Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Kepolosan


__ADS_3

Pagi telah tiba, altha bangun dari tidur nyenyak nya, mengerjap kedua matanya dengan perlahan.


"Selamat pagi tuan putri, tidak ada niat untuk bangun lebih siang?" Ucap lea dengan lembut


Altha segera bangun dan melihat jam di dinding.


"Jam st. 9 itu masih pagi tau le"


"Cih, anak gadis ko bangun jam segini"


"Sumpah le kepala aku pusing banget, tapi aku tidur nyenyaaakkkk banget" Ucap nya sambil sumringah


Kau enak tidur nyenyak, tapi calon suami mu itu yang gak nyenyak, dasar wanita tak peka. Harus aku ospek ulang kayaknya ini bocah


"Iya kemarin kau tak sengaja minum sampanye" Ujar lea


"Oh pantesan kepala aku pusing banget, tapi aku tak melakukan hal bodoh kan? ah pasti tidak kan? aku yakin. Karena aku sudah cukup banyak melakukan hal bodoh, jadi tak mungkin aku melakukan hal yang lebih bodoh lagi" Ucapnya penuh percaya diri


Lea hanya mampu menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa, altha segera bersiap untuk mandi karena mereka sepakat akan jalan jalan hari ini.


Setelah selesai mandi, altha keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi nya dan sibuk memilih pakaian yang akan ia kenakan.


"Hmm le, apa ada sesuatu yang aku lewatkan?" Tanya al meski matanya dan tangan nya masih sibuk mencari pakaian yang cocok.


"Kenapa emang?"


"Aku mimpi sesuatu, tapi kayak nyata aja gitu" Ucapnya


"Mimpi apa emang?"


Altha pun kembali menghadap lea setelah menemukan pakaian yang akan ia kenakan.


"Aku mimpi ciu---" Altha langsung menghentikan ucapan nya.


"Ah males banget aku cerita sama kamu, aku tak cukup bodoh untuk mengulangi kesalahan yang sama, maaf le tapi kesetiaan mu padaku sebagai sahabat sedang aku ragukan" Ucap altha dengan wajah serius, namun tidak dengan lea, karena ia langsung tertawa terbahak bahak.


Nah kan, liat respon makhluk ini.. sepertinya dia ketularan virgy, jadi menyebalkan.


Altha pun segera mengganti pakaian dan bersiap untuk turun ke bawah.


"Tapi nanti gak apa apa kan kalau kamu di mobil virgy? aku bareng jul dan indra"


"Oke tak masalah"


"Wahh ada angin apa nih tumben kau tak protes, udah ikhlas nih?"

__ADS_1


"Kau sendiri yang bilang yang sudah terjadi tak bisa di ulang lagi kan? jadi ya udah lah. Toh aku bakal tetap pura pura tak menyatakan perasaan ku. Si bodoh itu pun diam saja tuh tak membahas nya" Ucap nya santai, entah kenapa sejak bangun tidur ia merasa lebih lega dan nyaman.


**


Altha dan lea pun menuruni tangga dan melihat ketiga pria sudah ada di meja ruang makan, mereka pun sama sama baru bangun, namun berbeda dengan virgy yang sedari pagi sudah olahraga keliling vila dan pantai.


Ketiga pria itu pun menyapa lea dan altha, virgy memperhatikan altha yang mengenakan rok jeans dan atasan di atas pusar dengan corak bunga dan belahan dada yang terlihat jelas.


Iya, virgy melihat 2 tahi lalat itu lagi, mengingatkan ia akan kejadian tadi malam.


Sontak wajahnya bersemu merah dan ia pun tersedak saat sedang minum.



"Sabar gy sabar, jangan rusuh, bentar lagi juga bisa makan dia sepuasnya" Ucap indra, lea dan julian pun tertawa karena mengerti maksud perkataan indra, namun tidak dengan altha.


"Ngomong apaan sih kau itu ndra? Aku tak paham" Ujar altha, karena yang ia lihat virgy tersedak saat minum bukan saat makan


"Kalau tak paham udah jangan di paksain, otak kau belum nyampe" Celetuk lea di ikuti gelak tawa indra dan jul


Altha pun geleng geleng kepala dan duduk di samping virgy.


