Jangan Nikah Muda, Nak !

Jangan Nikah Muda, Nak !
pesta Laras


__ADS_3

pukul dua siang acara ulang tahun Laras.di mulai. Cukup ramai yang hadir. tetapi yang ramai sebenarnya adalah teman teman Kak Mita. kalau yang di suruh duduk di ruang tamu dan ruang keluarga adalah teman teman Kak Mita di pastikan dua ruangan itu tidaklah cukup untuk mereka duduk.


Nisa sendiri hanya mengundang Poppy dan Yenni teman dan sahabat terbaiknya. Sedangkan nampaknya ada orang lain yang tak di undang ikut datang.


Putra nampak juga hadir di acara ulang tahun Laras. Rupanya Ia mengantar Putri adiknya ke acara hari ini.


Curi curi pandang. lirik lirikan pun tak dapat di hindarkan. Sudah beberapa hari Nisa tak melihat Putra. Nisa pula sudah beberapa hari ini tidak mengaji di TPA. Ustad seperti memojokkannya jika Nisa hafalan doa doa. Membuat Nisa malu di sebut anak yatim. Anak yatim harus pandai mengaji dan hafal doa. di sebut begitu di hadapan teman temannya membuat Nisa malu dan tidak percaya diri.


Nisa sedang duduk di teras depan dengan Poppy dan Yenni ketika acara ulang tahun di mulai di dalam. Tiba tiba Putra mendekati mereka bertiga. Tanpa basa basi Putra langsung menyapa Nisa.


"apa kabar Nis?" tanyanya


Nisa sudah tersipu malu baru di tegur sapa oleh Putra. Melihat Nisa hanya cengar cengir tanpa menjawab Yenny pun menyenggol bahu Nisa. Nisa nampak makin salah tingkah.


"lebih baik kita tinggalkan mereka berdua." bisik Poppy pada Yenni.

__ADS_1


Mereka pun berlalu ke belakang. Tinggallah Putra dan Nisa mengobrol. Putra pun mengajak Nisa duduk di teras rumah Aryani. Nisa hanya terdiam menunduk.


"Nis ini untukmu."Putra tiba tiba menyodorkan bunga kertas pada Nisa. Sepertinya Putra memetik bunga di halaman rumah Aryani. Romantis sih.. tapi kok bunga ini. batin Nisa


Nisa nampak malu malu memegang bunga pemberian Nisa.


"kenapa diam saja Nis.." tanya Putra.


Berbeda usia satu tahun membuat Putra hanya memanggil nama saja pada Nisa. Sedang Nisa selalu memanggil Putra dengan Kakak.


Putra tersenyum mendengarnya. "besok besok mau di kasih mawar nggak Nis? Nanti aku ketik di kebunnya Uwak Ian."


Nisa tahu dan kenal dengan Uwak Ian. Penjual bunga di pasar. Uwak Ian terkenal galak kalau ada yang memetik bunga di pekarangan rumahnya. Bagaimana tidak bunga itu di tanam sengaja untuk di jual. sedang anak anak sudah usil memetik dan.menghancurkan tanaman mawarnya.


"Jangan kak nanti uwak marah."

__ADS_1


Putra kembali tersenyum. "Kenapa tidak mengaji di TPA Nis? aku menunggumu." tanya Putra datar.


"maksud kak Putra apa ya?" batin Nisa.


"apa kamu mau berhenti mengaji Nis?"


"nggak kok Kak. cuma lagi libur saja. maklum lagi ada tamu." Nisa menjawab asal.


"Jangan berhenti mengaji ya. Aku senang kalau kamu mengaji. Aku selalu menunggu mu lewat rumahku tiap sore kamu mengaji Nis. Kalau kamu tidak lewat aku belum mau mandi apalagi pergi mengaji."aku Putra tanpa sungkan.


Memang TPA tempat anak anak mengaji melewati rumah Putra. Tetapi Nisa tak menyangka Putra menunggunya lewat.


"besok besok aku akan lewat terus Kak. bahkan aku akan memanggilmu."ujar Nisa dalam hati.


Tak ada lagi kata yang mereka ucapkan. Mereka berdua hanya terdiam. Putra berharap Nisa mengerti makna ucapannya tadi. Bahwa hadirnya selalu di rindukan Putra.

__ADS_1


__ADS_2