Jangan Nikah Muda, Nak !

Jangan Nikah Muda, Nak !
Eps 28 Pov Mama Nisa 1


__ADS_3

Flashback


Siang begitu terik ketika Aku baru pulang dari kalangan (pasar yang ada didesa desa). Aku selalu membawa kunci sendiri untuk memudahkan jikalau Aku yang lebih dulu pulang.


"Sudah jam dua belas, sebentar lagi Nisa dan Laras pulang"


Bergegas Aku memasukkan barang daganganku dan berniat memasak. Dengan bersenandung kecil Aku mulai memasak. Siang ini aku akan masak pindang patin, sambel tempe dan kangkung tumis. Lauk kesukaan anak anak. Mereka pasti lapar sepulang sekolah nanti.


Tak perlu waktu lama masakan pun siap. Sambil menunggu anak anak pulang, Aku masuk ke kamar Nisa dan Laras. Membuka jendela kamar dan melihat isi kamar mereka. Tak banyak yang harus di rapikan. Anak anak terbiasa merapikan tempat tidur setelah bangun. Pun juga hal lainnya, Selalu segera di rapikan dan ditaruh di tempat semula.


"Anak anak sudah besar, Tak perlu lagi bantuanku merapikan kamarnya." Sambil merapikan buku buku tanganku menangkap secarik kertas.


*Assalamualaikum Mama..


Maafkan Nisa Ma.. Nisa pergi..


Mama jangan mengkhawatirkan Nisa. Nisa akan baik baik saja.


Mama juga jaga diri, jaga kesehatan. Maafkan Nisa Ma.


Wassalam,


Khoirunnusa Azahra*.


"Nisa? Astagfirullah.. kemana anak itu?"


Dengan tergesa Aku mengunci pintu lalu menyusul Nisa ke sekolah. Segera Aku menyetop ojek agar segera sampai. Nampak anak anak sudah pulang sekolah, dengan bergegas ku cari Nisa atau paling tidak temannya yang bisa ku tanyai.


Tak ada satu orang anak yang ku kenal, Dimana Nisa. Apa kelasnya belum selesai. Perasaan khawatir dan was was sudah menghantui dari tadi. Dengan was was aku masih mencari.

__ADS_1


"Ma.. ngapain?" Tiba tiba Yenni sudah berada di belakangku.


"Yen, kamu liat Nisa tidak?"


"nggak Ma, kan Nisa sudah pulang. Tadi katanya sakit. Tadi aku kekelasnya mau ajak pulang bareng tapi rupanya jam sebelas dia sudah pulang. sakit perut kata temannya."


"Ya Allah" Lirihku. "Kemana kau Nisa"


Dengan gontai Aku pulang. Biar ku tunggu Mita dan Laras pulang, biar bersama kami mencari keberadaan Nisa. Tak ku pedulikan pertanyaan heran dari Yenni.


"Kenapa kamu minggat Nisa? Kenapa? " batinku bertanya tanya.


Sesampainya di rumah Laras sudah pulang. Ku lihat dia sudah berganti pakaian.


"Ma, darimana? Aku sudah duluan tadi makan. Mama sudah makan?"


"nggak Ma. memang kak Nisa kenapa?"


"Entahlah nak, mama tidak tau. Ambilkan Mama minum sebentar."


"Iya Ma."


Laras membawakanku segelas air putih. Lega rasanya. Haus pun hilang. Masih diruang tamu Aku merebahkan tubuhku. Kepalaku rasanya berputar putar tak karuan.


"Ras ambil tas Mama tadi. Mama mau minum obat. Kepala Mama sakit."


Tanpa menjawab Laras mengambil tasku.


"Ini Ma."

__ADS_1


Aku segera bangkit dan mencari obat sakit kepala. Segera ku rebahkan lagi tubuhku.


Dengan sigap Laras memijat mijat kepala dan kakiku. Tak perlu lama aku pun terlelap.


Lebih baik aku tidur sebentar, setelah Mita pulang baru kami berunding harus apa dan bagaimana.


Suara deru motor membangunkanku. Letak rumah gang begitu pas si samping jalan sering kali mengganggu tidurku yang nyenyak.


Pas sekali aku bangun dan Mita baru pulang. Ku lihat dari jendela Mita di antar seorang pemuda


"sepertinya aku mengenal anak itu. Siapa ya? Sepertinya anak itu anak kampung sini." Batinku.


Mita segera masuk tetapi masuk lewat pintu samping.


"Kamu sudah pulang Nis?"


"Iya Ma?"


"Makanlah Mama tadi sudah masak."


"Iya Ma, Mama sudah makan? Mana Nisa dan Laras Ma. Apa mereka sudah makan?"


"Laras sudah makan, Nisa pergi. Kamu makanlah dulu. Nanti kita bicara."


"Kenapa Ma?"


"Nggak papa. Makanlah. Mama didepan."


"Iya Ma."

__ADS_1


__ADS_2