
Malam itu acara launching parfum terbaru Lyro begitu megah dan meriah, banyak selebriti dan pengusaha papan atas turut hadir di acara tersebut, Altha merupakan brand ambassador parfum Lyro, sudah sejak SMP al menjadi model, paras nya yang cantik dan badan nya yang ideal sangat cocok menjadi model, karena al telah menjadi model terkenal sekian lama maka tak heran dia bisa menjadi BA parfum Lyro, meskipun perusahaan bunda nya bekerjasama dengan brand Lyro, tapi menjadi BA bukan lah karena itu, karena brand Lyro benar benar melihat talenta dan karakter al yang begitu cocok dengan parfum baru ini.
Semua mata tertuju padanya, altha kini berusia 23 tahun, dengan rambut panjang yang indah, badan nya yang aduhai dan kulit nya sangat putih sangat kontras dengan gaun yang ia kenakan, gaun berwarna merah yang memperlihatkan punggung cantik al, malam ini altha terlihat menawan, terlihat seksi namun elegan.
Max yang baru beberapa hari di campakkan oleh al begitu kagum dengan sosok wanita yang ia lihat di atas panggung, sangat cantik.
"gila bro cantik banget dia" ujar jul
"beruntung lelaki yang bisa dapetin dia, liat dia aja gak bikin mata bosan " sambung indra
**
Rumah Virgy
"Sayang, aku ingin menjodohkan virgy" ucap Ryan pada istri nya
"lagi? dengan siapa kali ini sayang? kau tau anak kita tak suka di jodohkan , beberapa kali kita berikan foto wanita cantik dari rekan ku dan rekan mu, tetap dia menolak, jika kita menawarkan nya lagi aku khawatir dia akan marah" ucap Sisi istri Ryan
"kali ini aku yakin dia mau, selain cantik anak ini pasti bisa meluluhkan hati anak kita" jawab nya
"anak siapa dia sayang? "
"anak kisya, aku ingin menjodohkan sasya dengan virgy" jawab nya antusias
"benarkah? aku sangat setuju, aku ingin berbesan dengan kak kisya sayang" ucap nya lebih antusias
"baiklah mari kita bicarakan besok pagi dengan virgy" balas nya, sisi hanya mengangguk.
kak kisya, aku sangat ingin berbesan dengan mu, aku ingin membahagiakan anak mu, aku ingin membalas budi pada mu
batin sisi dengan senyum tersirat pada bibir nya
sisi adalah adik kelas kisya rena dan loli dulu, adik kelas Ryan juga.
Setelah berpisah, sisi tahu bahwa kisya telah bersama joan, sisi sangat menyukai Ryan dari dulu, namun ia hanya memendam karena Ryan menjalin kasih dengan kisya saat itu, sisi mempunyai kafe dan kisya sering mampir kesana, membuat mereka jadi akrab, dari situlah sisi meminta saran pada kisya agar bisa meluluhkan hati Ryan sang mantan kekasih kisya.
Dengan senang hati kisya membantu, memberi tau bagaimana karakter Ryan, apa yang dia suka dan tak suka, kisya senang sisi bersama Ryan karena sisi anak yang baik, mereka pun menikah tak lama setelah kisya dan joan menikah.
Karena itu, sisi ingin membalas kebaikan kisya yang telah membantu nya mendapatkan Ryan dengan membahagiakan anak nya kisya oleh virgy.
**
Papa , bunda sisi dan virgy duduk bersama menyantap sarapan mereka, sisi melirik Ryan mengisyaratkan untuk membicarakan perihal perjodohan anak tunggal nya itu.
"nak" panggil Ryan
"iya pah? " saut virgy sambil menatap papa nya
__ADS_1
"mungkin kau bosan mendengar ini, tapi jika kau tak setuju kali ini, papa akan memaksa mu menikah dengan Ola, ini pilihan terbaik dan terakhir dari papi " jawab papa
ola? wanita menyebalkan yang tak pernah menyerah menggangu ku itu? anak dari om dev? membayangkan nya saja aku merinding
"kenapa harus ini yang terakhir? kenapa tidak yang 2 bulan lalu saja yang terkahir? sudahlah pa, aku tak ingin di jodohkan, aku bisa mencari jodohku sendiri" ucap nya
"sayang, usia mu sudah mau 28 tahun, dan bunda belum pernah melihat kau membawa wanita ke rumah, tahu kau punya pacar saja tidak sayang, kau normal kan sayang? " tanya bunda sisi khawatir
"astaga bunda, aku normal, aku hanya tak suka dengan wanita wanita yang mendekati ku, mereka begitu agresif, dan menghalalkan segala cara untuk mendekati ku, dan mereka sangat mengesalkan" jawab nya sedikit kesal
"lihatlah dulu calon mu ini nak" ucap papa Ryan sambil menyodorkan foto di dekat piring makan virgy
"pa, aku bilang aku tak perlu di jod- " ucapan virgy terhenti saat ia melihat wajah di foto itu, sang dewi cinta yang sedang tersenyum manis.
Papa Ryan menangkap perubahan mimik wajah anak tunggal nya itu, sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya, papa Ryan tersenyum kecil.
