
Keesokan harinya, altha berniat menelepon Lea untuk menceritakan aib nya itu, dengan harapan mendapat sedikit dukungan agar ia tak mengutuk dirinya sendiri lagi.
"Le apa kau ada di cafe siang ini?" Tanya al begitu Lea menjawab telepon nya
"Iya, kau mau kemari?"
"Hmm, aku butuh saran muuu"
"Baiklah kesini saja, hati hati ya"
Lea pun menutup telepon nya.
Altha mengawali pagi dengan sarapan dan lari pagi di halaman rumahnya, ikut pelayan menyiram bunga, menonton film kartun, bermain game dan aktvitas santai lain nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, altha pun bergegas pergi ke kafe milik Lea di antar pak dadang.
"Pak, pulang saja ya. Nanti aku kabari kalau sudah selesai, kalau aku tak memberi kabar berarti aku di antar Lea" Ucap altha saat mobilnya telah sampai di cafe Lea.
"Baik non"
Altha turun dari mobil "Hati hati pak"
Kemudian altha masuk ke cafe.
"Al" Sapa lea
Mereka pun berpelukan, Lea menujukkan tempat duduk favorit altha dan meminta nya untuk kesana terlebih dahulu. Altha pun menuruti nya.
Altha duduk di pojokkan sambil membaca novel. Tak lama Lea pun datang membawa makanan dan minuman.
"Ada apa? mau cerita apa?" Tanya Lea
"Kau ini, tau saja kalau aku mau cerita" Takjub al.
Lea memang begitu, mungkin karena sudah lama bersahabat ia jadi tau sahabat nya ada masalah atau tidak, ingin cerita atau tidak.
Dengan hati hati altha pun menceritakan kejadian yang menimpa nya pada Lea, meski awalnya ragu namun ia katakan sejujur jujurnya dan tak ada yang ia tutup tutupi.
Lea yang mendengar cerita altha pun sangat terkejut hingga ia menyemburkan buah yang sedang ia makan.
"Ahhh Lea kau jorok sekali" Protes Al, meskipun semburan itu tak mengenai al dia tetap saja kaget melihat reaksi sahabat nya itu
"Ini karena aku terkejut!" Bela Lea
"Aku lebih terkejut di banding dirimu tau, aku tak berhenti mengutuk diriku sendiri, aku malu setengah mati. Aku benar benar tak sanggup dan tak berani bertemu dengan nya. Bagaimana ini?"
"Tenang tenang, apa dia ada menghubungi mu?"
Altha menggelengkan kepalanya.
Hmm ini ada 2 kemungkinan, virgy memang tak peduli atau dia sama sama malu seperti altha, ah aku harus melihat langsung bagaimana virgy memperlakukan altha agar aku tau.
Batin Lea
"Sudah biarkan saja dulu, mungkin dia sedang memberi mu waktu. Dan kau berhentilah mengutuk dirimu, wajar saja kau membalas nya, bagaimanapun kau wanita normal yang tak pernah berciuman, jadi ya wajar saja gairah yang menimbun itu akhirnya mulai meledak" Ucapnya santai
"Sungguh Lea, perkataan mu tidak menghiburku, malah membuat ku tambah malu!"
__ADS_1
Lea tertawa melihat keputus-asaan sahabat nya ini.
"Oh ya al, sahabat ku akan kesini, dia tetangga ku waktu di luar negeri. Nanti aku perkenalkan ya"
"Baiklah, ya sudah aku mau ke toilet dulu" Altha pun beranjak pergi, Lea pun mengangguk.
Tiba tiba handphone Lea berbunyi.
"Halo, kau sudah sampai mana?"
"Aku sudah di depan cafe mu"
"Naik saja ke lantai 2, aku di pojok"
"Oke"
Tak lama kemudian sahabat Lea datang dan menghampiri nya, Lea pun terkejut saat sahabat nya membawa kedua teman nya, namun tak lama ia pun tersenyum.
Sepertinya hari ini akan seru sekali
Lea tak henti tersenyum dan mengobrol basa basi dengan mereka.
**
Altha kembali dari toilet dan mendekati meja nya. Seketika ia melihat Lea duduk berhadapan dengan pria, pria itu membelakangi altha sehingga altha tak bisa melihat wajah nya.
Oh itu sahabat Lea? banyak juga. Aku kira cuma 1 orang dan wanita, ternyata 3 orang pria.
Altha pun semakin dekat, ia melihat Lea tersenyum sangat lebaaaar padanya.
Kenapa lagi itu anak? perasaan ku tak enak, biasanya aku akan sial kalau Lea sudah seperti itu, dia pasti merencanakan sesuatu
"Maaf lea aku lam--- "
Lagi, untuk kesekian kali ucapan nya terhenti.
"Hei sedang apa kau disini??" Tanya altha bersamaan dengan pria yang duduk di hadapan nya.
Kedua teman Lea terkejut meskipun akhirnya mereka tertawa.
