
Pesta Laras telah usai, Teman teman Laras sudah banyak yang pulang termasuk Putri dan Kakak nya Putra.
Hati Nisa nampak berbunga bunga sekali. Poppy dan Yenni tak henti menggodanya.
Meski rumah mulai sepi dari teman Laras tetapi nampaknya ada tamu yang baru datang. Arif datang bersama Mama dan Papanya.
Tetapi sepertinya Mereka datang bukan untuk menghadiri pesta Laras tetapi tujuan lain.
Arif adalah teman Nisa di sekolah. Mereka satu sekolah sejak SD sampai sekarang.
Papa Arif adalah teman kantor almarhum Papa Nisa. Barangkali mereka datang bersilaturahmi dengan Mama batin Nisa.
Yenni yang melihat Arif datang tak henti henti nya mengintip Arif. Teman Nisa satu ini sudah sejak lama naksir Arif. Rumah mereka pun berdekatan. Mamanya Arif bahkan juga mengenal Yenni karena Yenni sering belanja di warungnya Arif. Sengaja buat Caper pada Arif.
Nisa tak terlalu memperhatikan pembicaraan Arif dan keluarganya. Ia sibuk di dapur menghangatkan kuah tekwan dan menggoreng empek empek.
Si Yenni mengambil alih tugas mengantar tiga mangkuk tekwan ke keluarga Arif. Sengaja Ia sendiri yang bolak balik membawa tekwan, empek empek bahkan minuman seorang diri.
Melihat tingkah temannya Nisa dan Poppy hanya tertawa. tak hentinya mereka menggodanya. Tadi Nisa sekarang giliran Yenni yang kena goda.
__ADS_1
Sedang asyiknya di dapur tiba tiba terdengar suara motor di hidupkan di samping rumah Nisa. Ternyata motor Kak Veri. Tanpa berpamitan Kak Veri pergi. Selepas Kak Veri pergi tampak Kak Mita berlari lalu masuk ke kamar. Nampak bukir bening mengalir di sudut mata Kak Mita. Nampaknya ada pertengkaran di antara Kak Mita dan Kak Veri.
Tak lama berselang Arif dan keluarganya pun pamit pulang. Mama mengantar tamunya sampai ke teras. Setelah tamunya pergi Mama pun masuk.
Teman teman Kak Mita mulai beres beres, karena tak ada lagi tamu yang datang. Hari pun sudah semakin sore. Bahkan sudah mau magrib.
Semua temannya Kak Mita sibuk membantu membersihkan rumah. menyusun kembali kursi kursi dan mengembalikan speaker ke pemiliknya. hingga semua rapi Kak Mita tak juga keluar Kamar. Nisa pun menghampiri kakak sulungnya di kamar.
mata Kak Mita nampak sembab. Sepertinya Ia habis menangis. Setelah merapikan diri Kak Mita pun ikut Nisa keluar. Teman teman Kak Mita pun berpamitan karna azan magrib sudah mulai terdengar dari arah mushola.
Malam harinya Nisa, Laras dan Kak Mita sedang asyik membantu Laras membuka satu persatu kado yang Ia dapat hari ini. Lumayan banyak hadiah yang Laras dapat. Ada baju,boneka, buku, mainan bahkan roti dan Mie instan.
Tiba tiba mama mendekati Nisa yang sedang asyik makan biskuit.
"iya kenal. Arif dan keluarganya. Arif kan teman Nisa di sekolah Ma. Memang kenapa?"
"Anu.. mereka tadi datang mau melamar kamu Nis."
"uhuk uhuk uhuk." Nisa tersedak biskuit mendengar penuturan Mamanya.
__ADS_1
"Mama bercanda kan?" tanya Nisa tak rela.
Mama menggeleng.
"Nisa belum mau kawin Ma. Nisa masih mau sekolah. Kak Mita aja yang nikah sama Arif."
"Loh kok Kak Mita, kan yang di lamar sama keluarga Arif kan kamu dik'" sahut Kak Mita.
"Ma..." Wajah Nisa memelas.
"kenapa? Nisa ngggak suka sama Arif?"
"Mama.. Arif memang ganteng, baik lagi. Tapi Nisa nggak suka. Nisa belum mau nikah. Lagian Yenni itu suka sama Arif. Masak Nisa embat."
"nggak apa dik. mungkin Arif jodoh kamu bukan jodoh Yenni." timpal kak Mita sambil tertawa.
"Pokoknya Nisa nggak mau Ma. mama nggak adil. giliran Kak Mita di suruh fokus sekolah. nggak boleh pacaran dulu. Lah kok Nisa malah di jodohkan di suruh nikah Muda."
"kenalan lebih dekat dulu aja Dik. mungkin jodohmu udah duluan sampe daripada Kakak. " Kak Mita kembali menggoda Nisa.
__ADS_1
Tak tahan dengan kata kata kak Mita, Nisa meninggalkan Mama dan saudarinya dan masuk ke kamar.
"Mama benar benar nggak adil sama Nisa. Mama jahat. Aku naksirnya sama Putra bukan Arif. Aku baru aja deket dengan Putra kok mama malah jodohin ke Arif sih." Nisa pun.dongkol. Ia memilih tidur lebih dulh malam ini.