Jangan Nikah Muda, Nak !

Jangan Nikah Muda, Nak !
Kakak ketemu gede


__ADS_3

Kak Mita sekarang sedang duduk di bangku SMA kelas 2, Nisa kelas 1 SMP dan Dik Laras kelas 2 SD.


Bagi Mama seusia kak Mita adalah usia yang sangat rentan. Sekarang tak ada lagi laki laki yang mampu menjaganya.


Setelah Papa meninggal, teman teman Kak Mita jadi berani datang kerumah. Entah itu hanya teman atau memang sekarang sedang dekat dengannya.


Suatu siang, Mama memanggil Kak Adit ke rumah.


"Dit, tolong kau panggil John dan Umar ke mari. Mama ingin bicara." Sekarang Mama sudah di panggil Mama oleh semua teman teman Kak Mita.


Iya Ma."


Kak Adit pun bergegas pergi memanggil Kak John dan Kak Umar yang sedang ada di rumah Kak Mala. Kak Mita pun sedang ada di sana. rumah Kak Mala sedang ada hajatan. Ia akan menikah minggu ini.


Tak lama kemudian Kak Adit datang bersama dengan Kak John dan Kak Umar.


"Adit, Umar, dan John kalian tahu sendiri Papanya Mita sekarang sudah tidak ada. Mama ingin menitipkan Mita pada kalian. Anggaplah Mita sebagai adik kalian. Tolong jaga Mita dengan baik. Mama takut Mita salaj jalan. Apalagi sampai menikah muda. Mama benar benar tidak ingin itu terjadi."

__ADS_1


"Mama tenang saja. Mita sudah John anggap seperti adik sendiri." ujar Kak John.


Iya Ma." jawab Kak Adit dan Kak Umar hampir bersamaan.


"Mama ingin bertanya pada kalian sekarang Mita sedang dekat dengan siapa?" tanya Mama. "sepertinya akhir akhir ini ada yang sedang dekat dengannya."


"Iya Ma. Veri Namanya. temannya Umar." Jawab Kak Adit.


"benar Ma, sepertinya Veri sedang dekat dengan Mita sekarang." kak Umar menimpali.


"Apa Veri anak baik baik Mar? Mama tidak ingin Mita salah bergaul.


"ya sudah kalau begitu. Kalian ke tempat Mala lagi. Sekali lagi Mama minta tolong jaga anak anak Mama terutama Mita." ujar Mama kemudian.


Nisa yang mendengar pembicaraan itu tertegun, kenapa hanya Kak Mita yang perlu di jaga? Mengapa Ia tidak? Bukankah usianya sekarang juga sedang rentan. Tidakkah Mama mengkhawatirkan dirinya, batin Nisa.


Nisa memang orang yang pendiam. Ia hanya berdiam diri di rumah. Tak seperti Mita dan Laras yang suka bermain ke luar. Nisa lebih suka dii rumah menonton tivi. Jika pun Ia ingin bermain maka temannyalah yang akan menghampirinya ke rumah. Terkadang Ia dan temannya pun hanya main di rumah saja.

__ADS_1


"Nisa Nisa.." tiba tiba ada suara laki laki yang memanggil Namanya.


"siapa yang memanggil" batin Nisa.


"oh Kak Yudit, kenapa Kak?" Tanya Nisa.


Diantara teman teman Mita, hanya Kak Yudit yang selalu dan paling rajin mengajaknya ngobrol. Kebanyakan teman teman Kak Mita adalah lelaki yang sudah cukup dewasa. berumur delapan belas tahun ke atas. Jarang yang sebaya dengannya. Demikian kakk Yudit. Kakk Yudit sudah bekerja di sebuah toko Meubel di pasar.


"Kenapa tidak ikut ke tempat Kak Mala? Kok cuma nonton Tivi saja. Itu dik Laras malah lagi main di sana. Ayok ikut." ajaknya.


"aku tidak terlalu suka Kak. Mending nonton saja. tuh drma koreanya sedang seru." ujar Nisa tak lepas dari tivinya.


"Hei suka drakor juga ya anak kecil ini." Kak Yudit mengacak rambut Nisa.


"Ah kak Yudit. Berantakan rambutku jadinya." Nisa cemberut.


"Hih monyong." ujarnya mencubit pipi Nisa.

__ADS_1


Nisa pun membalas dengan menggelitik perut Kak Yudit membuatnya terpingkal pingkal.


Jadilah mereka berdua malah menonton dramor sampai habis. Sambil makan cemilan brondong jagung pedas. Yudit pun sampai lupa Jika Ia tadinya sedang membuat janur di tempat Mala.


__ADS_2