
Hari sudah larut malam tetapi mata Nisa sulit untuk di pejamkan.
"duch kenapa tidak bisa tidur? Apa gara gara tadi tidur siang ya? Sudah lama rasanya Aku tidak tidur siang." Nisa berbicara sendiri.
Nisa pun bangkit lalu keluar kamar. Rumah nampak sepi. Semua sudah terlelap, Edo nampak tertidur di depan televisi. Wak Ujang tak nampak. Sepertinya Uwak langsung berangkat kerja tadi. Motornya juga tidak kelihatan.
Nisa menuju dapur mengambil segelas air minum. Lalu kembali ke depan televisi. Televisi nampak masih menyala sedang Edo sudah terlelap.
Nisa pun mematikan televisinya. Tetapi Edo malah terbangun.
"Lo.. Nisa.. belum tidur?" Tanya Edo sambil mengucek matanya.
"belum Kak." Nisa lalu duduk di bangun panjang depan televisi. Sedangkan Edo masih merebahkan tubuhnya di kasur santai depan televisi.
"Nis, apa Mama galak sama kamu?" Edo bertanya tiba tiba.
"Ya nggak la kak. Uwak baik kok."
__ADS_1
"Jangan bohong. Mama emang judes Nis. Cerewet pula. Tapi Mama kok, kalau dompetnya penuh dengan gambar merah pasti nggak cerewet. Nah kalo lagi kosong itu biasanya jadi sedikit bawel." Ujar Edo sambil tersenyum. Nisa pun ikut tersenyum mendengar Edo.
"Yang kerasan disini ya Nis. kalau perlu apa apa cerita saja."'Edo pun bangkit lalu duduk di kursi tak jauh dari kursi Nisa.
"Makasih banyak ya Kak. Sebenarnya Nisa sedang bingung Kak. Tadi Nisa sudah dapat kerja. Tapi Uwak malah nyuruh kerja yang lain. Padahal tadi Nisa sudah seneng sekali."
"kerja? ngapain kerja Nis. Kamu kan harusnya sekolah. kalau Papa tau Papa pasti marah."
"Jangan kasih tahu wak Ujang atuh Kak. Nisa cuma nggak mau merepotkan Uwak."
"Duh kamu Nis. Seperti dengan siapa saja. Lantas Mama nyuruh kamu kerja dimana?"
"Apa bersih bersih? ART? Jadi babu kamu dirumah orang? Ya Allah Mama kok malah nyuruh kerja begituan sih. Kayak nggak ada yang lain aja."
"Nggak apalah Kak. Mungkin kerjanya santai jadi cepet pulang. Terus juga gaji nya juga langsung dibayar kalau sudah selesai."
"Duh Nisa Nisa... Mama mu juga pasti nggak suka kalau tahu kamu kerja begituan. La tadi kamu kerja udah diterima, dimana?"
__ADS_1
"Pabrik roti Kak."
"Nah mending disana aja. Pak Gun orang baik lo.. Kakak saja dulu waktu libur semester dua minggu kerja bantu bantu disana. nganter roti ke warung. Warungnya ada sepuluh. sudah nganter pulang. Lusanya anter lagi, kalo nggak nganter bantuin packing." cerita Edo.
"Trus gimana dong Kak. Uwak nggak enak sama tetangga katanya udah janji."
"Hem..kamu bujuk lagi aja mama. Mungkin nanti mama jadi luluh. Trus kamu juga jangan kelamaan libur sekolahnya, buruan ajak Papa daftar sekolah deket sini. Kalaupun kamu mau kerja, cari kerja yang nggak ganggu sekolah kamu. Tugas kamu itu belajar Lo dek. Bukan Cari duit."
"Iya kakak. Pak Gun juga tadi udah bilang gitu. Aku bisa kerja sambil sekolah. cuma ya itu tadi Waknya....
"Waknya kenapa Nis..."
Tiba tiba wak Ning keluar kamar dan melihat Edo dan Nisa masih di depan televisi.
"Ee anu wak... itu..." Nisa terbata menjawab. Takut Uwaknya tersinggung.
"Papa tadi telpon Ma. Nanya Nisa kerasan tidak tinggal disini, Sekalian ngomongin kalau nanti Nisa bakal sekolah didekat sini, Nunggu Papa gajian. Biar gampang urus surat suratnya." Terang Edo.
__ADS_1
"Keluar duit lagi dong... Duh.. bikin repot saja." Gerutu wak Ning. "Sudah sana kalian tidur, Kamu juga Edo hari sudah malam masih ngobrol, besok kesiangan."
Nisa dan Edo pun masuk ke kamar masing masing.