"Al kenalin, ini sahabat ku waktu aku liburan di rumah tante ku di London namanya Indra, dan ini sahabat nya namanya Julian, dan satu lagi sepertinya tak perlu aku kenalkan padamu kan? Masa aku harus perkenalkan calon suami mu sendiri" Ucap Lea sambil tersenyum
Al hanya bisa mematung, kemudian tak lama ia tersadarkan.
Tidak tidak, aku tak boleh kikuk seperti ini.
"Halo namaku altha salam kenal" Ucap altha
"Halo altha, kita udah kenal kamu ko" Ucap Julian
"Iya kita kenal calon istri sahabat kita ini ko" Tempat indra kemudian
Mereka pun tertawa dan berbincang bersama, virgy sesekali melirik altha, begitu pula altha. Namun mata mereka belum saling bertemu. Tanpa mereka sadari tingkah mereka ini sedari tadi di perhatikan oleh Lea indra dan Julian
"Hei kenapa kau makan makanan pedas? nanti kau sakit perut" Ucap virgy tiba tiba, saat melihat Al yang mau memasukan ramen ke mulut nya.
"Aku sedang ingin makan ini, kenapa kau larang larang terus makanan ku?"
__ADS_1
"Itu karena makanan itu tak baik untuk dirimu , mengurus kesehatan diri sendiri saja tak bisa. Bagaimana kau akan mengurus ku nanti?"
"Wah baru saja bertemu kau sudah memancing keributan"
"Lalu untuk apa kau fitnes kalau pola makanan mu saja tak di jaga begini" Protes virgy sambil menunjuk piring piring yang ada di hadapan altha
"Itu karena kau menyebalkan, kau memakan makanan ku waktu di apartemen tanpa menyisakan nya sedikitpun, aku sampai terbayang bayang tau"
Belum sempat virgy menjawab, Al berkomentar lagi
"Dan lihat lah sekarang, sore sore begini di saat cuaca sedang dingin dingin nya, mana di luar ujan. Tapi kau tak memakai jaket, kau ingin sakit hah? mengurus diri sendiri saja tak bisa, bagaimana kau akan mengurus dan menjaga ku nanti?" Timpal nya lagi
Di saat virgy mau menjawab, lagi lagi ucapan terpotong
"Kalian saling jatuh cinta ya" Ucap Lea indra Julian kompak setelah melihat drama percintaan di hadapan mereka.
"Kita tidak saling jatuh cinta!" Seru kedua nya kompak.
Ketiga penonton itu pun langsung tertawa, wajah altha sudah bersemu merah. Ia pun beranjak dari duduk nya.
"Aku ke toilet dulu" Al pun pergi
"Aku juga ke toilet dulu" Virgy pun pergi, mereka bukan benar benar ingin ke toilet karena ada kebutuhan, mereka hanya ingin saling menghindar saja.
Setelah keduanya pergi Lea jul dan indra pun saling menatap.
"Bukankah mereka sangat bodoh?" Ucap Lea
"Iya mereka sangat bodoh, aku kira hanya virgy saja yang bodoh, ternyata altha pun sama" Komentar Julian
"Rupa tampan dan cantik, mapan kaya dan cerdas, tapi kenapa mereka bodoh sekali soal percintaan?" Tanya Indra
"Tenang saja, tak lama lagi mereka akan saling mengakui dan tak akan menyangkal lagi, fisik mereka saja sudah mengakui, tinggal di lisan saja" Ucap Lea
"Apa maksud mu?" Tanya Indra
"Apa kalian tidak tau? mereka sudah berciuman" Jelas Lea
Seketika Indra terkejut dengan mata terbelalak, sedangkan Julian yang sedang meminum kopi pun karena terkejut ia membuka mulut nya dan air kopi jatuh dari mulut nya.
"Ahh jul kau jorok sekaliii" Protes lea
"Maaf maaf, aku tak menyangka virgy sudah berciuman. Itu pertama kalinya untuk virgy" Jelas Julian
"Itu pun pertama bagi altha" Ucap Lea
"Baiklah, kalau sudah begini berarti kita harus membantu mereka agar cepat saling mengakui, atau setidaknya rasa cimta mereka semakin besar sebelum hari pernikahan mereka, agar saat ulang tahun virgy nanti ia mendapatkan hadiah luar biasa dari altha, dan mereka bisa menikmati pernikahan ini dengan perasaan bahagia" ucap indra sambil tersenyum licik di ikuti Lea dan Julian. Sungguh ekspresi mereka saat ini seperti pemain antagonis yang sedang merencakan sesuatu yang sangat jahat.
Akhirnya ketiga orang gila ini bersatu dengan misi besar yang harus mereka lakukan.
**
Halo semua, aku mau minta maaf sebelumnya jika di episode awal ada beberapa nama yang muncul dan membuat kalian bingung.
Jika ada nama sasya, itu maksudnya adalah altha. Karena awalnya nama pemeran utama novel ini adalah sasya sebelum aku ganti menjadi altha
Kemudian jika ada nama aldi, itu maksud nya adalah doni ya (mantan gebetan altha)
__ADS_1
maafkan aku jika terlewat aku koreksi 🖤