Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Akhir Rasa Malu Yang Memuncak


__ADS_3

Halo semua 🖤


Semoga hari ini menyenangkan yaa, jangan lupa like setelah membaca, dan vote aku juga yaa biar makin semangat buat up nyaa 🖤


**


Kamar Lea dan Altha


Mereka segera mengganti pakaian tidur setelah sampai di kamar, dan di lanjutkan kegiatan berbincang sebentar sebelum mengakhiri malam ini, setelah usai mereka pun merebahkan diri di kasur, tak butuh lama Lea sudah terpejam, namun tidak dengan altha.


Jantung ku sehat kan? berdegup kencang mulu dari tadi. Dan kenapa lelaki menyebalkan itu memeluk ku sih? Dasar lelaki tak berperasaan, apa karena dia tau aku menyukainya jadi dia seenaknya begitu?


Altha sibuk dengan segala fikiran buruknya tentang virgy meski di sisi lain ia senang di peluk mesra oleh calon suaminya itu.


Setelah 1 jam berlalu barulah altha bisa memejamkan matanya.


**


Pagi ini mereka akan pulang, mereka sudah memindahkan barang bawaan ke ruang tamu dan mamang dan pelayan lain yang ada disana membantu memindahkan nya ke bagasi mobil.


Mereka pun sarapan pagi bersama tak lama kemudian Lea julian dan indra yang telah selesai sarapan pun asik foto bersama di halaman dan meninggalkan altha da virgy di meja makan, namun mata altha mencuri kesempatan untuk melirik virgy yang entah mengapa telihat tampan sekali di matanya.


Cih apa karena aku suka padanya dia jadi terlihat semakin tampan? bisa gila aku kalau terus terusan seperti ini.


"Liatin aja terus gak apa apa ko, ganteng nya gak akan luntur" Ujar virgy sambil tersenyum manis semanis coklat hangat yang altha minum, ternyata virgy sadar al memperhatikan nya


"Masih pagi tapi kau sudah sepercaya diri itu ya? siapa juga yang liatin" Sangkal al


Virgy pun terus menatap altha dengan senyum yang semakin manis, "Kau semakin manis saja al" Ucap virgy lembut


Sebuah kalimat pendek namun mampu membuat rona wajah altha berubah, kemudian ia pun memalingkan pandangan nya dan mulai beranjak pergi mendekati Lea dan yang lainnya.


Wah gila, dia ini kalau bicara tak di pikir dulu apa? tolong fikirkan perasaan ku!!!!


Teriaknya dalam hati sambil mengelus dadanya untuk bersabar.


Virgy terkekeh dan mengikuti altha dari belakang, mereka pun ikut berfoto bersama.


Setelah usai mereka berpamitan pada semua pelayan dan hendak masuk mobil.


"Le jangan lupa kirim film yang kau maksud tadi malam" Ujar al mengingatkan


"Cie tak sabar ya mau liat film calon suami" Goda Indra


"Iya dong, kalau film nya jelek aku bisa ketawain dan ejek dia haha" Ucapnya sambil. tertawa


"Kayaknya bakal kebalik al" Ujar julian


"Lah ko kebalik sih?"


"Nanti juga ngerti" Ujar Lea sambil mendekati altha


"Al, 1 yang harus kamu ingat. Bagaimapun kamu adalah sahabat terbaik, jangan berbuat hal konyol, jangan pokonya" Ucap Lea


Seketika gelak tawa ketiga pria membuat altha semakin bingung.


Mereka pun akhirnya berpisah, altha dan Virgy dan Lea bergabung di mobil bersama jul indra.

__ADS_1


**


Mobil Altha & Virgy


Altha yang sibuk mengemil seraya mendengarkan musik seolah hidup sendiri, tak peduli dengan virgy. Mungkin lebih tepatnya seolah tak peduli.


"Al.. " Ucap virgy


"Hmm apa?" Tanya Al tanpa memandang virgy dan tetap asik dengan cemilan nya


"Jangan malu ya nanti" Ucap virgy setelah selesai mengetik pesan pada seseorang


"Kau bicara apa sih?" Tanya Al bingung, namun tak lama kemudian sebuah pesan masuk dari Lea mengalihkan pandangannya.


"Selamat menonton, jangan mati ya" Begitulah isi pesan lea


"Lea kirim aku film, jangan ganggu aku, aku mau fokus nonton" Ucapnya, lantas segera mengambil headset dan menonton film.


Degg


SIAL, APA APAAN INI??


Mata altha terbelalak melihat video yang di krim Lea setelah beberapa menit. Dengan sangat jelas ia melihat virgy dan wanita yang tak lain adalah dirinya di sofa, dirinya yang melanturkan beberapa kalimat dan adegan ciuman panas di sofa itu.


Seketika altha menjatuhkan handphone nya karena gemetar saat video itu telah selesai.


Virgy yang sadar segera menghentikan mobil nya di pinggir jalan yang memang sepi


"Al? " Tanya virgy, namun tak ada jawaban. Altha masih mematung sambil bergemetar.


Virgy pun mengambil handphone altha yang terjatuh dan terlihat video nya bersama altha, ia pun menyimpan handphone itu di dasbor mobilnya. Dan kembali memanggil altha seraya menggoyangkan tubuh altha.


Altha terus menunduk tak ingin menatap virgy.


Mati aja lah, Mana harga diri mu Altha Aldora Wijaya? Terkutuk kauu!


Teriaknya dalam hati, tentu saja tak akan pernah terdengar oleh virgy.


"Kan aku udah bilang jangan malu" Ucap virgy sambil tangan nya menyentuh dagu altha dan mengarahkan nya pada wajah virgy.


