
Altha mematung di balik pintu saat mendengar orangtua nya bertengkar, tampaknya orangtua nya tak sadar akan kehadiran anak tunggal nya itu.
"Apa kau tak malu Jo? Anak mu begitu membanggakan mu!" Isak bunda Kisya pada papa Joan
"Aku tahu, maka dari itu jangan sampai al tahu" Ucap joan datar
"Sampai kapan? Sampai kapan kamu mau sembunyikan hal ini? Bangkai akan tercium meski kau sembunyikan Jo, Aku fikir kau akan berubah setelah kita memiliki al! Aku fikir kau benar benar berubah setelah kau minta maaf kala itu! Apa salah ku Jo? Katakan apa salah ku padamu?" Lirih bunda Kisya, tubuh nya lemas tak bertenaga, ingin marah menangis secara bersamaan, hatinya hancur untuk kesekian kalinya.
"Bukan kau yang salah kis, aku yang salah karna telah mendua, aku yang salah tak pernah merasa puas dengan kasih sayang yang kau berikan, maafkan aku" Papi Jo hanya bisa meminta maaf, bahkan ia masih berdiri tak memeluk istrinya bahkan untuk menenangkan nya.
"Apa kau sungguh mencintai nya Jo? Apa kau sungguh mencintai sekretaris mu itu?" Tanya nya sekali lagi
Ku mohon Jo, jangan bilang kau mencintai nya, ku mohon.. aku akan memaafkan mu lagi jika kau tak mencintai nya
"Ya aku mencintai Bella, maafkan aku kis, aku akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya pada al, aku akan siapkan surat perceraian kita dan aku akan melakukan nya sebaik mungkin agar media tidak tau, kita hanya perlu bersikap seperti tak ada masalah apapun demi perusahaan kita berdua" Jawab nya tanpa rasa bersalah.
"Tak usah mencari waktu yang tepat, aku sudah mengetahui nya" Ucap al masuk ke dalam kamar orangtua nya itu
Joan dan kisya terdiam mematung, terkejut melihat altha yang sudah membuka pintu kamar mereka, Jo melihat ekspresi altha yang belum pernah ia lihat sebelumnya
Seketika Jo panik, ia tak mau anak nya kecewa karena Altha alodra Wijaya adalah anak tunggal dari Joan Wijaya dan Kisya Alodra.
Selama ini altha selalu merasa menjadi anak paling berbahagia, keluarga dengan uang berlimpah, wajah yang rupawan, keluarga yang harmomis, kecerdasan dan pesona yang tak perlu di tanyakan lagi.
Tapi ternyata keharmonisan itu hanya sandiwara depan kamera. Altha sangat dekat dengan ayah nya, dan hal ini tentu sangat mengejutkan dirinya.
"Jadi papi selingkuh dengan sekretaris murahan itu?" Tanya nya dengan sorot mata tajam
Plak
__ADS_1
Tanpa sadar tangan kanan Joan telah mendarat di pipi mulus al.
"Joan!! Berani nya kau menampar anak ku satu satunya!!! " Teriak bunda kisya penuh amarah, dengan segera bunda mendekati al dan memeluk nya.
Apa yang telah ku lakukan? Ayah macam apa aku menampar anak ku sendiri?
Jo belum pernah sekalipun menyakiti anak nya, membentak nya pun tak pernah, apalagi menyakiti fisik anak kesayangan nya itu
"Ma-maafkan papi nak, papi lepas kendali, maafkan papi sayang" Joan berusaha mendekati al, dengan raut wajah sedih nya ia hendak memeluk Al, namun gerakan nya terhenti
Plak
Al menepis lengan papi Joan
"Selama 20 taun baru kali ini papi menampar ku dan itu karna wanita lain?" Ucap al dengan senyum sinis nya
"Lebih baik papi segera pergi dari rumah ini, al tak ingin melihat wajah papi, ah aku lupa bukan papi tapi ANDA! Karna saya tak punya papi seperti anda, dan dari detik ini aku tak mempunyai seorang ayah" Al pun beranjak pergi dari kamar orangtua nya
"Kau puas? Berbahagialah jo, ku doakan kau lebih bahagia bersamanya daripada bersama ku dan al, pergilah ini rumahku kau bukan lagi bagian dari rumah ini" Ucap bunda kisya tegas setelah melihat anaknya pergi, ia pun berlalu meninggalkan Joan di kamar nya.
Maaf sayang, maafkan papi mu ini
Joan sudah memantapkan hati lebih memilih bela, kekasih gelap nya.
Kebersamaan yang ia lewati setiap saat dengan sekretaris nya yang bernama bela itu sukses membuat Joan berdebar, seakan ia adalah remaja yang baru jatuh cinta.
Saat bersama nya, jo seakan lupa bahwa ia memiliki istri yang begitu setia dan anak yang begitu menyayangi nya.
Cinta yang salah dan nafsu yang telah menguasai dirinya membuat ia buta akan semua yang ada di hadapan nya, jo melepaskan permata yang ia punya demi bela.
__ADS_1
Gadis muda yang bahkan lebih pantas menjadi anak nya.
Jo segera menelepon seseorang, "Altha telah mengetahui nya, aku akan ke rumah sekarang" Ucapnya setelah seseorang di ujung sana mengangkat telepon
"Baiklah, aku tunggu mas dirumah" Jawab wanita di ujung telepon, kemudian jo mengakhiri panggilan itu
Jo pun segera mengemas beberapa barang dan pergi meninggalkan rumah.
Ia ingin memberi altha waktu untuk menerima kenyataan ini, jo tahu bahwa altha tak akan mau menemui nya saat ia marah.
Joan pun pergi meninggalkan rumah, rumah yang penuh kenangan sejak lama, dan ia akan membuat kenangan baru di rumah lain bersama seseorang yang telah mengisi hatinya saat ini.
Di tempat lain, bunda kisya menatap mobil Joan yang perlahan meninggalkan rumahnya dari lantai 2.
Pergilah jo, carilah kebahagiaan mu yang baru jika memang kehadiran ku dan altha tak cukup membahagiakan mu. Tapi aku berjanji akan membahagiakan altha, aku akan memilih pria yang baik untuk nya, yang tak akan meninggalkan nya seperti kau meninggalkan diriku.
Bunda kisya tak kuasa lagi menahan air mata, ia menangis tanpa suara, hatinya terasa hancur. Kepergiaan lelaki yang sangat ia cintai seakan membawa pergi separuh hidup nya.
Terlalu banyak kenangan bersama Joan yang sulit kisya lupakan, meski Joan berkali kali mendua, ia selalu memaafkannya. Cinta nya dan rasa sayang yang besar pada altha membuatnya memilih untuk bertahan, ia tak ingin altha kekurangan kasih sayang dari seorang ayah.
Namun kini semua berbeda, untuk pertama kalinya Joan berbeda. Ia berkata mencintai wanita yang telah merusak rumah tangga mereka. Ia bahkan memilih pergi meninggalkan dirinya dan altha demi wanita itu.
Hari ini adalah hari dimana semua nya akan berubah, bunda kisya harus menahan semua rasa sakit demi altha. Ia tak boleh terluka agar bisa membantu mengobati luka anak kesayangan nya. Ia harus kuat agar bisa menguatkan anak nya.
Bagi kisya, kebahagiaan altha adalah prioritas nya. Altha adalah hidup nya, ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti altha, meskipun itu adalah ayah nya sendiri.
Aku tak akan mati sampai altha menemukan lelaki yang bisa menjaga dan membahagiakan nya. Aku harus memastikan hidupnya bahagia.
**
__ADS_1