Kau ini benar benar unik ya al? kau sama sekali tak ingat apapun? luar biasa


Virgy berusaha mengembalikan rona wajah nya.


"Hei kau kenapa?" Tanya altha


"Hm? kenapa kenapa maksudnya?" Tanya balik virgy


"Itu bibir mu kenapa kayak bengkak gitu?" Tanya altha polos


Sontak ketiga orang pengintip tadi malam langsung membalikan wajah ke belakang dan menahan tawa mereka.


"Bengkak kejedot tembok" Jawab virgy


"Kasian banget tembok nya" Ujar altha santai


Cih andai aku yang jadi temboknya. Aku iri banget sama tuh tembok.


Kalian tidak salah baca, itu benar kata hati altha. Dia memang menyebalkan, apa yang ia lontarkan kadang tak sama dengan kata hatinya.


"Tapi enak gy ciuman sama tembok?" Tanya julian kemudian


"Enak banget sampai nagih" Jawab virgy jujur sambil tersenyum

__ADS_1


Boomm


Lea julian dan indra langsung tertawa terbahak bahak, mereka sampai sakit perut karena tertawa. Baru sepagi ini mereka gila


Kayaknya aku harus cepat pulang mereka semua gila, virgy juga jadi aneh, aku tak mau ketularan gila dan aneh kayak mereka


"Gimana tadi malem al? kamu tidur nyenyak? ini kan tempat baru, biasanya ada beberapa wanita yang sulit tidur ditempat asing" Tanya indra


"Hmm aku termasuk wanita yang seperti itu juga sih, agak sulit tidur nyenyak di tempat asing, tapi tak tau kenapa aku malah tidur nyenyak, bahagia aja gitu rasanya. Seakan unek unek aku semua udah keluar, tak ada beban" Jelas altha


Mereka kembali menahan tawa mereka.


"Kalau kamu gy?" Tanya julian


"Aku malah tak bisa tidur nyenyak di tempat ku sendiri" Jawab nya


"Kenapa?" Tanya altha


"Ya pasti sulit sih, gimana bisa tidur kalau yang dibawah aja belum tidur" Celetuk Lea


"Emang siapa yang dibawah?" Tanya altha polos


"Leon" Ujar virgy sambil terkekeh


"Aku mau dong ketemu Leon, hebat ya peliharaan kamu. Kalau dia belum tidur kamu juga gak tidur" Ucap altha dengan bodoh nya


Dan tentu saja semua kembali tertawa apalagi virgy, image altha yang dingin jutek itu sudah hilang entah kemana. Mereka kini tau bahwa altha sangat lah polos dalam masalah percintaan dan hal berbau dewasa


"Baiklah, tapi nanti setelah kita menikah baru aku pertemukan mu dengan leon" Ucap virgy lembut sambil mengacak acak rambut altha


"Kenapa harus nunggu udah nikah sih? emang sekarang gak bisa?" Tanya nya lagi


"Wah jangan al, bahaya. Nanti bukan cuma virgy yang di hukum, kita semua bakal di hukum sama om Ryan" Jelas indra sambil tertawa


"Sebegitu berharga nya ya Leon itu? sampai waktu untuk ketemu dia aja gak sembarangan" Percayalah altha berbicara dengan wajah yang takjub.


Ternyata aku benar dia bodoh, ah tidak si sayang ku ini bukan bodoh, dia terlalu polos


Virgy hanya terkekeh melihat tingkah polos altha.


"Iya berharga banget, soalnya dia besar, pokonya enak lah al" Ujar indra, dan langsung virgy melempar roti ke wajah indra sambil tertawa


"Lah ko enak sih? emang makanan apa? parah banget sih kalian" Ujar nya


Altha altha, kau benar benar menunjukkan kebodohan mu di depan mereka

__ADS_1


Lea menggelengkan kepalanya sambil tetap tertawa begitu pun dengan jul dan indra


**


__ADS_2