Mereka pasti sedang asik menertawakan ku kan? sialaannn


"Enak sekali kau bicara, kau tidak malu karena kau tidak tau perasaan ku" Gumam Al, rasanya ia ingin menghilang saja.


"Aku tau"


"Tidak kau tak tau gy! Aku malu, mungkin kau biasa berciuman dengan wanita lain jadi kau tak akan merasa berdebar apalagi malu sepertiku, Atau mungkin kau biasa berciuman dengan wanita meskipun kau tak menyukainya ?" Ucap altha seraya tersenyum getir


"Kamu salah, dan kamu tak tau apapun tentang aku Al" Ucap virgy lembut


"Apa? apa yang aku tak tau gy? aku cukup tau sekarang, kau cuma permainkan aku kan? kau senang aku malu seperti ini? kau senang bisa mengejek ku kan?" Tanya nya dengan mata yang mulai berkaca kaca


"Kamu tak tau Al, aku menyukai mu" Ucap virgy


"Kau fikir aku akan percaya?"


"Aku memikirkan mu setiap hari, jantung ku berdegup kencang setiap melihat mu, bersentuhan dengan mu, kesal jika lelaki lain mendekati mu, apa itu pula yang kamu rasakan al?" Tanya virgy masih dengan suara yang begitu lembut, altha terdiam, menatap mata lelaki di depannya. Altha tau virgy berkata jujur. Sorot mata yang belum pernah ia lihat pada lelaki yang pernah dekat dengan nya, sebuah ungkapan cinta yang tulus begitu menyentuh hati altha. Seketika air mata nya menetes tanpa ijin.

__ADS_1


"Jangan menangis sayang, maafkan aku" Ucap virgy seraya menghapus bulir air mata yang menetes di pipi altha yang mulus itu.


"Jangan memanggil ku sayang" Ucap nya


"Lantas kau ingin aku panggil apa?"


"Cintaku?" Tanya virgy


Dengan segera altha menepuk pundak lelaki di depan nya dan senyum nya kembali hadir


Virgy pun memeluk altha, mengusap lembut punggung dan kepala altha, Al terdiam, menerima pelukan Sang kekasih


"Jangan malu, aku juga menyukai mu dan kita akan menikah, kamu adalah wanita pertama dan terakhir Al" Ucap virgy, kalimat nya saat ini terdengar seperti melodi yang begitu indah bagi altha.


"Kamu memang yang pertama bagiku gy, tapi aku bukan yang pertama untukmu" Lirih altha


"Tidak, kamu pun yang pertama sayang, tanyakan saja pada siapapun yang mengenalku, hanya kamu yang mampu meluluhkan ku Al, hanya kamu wanita yang ku sentuh" Ucap virgy sambil melepas pelukan dan menatap mata altha yang berbinar, keduanya bisa melihat bahwa mereka saling menatap penuh cinta.


Virgy pun mengelus lembut pipi dan bibir altha, jantung keduanya berdegup lagi.


Virgy mendekat, menempelkan bibir nya pada bibir altha. Dan kali ini mereka berciuman dengan sadar, sebuah ciuman lembut begitu dirasakan keduanya, ciuman lembut yang begitu mesra, altha melingkarkan lengan nya di leher virgy, dan virgy memeluk tubuh seksi altha, ciuman itu berubah menjadi ciuman panas, virgy melepas ciuman nya sambil tersenyum mereka pun berlomba menghirup udara, virgy kembali mendekat namun kini ia mencium area leher altha, mencium lembut menyapu setiap kulit itu.


"Mmmmhhh virgyyy.. " Desah altha


Virgy semakin bernafsu, ia pun menurunkan ciuman nya di atas dada altha, memberi stempel kepemilikan disana, tangan nya mulai tak waras, tangan virgy mulai masuk ke dalam pakaian altha, mengelus lembut perut rata Al, mulai beranjak naik ingin memegang gunung kembar Al, namun tiba tiba


Titt Titt


"Jangan mesum di jalan woy, entar ada paparazi!" Ujar lelaki di samping kaca mobil altha


Suara yang mereka kenal, suara indra.


Sejak tadi mereka memang sudah menunggu 2 sejoli itu di belakang mobil virgy, namun mereka merasa ada yang tak beres karena mobil virgy sudah sekian lama berhenti namun tak lagi bergerak maju.


Altha seketika langsung menutup wajah dengan tangan kanan nya, dan tangan kirinya melepaskan tangan virgy yang ada di dalam pakaian nya


"Brengsek ganggu aja kau ndra" Ujar virgy berdecak kesal sambil membuka kaca mobil nya


"Kamu gitu ya sekarang? jadi kasar sama aku mentang mentang udah normal" Ujar indra pura pura sedih


"Haha ***** gila ini bocah" Ucap Julian


Virgy ikut tertawa.


"Udah ayo pulang, adegan yang tertunda di lanjut pas udah sah aja" Ujar Lea dari dalam mobil


Altha yang segera sadar dan mengontrol rasa malu nya segera berbalik badan dan menatap Lea.


"Lea sialan! aku pecat kau dari sahabat ku! Mending gak usah tau video itu daripada buat aku malu kayak gini" Ujar altha kesal


"Yauda aku jadi sahabat virgy aja sekarang, ya gak gy?" Tanya Lea


"Iya dong" Ujar virgy sambil tertawa, dan di sambut pukulan dari altha


Mereka pun tertawa dan melanjutkan perjalanan mereka.


**

__ADS_1


Pelaku utama yang mengobrak abik hati altha



__ADS_2