"baiklah jika kau tak ingin di jodohkan dengan altha, padahal dia gadis cantik, papa berteman baik dengan bunda nya, papa akan membatalkan perjodohan kalian, bunda kisya sudah memutuskan jika kau menolak maka ia akan menjodohkan altha dengan anak rekan bisnis nya " ucap papa berpura pura sambil mengambil kembali foto altha
Tak lama tangan papa Ryan di tahan oleh virgy, dengan cepat virgy mengambil foto al dan dimasukan ke saku jas nya.
"ehem, aku mau di jodohkan dengan dia, aku sudah lelah di tawari wanita dan aku tak mau berurusan dengan ola" ucap nya, papa Ryan bisa melihat wajah anak, mimik wajah yang sudah lama tak ia lihat, Ryan dan bunda sisi pun tersenyum senang.
"benarkah? haha baiklah sekarang kita tinggal menunggu kabar dari bunda kisya, berdoalah semoga altha mau di jodohkan dengan mu" ucap papa sambil kembali memakan sarapan nya.
**
"Apa?? bunda ingin menjodohkan aku? " tanya al terkejut mendengar penyataan bunda nya
"iya sayang, bunda kenal baik dengan orang tua nya dan mereka orang orang yang baik, anak nya pun pasti baik dan bisa menjaga mu" ucap nya lembut
"bunda aku sudah besar, aku tak suka ini, maaf bunda aku pergi dulu, kita bicarakan lagi ini nanti" altha pun pamit dan pergi.
**
Di mobil
Suasana hati al tak karuan, ia masih tak menyangka bunda meminta nya untuk menikah.
apa yang bunda fikirkan, apa ada yang salah dengan ku? kenapa bunda ingin menjodohkan ku? apa bunda tau aku suka mempermainkan lelaki? jika itu alasan nya itu cukup masuk akal, tapi darimana bunda tau? lea? apakah lea mengadu pada bunda? ah tak mungkin
ia pun melajukan mobil nya ke sebuah kafe ternama untuk bertemu lea disana.
"hey kau mengadu pada bunda tentang tingkah ku? " todong al saat sampai di meja lea
"tingkah mu yang mana? kau banyak tingkah jadi aku bingung tingkah mana yang kau maksud? "
"tentang aku yang mempermainkan lelaki"
__ADS_1
"tidak, masa aku mengadu pada bunda mu, memang nya bunda bicara apa padamu sampai kau menuduh ku? " tanya lea berbohong
"hmm tapi aneh sekali, bunda meminta ku untuk menikah, bahkan menjodohkan ku dengan anak teman nya " keluh al
Lea yang mendengar nya sampai terbatuk batuk saat minum.
ya ampun, maafin aku al, ini pasti karena aduan ku, bunda jadi mikirin kamu dan menjodohkan mu
"ya ampun al, terus kau tanya alasan bunda menjodohkan mu? " tanya nya kemudian, al hanya menggeleng pelan kepalanya sambil memakan makanan pesanan nya
"al, bunda pasti ada alasan tersendiri menjodohkan mu, dan pasti bunda telah siapkan lelaki terbaik untuk mu, hey siapa tau calon suami mu itu tampan dan baik hati, ketemu saja dulu " ucap nya membujuk al
"tampan dan baik hati tak jadi jaminan, papi ku buktinya " ucap nya datar dengan mata memandang keluar jendela
Tak lama sebuah suara memecahkan keheningan mereka
"eh ada siapa nih? ada model terkenal yang suka ganti ganti cowo nih" ejek Helen, teman kampus lea dan al
"eh ada siapa nih? ada model tak terkenal yang tak pernah berhasil mendapatkan cowo populer di kampus sekalipun" jawab al sambil tersenyum
Helen geram dengan ejekan altha
"kau bangga sekali ya ganti ganti gebetan? apa ini didikan ibu mu? ah aku lupa, ibu mu tak bisa mendidik mu ya? apakah ibu mu masih sibuk dengan dirinya? apakah dia masih sibuk menata hatinya yang hancur karena di campakkan dan di khianati suami nya? hahaha jangan hanya karena media tak memberitakan ini kau jadi seenaknya ya al, mungkin ayah mu bisa membungkam media, tapi tak bisa membungkam ku, kalau aku jadi kau aku pasti malu punya ibu yang di campakkan demi sekretaris yang lebih muda nan seksi itu ahaha" ejek helen dengan suara agak keras, hingga mampu membuat pengunjung memperhatikan mereka.
Tak cukup banyak waktu, dengan cepat altha berdiri
plakk
tangan kanan al mendarat mulus di pipi kanan helen, helen kemudian menoleh dan
plakk
tangan nya kembali mendarat, kini di pipi kiri helen.
Kemudian tangan al mencengkram erat pipi kanan dan kiri helen.
"hey jalang, apa bedanya kau dengan sekretaris itu? kau fikir aku tak tau kau tidur dengan petinggi petinggi hanya untuk mendapatkan job? papi ku tak bisa membungkam mu? tapi aku bisa merobek mulut mu, dan jangan sebut apalagi menghina bunda ku dengan mulut kotor mu itu" ucap al geram kemudian pergi dari kafe.
Helen terdiam mematung menahan malu. ia bersumpah akan membalas rasa malu ini.
**
Halo, maaf ya jika masih ada nama "sasya" di cerita ini, sebelum menggunakan nama "altha" aku menggunakan nama "sasya" sebagai pemeran utama.
aku harap kalian tidak bingung kalau tanpa sengaja aku lupa belum mengganti nama sasya menjadi altha.
Jangan lupa di like yaa ❤🖤
__ADS_1