
Hari sudah beranjak siang, Tetapi belum ada yang pulang. Wak Ning juga belum juga pulang.
Nisa mulai bosan. Jadi Ia memutuskan berkeliling
Setelah mengunci pintu Ia pun segera berkeliling. Nisa sudah beberapa kali main tempat Uwak Ujang. Jadi Ia sudah lumayan hafal jalan jalan disekitar rumah Wak Ujang.
Di dekat rumah Wak Ujang ada pabrik roti. Sebenarnya Nisa berniat menanyakan apakah ada lowongan kerja disana untuknya.
Jadi bergegaslah Nisa ke pabrik roti BERKAH. Ia sangat berharap bisa bekerja disana.
Sesampainya disana Nisa segera bertanya dengan pegawai di pabrik.
"Permisi Pak."
"iya, ada apa Dik?"
"anu Pak.. em...Apa ada lowongan pekerjaan disini buat saya Pak?"Nisa bertanya dengan ragu.
"Oh itu.. Bapak tidak tahu ada atau tidak dik, coba adik bertanya ke sana. Itu Pak Gunawan, pemilik pabrik roti ini." Bapak itu menunjukkan seorang Pria yang sedang duduk meja memperhatikan list penjualan kemarin.
Pria itu masih muda. Sepertinya masih berumur dua puluh lima atau dua puluh tujuh tahun.
Nisa pun mendekati Pria itu.
"Permisi Pak."
Pak Gunawan menoleh ke arah Nisa seraya tersenyum.
__ADS_1
"Iya, ada apa dik? Apa kamu ingin membeli roti?" Tanyanya lembut penuh kasih.
"Oh bukan Pak. Saya ingin mencari kerja. Apa ada lowongan disini?"
"Kerja? Berapa Usiami? Kenapa tidak sekolah?"
"Saya tahun ini berhenti Pak. Saya mau cari kerja dulu."
"Oh begitu. Kenapa tidak sambil sekolah saja? Pulang sekolah kamu bisa kerja disini?". Bagaimana?"
"boleh begitu Pak?"
"Tentu saja" Pak Gunawan tersenyum hangat.
"Kamu kelas berapa sekarang, sekolah dimana sebelumnya?"
"oh begitu. Kalau begitu sekolah di MTS sana saja. Lumayan dekat dari sini. Bisa berjalan Kaki."
"Iya Pak. Saya memang berencana mendaftar disana nantinya."
"Nah bagus kalau begitu. Jangan putus sekolah ya. Kamh masih muda, masih banyak waktu meraih cita cita. Jangan menyerah ya dik." Ujar Pak Gunawan menepuk pundak Nisa.
"Iya Pak. "
"Oh iya, Kamu bisa kerja besok. Kalau kamu besok belum sekolah kamu bisa kemari sedari Pak. Tugas kamu mengantar roti roti ini ke beberapa warung disekitar sini. Nah, disana ada sepeda. Kamu bisa bersepeda bukan?"
"Iya, saya bisa Pak."
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu. nanti saya buatkan rutenya. Kamu sudah tahu daerah sini belum?"
"sedikit sedikit Pak." Nisa menjawab ragu ragu.
"Kalau begitu besok kamu di temani saja dulu dengan yang lain. Oh iya untuk awal saya akan gaji kamu sebesar empat ratus ribu sebulan. nanti kalau sudah beberapa bulan gajinya saya naikkan. bagaimana?"
"Iya Pak. Terima kasih."
"Ya sudah kalau begitu. Kamu boleh pulang sekarang. Saya tunggu besok pagi disini ya. Oh ya siapa nama kamu tadi, saya lupa?"
"Saya belum menyebutkan nama Pak. Nama saya Khoirunnisa Azahra. Panggil saja Nisa Pak." Nisa menunduk tanda hormat.
"Oh Nisa. Selamat bergabung di pabrik BERKAH. Semoga pabrik ini selalu membawa keberkahan untuk saya sekeluarga dan keberkahan juga untuk kamu Juga semua semua karyawan disini. aamiin"
"aamiin... Terima kasih banyak untuk kesempatan bergabung di pabrik ini Pak. Terima kasih banyak."
"iya sama sama Nisa."
"Kalau begitu saya pamit Pak." Nisa pun berpamitan sambil mencium punggung tangan Nisa.
"Iya Nisa. Kerja yang semangat ya."
"Iya Pak. Tentu."
Nisa pun segera berlalu dari pabrik roti tersebut dengan perasaan riang. Ia senang sekali sudah di terima kerja di pabrik roti. Bahkan Pemilik roti memperbolehkannya sambil sekolah, Jarang sekali ada yang memperbolehkan seperti itu.
Nisa berlari lari kecil menuju rumah Uwak Ujang. Tak sabar rasanya menceritakan pada Uwak Ujang dan Uwak Ning kalau Ia sudah mendapatkan pekerjaan.
__ADS_1