nisa. Lebih baik sekarang, hari masih siang. Kamu minta tolong juga dengan teman temanmu. Biar kita bisa cepat menemukan Nisa."
"Baik Ma."
Mita segera mencari temannya untuk membantu kami mencari Nisa. Sedangkan Laras kusuruh Dia kerumah Yenni. Sedangkan Aku kerumah Poppy. Rumah Poppy dan Yenni berbeda arah karenanya Laras tidak bisa sekalian kerumah sahabat karib Nisa itu.
Bergegas ku kunci pintu dan menuju rumah Poppy. Keluarga Poppy masih keluarga dengan almarhum suamiku. Mereka sama sama berdarah Ranau. Dari ibu mertuaku dan ibu papanya Poppy(Nenek Poppy) sama sama orang Ranau. Dan pula Papa Poppy dan Papa Nisa sama sama PNS tetapi di instansi yang berbeda. Mama Poppy juga sama sepertiku, menjual pakaian ke kalangan (dusun dusun). Bahkan Mamanya Poppy yang mengajariku berjualan di kalangan.
"Assalamualaikum, Poppy" Aku memanggil dari depan rumah Poppy.
Taklama Yuk Dar, Mama Poppy keluar membukakan pintu.
"Sendiri Yuk. Apa Poppy ada Yuk?"
"Ada dikamarnya. Sebentar ku panggilkan."
Taklama kemudian Poppy keluar dari kamarnya.
"Bibik mencariku. Kenapa Bik?" Poppy bertanya padaku.
"Iya Pop. Bibik mau tanya. Apa Kamu tau Nisa kemana?"
__ADS_1
"em..nggak tau Bik."
"Benar Pop?"
"memang Nisa keman Des?"
"entahlah Yuk. Nisa meninggalkan surat. Katanya dia pergi. Aku ingin bertanya pada Poppy apa Poppy tau Nisa kemana ?"
"Aku tidak tau Bik, Nisa memang bilang mau pergi. Tapi aku tidak tau dengan pasti Nisa kemana."
"Apa dia bilang kenapa Dia pergi Pop?"
"Takut disuruh Nikah sama Arif Bik."
"Astagfirullah, Itu cuma main main saja. Arif kerymah cuma silaturahmi saja. Sama sekali tidak.ada jodoh jodohan."
"Nisa mengganggapnya lain bik."
"Ya sudah. Nanti kalau Nisa menghubungi kamu tolong suruh dia pulang ya Pop."
"iya bik"
Ya sudah bibik pulang dulu ya. Mari yuk Aku pamit pulang dulu."
__ADS_1
Ku langkahkan kaki ku kembali kerumah. Jelas sudah Nisa benar benar pergi. Entah kemana dan Dimana Nisa sekarang. Kuharap Nisa baik baik saja.