Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Tak Mampu Teralihkan


__ADS_3

Virgy kembali menghampiri jul dan indra.


"Kenapa al lari? kau apakan anak orang gy?" Todong indra saat virgy baru saja duduk, mereka penasaran apa yang sebenarnya terjadi setelah melihat drama tadi.


"Ah sial jantung ku berdetak kencang sekali ndra" Ucapnya sambil tertawa, hanya melihat raut wajah nya saja orang bisa tau bahwa dirinya sedang berbahagia.


"Kenapa kau? jangan buat kita penasaran" Timpal julian


Virgy pun menceritakan kejadian yang terjadi di tepi pantai bersama al dan lea dengan mata berbinar dan senyum yang tak pernah lepas menghiasi bibirnya .


"Wah ini sih gila ndra, selalu saja dia beruntung. Bunda sisi makan apa sih pas mengandung ini anak? baru saja tadi dia akui jatuh cinta pada al, dia langsung dapat pengakuan dari orang nya langsung"


Tanya julian menggebu gebu


"Sahabat macam apa kalian ini? bukan nya beri selamat" Virgy heran dengan kedua sahabat nya ini, apa pantas 2 makhluk di dekatnya ini di beri label sahabat? mereka tertawa saat virgy bertingkah bodoh dan merasa sedih saat ia senang


"Haha habis kau ini keterlaluan sekali gy, belum 2 jam kita menertawakan kebodohan mu, tapi kau sudah dapat pengakuan cinta dari sang dewi, kau ini beruntung sekali sampai membuatku kesal" Ucap indra seraya tertawa di ikuti julian.


"Sialan kalian" Celetuk virgy.


"Jadi sekarang al sedang kabur untuk menutupi rasa malu nya? haha sudah pasti dia malu sih, pembawaan dirinya di depan orang lain yang terlihat dingin dan anggun ambyar di depan seorang virgy addison haha" Tawa indra kemudian


"Aku tak sabar ingin melihat ekspresi nya haha" Julian ikut tertawa


Mereka saja tak sabar melihat mu al, apalagi aku. Cepat kemarilah aku tak sabar ingin mencubit pipi mu yang merona itu


**


Tempat Al & Lea

__ADS_1


Altha masih duduk di tumpukan pasir bersama Lea, menatap air laut yang ada di hadapan nya.


Dengan wajah yang serius, seakan memikirkan sesuatu yang sangat mendalam.


"Apa aku bunuh diri disini saja Le?" Ucap nya kemudian.


Gubrag


Jadi ini yang daritadi dia fikirkan? Al Al .. kau ini benar benar konyol sekali


"Sadarlah wahai sahabat ku, ini bukan akhir dari segalanya. Dunia tak akan runtuh hanya karena orang yang kau sukai mendengar penyataan cintamu. Tak apa, bersabarlah. Ini ujian dari Tuhan, tapi bukankah kau pun tau? Tuhan tak akan memberi ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya, dengan adanya hal ini bukankah artinya Tuhan tau kau mampu?" Ucap Lea yang menasehati sambil terkekeh menahan tawa


"Sialan, kau ini benar benar ya? bagaimana bisa kau ucapkan sesuatu yang keren tapi ekspresi mu menyebalkan begitu? kau ini menasehati sambil menertawaiku!" Seru nya sambil berdecak kesal


"Haha maafkan aku, sudah yang terjadi tak bisa terulang lagi al, kau harus hadapi ini. Ayo cepat kita kembali ke tempat mereka duduk tadi, matahari sudah mau terbenam" Ajak Lea sambil beranjak dari duduk nya dan berdiri


"Ahhh menyebalkan! ayolah kita nikmati sunset disini berdua saja" Rengek nya


Al pun menuruti Lea, meski ia masih enggan pergi tapi ia tau apa yang dikatakan Lea benar, apalagi mereka berdua wanita, ia pun takut jika malam malam berdua di pinggir pantai dengan Lea di tempat yang cukup asing dan dengan kostum seperti ini.


**


Setelah beberapa menit Lea dan altha sampai di tempat dimana ada virgy jul dan indra.


Virgy yang melihat kedatangan kedua wanita itu langsung menatap Altha sambil tersenyum, yang wajah nya langsung bersemu merah saat mata mereka bertemu.


Altha dengan segera mengalihkan pandangan nya. Dan duduk di tempat nya tadi


Isshh kenapa aku malah mengalihkan pandangan? keliatan banget malu nya kalau seperti ini. Urat malu dimana kau? dan kenapa dia tersenyum hah? dia pasti puas kan? dia pasti senang ada bahan untuk menertawai ku kan?

__ADS_1


Indra dan indra pun menyambut kedatangan mereka, para lelaki sepakat untuk pura pura tak tau seakan virgy belum bercerita. Apalagi kalau bukan bertujuan untuk mengurangi rasa malu altha.


"Kalian darimana?" Tanya indra pura pura tak tau


"Habis lomba lari" Jawab Lea asal


"Iya lari dari kenyataan" Gumam altha dengan suara pelan namun masih terdengar oleh ke empat orang itu. Kepalanya masih menunduk sambil membersihkan pasir yang menempel di kaki dan bawah baju nya.


Sedangkan Lea jul indra dan virgy sudah saling kode untuk tak tertawa, ya saat ini mereka kompak menahan tawa demi harga diri altha.


Aku ingin mencubit pipi merah mu itu Al, kau semakin menggemaskan saja


Virgy masih tersenyum memperhatikan tingkah altha.


Karena merasa di perhatikan, Altha pun beranjak dari tempat duduknya dan duduk di sofa angin paling depan.


Pokoknya aku tak mau dia melihat wajah ku, cih aku yakin dia sedang menahan diri untuk mengejek ku. Menyebalkan tapi aku suka sih, ah aku memang sudah gila


Mereka berlima menikmati pemandangan sunset di depan mata, begitu indah.


Namun seindah apapun sunset saat ini, tak mampu mengalihkan pandangan mata virgy pada gadis yang sedang duduk manis dengan rambut terikat itu.


Cantik


Ya itulah kata hatinya, bukan sunset yang ia puji, melainkan gadis cantik pujaan hatinya, Altha Alodra Wijaya.


Seperti biasa, virgy mengambil handphone nya dan memotret gadis tersebut. Untuk apalagi kalau bukan mengabadikan moment pengakuan cinta?


Dan meski raga tak berdekatan namunhati keduanya sama sama berdebar, karena kini keduanya telah sadar bahwa mereka sedang jatuh cinta.

__ADS_1


**


__ADS_2