Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Berdebar (lagi)


__ADS_3

Beberapa hari kemudian virgy menjemput altha di lokasi pemotretan karena akan membawa al ke rumah nya untuk bertemu dengan bunda sisi.Altha dan virgy telah lama tak jumpa semenjak pertemuan terakhir di malam itu, karena altha sibuk pemotretan dan virgy sibuk dengan pekerjaan nya.


Altha tampak anggun dengan dress putih selutut tanpa lengan, dia pun masuk ke dalam mobil virgy.


"Thanks udah jemput" Ucapnya basa basi, altha tak ingin canggung seperti malam itu


"Hmm"


Sepanjang perjalanan mereka tak berbicara, tak lama mereka pun sampai di rumah virgy. Bunda sisi begitu senang kedatangan calon menantunya itu.


"Halo altha sayang, gimana kabar mu?"


"Halo tan, kabar ku baik, gimana kabar tante? maaf Al baru berkunjung"


"iya tak apa apa sayang, kamu kan banyak kegiatan yang harus di selesaikan" Ucap bunda sisi seraya menuntun Al masuk ke rumah nya.


"al kamu cantik sekali, kau mirip sekali dengan bunda mu saat muda dulu" Sambung nya


"Benarkah tante? tante pernah bertemu bunda saat muda dulu? "


"Jangan panggil tante, panggil saja bunda, kan bunda sisi akan jadi bunda mu juga sayang"Uucap nya sambil mengelus lembut rambut altha


"Iya bunda" Altha terseyum manis


Bunda sisi baik sekali, tapi kenapa anaknya begitu menyebalkan? dia bukan anak angkat kan?


"Nah gitu dong, jadi bunda itu adik tingkat bunda mu saat kuliah dulu, bunda mu sangat populer beliau sangat lemah lembut dan baik, dan juga cantik menawan seperti mu" Puji nya, Altha pun tersenyum.


Altha berbincang cukup lama dengan bunda sisi, dunia serasa milik mereka berdua, virgy terlupakan.Padahal dirinya ada di sana, sepertinya bunda sisi lupa bahwa anak nya adalah virgy, bukan altha .


Setelah sekian lama akhirnya virgy lelah berpura pura menonton televisi lantas dia pun pergi ke kamarnya.


"Al, bunda senang sekali bulan madu kalian tepat di hari ulang tahun virgy" Ucap bunda sisi setelah virgy meninggalkan mereka berdua


"Memang ulang taun virgy kapan bun? "


"1 januari"


Altha yang sedang mengemil anggur pun terbatuk batuk mendengar jawaban nya, 1 Januari adalah hari dimana dia bermimpi mengenakan gaun pengantin, saat bangun ia dengan cepat menggambar gaun indah yang ada di mimpi nya


Pantas saja saat di mobil saat itu dia bertanya padaku, apa dia pun terkejut seperti ku? apa ini yang disebut takdir?


"Kenapa sayang? pelan pelan nak" Bunda sisi pun panik


"Tak apa apa bun" Altha pun kembali tenang.


Selang berapa lama waktu menunjukkan pukul 9 malam, bunda meminta altha pergi ke kamar virgy untuk mengantar nya pulang karena khawatir kemalaman. Altha pun mengiyakan dan segera menaiki tangga dan mengetuk pelan pintu kamar virgy.


T**ok tok


Tak ada jawaban


T**ok tok


Ttok tok


Tok tok


Berkali kali tak ada jawaban juga


"Hei aku masuk ya"


Altha masuk ke kamar virgy yang tak dikunci, terlihat virgy tertidur disofa yang berada di balkon kamar nya sambil memegang buku. Al pun mendekati nya


*T*sk, dia lebih tampan saat tidur, karena saat dia tidur dia tidak menyebalkan haha


"Hei bangun , pindah lah ke kasur. Kau bisa masuk angin kalau kau tidur disini" Ucapnya sambil menggoyang goyang kan tubuh virgy


Virgy pun membuka matanya dan melihat altha berdiri di hadapan nya.

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa masuk?" Dengan suara serak ciri khas orang bangun tidur


"Ya aku berjalan dan masuk lewat pintu lah " Ucap nya asal


"Jawaban yang bodoh sekali"


"Pertanyaan mu itu yang bodoh dasar bodoh"


Altha beranjak dari balkon dan masuk ke kamar virgy, virgy mengikuti dari belakang.


"Kau mau pulang sekarang? "


"Hmm, tapi aku sedih belum bertemu papa mu"


"Papa lagi bertugas keluar negeri, berapa hari lagi pulang nanti juga bertemu"


"Baiklah, kau bisa mengantar ku? apa kau masih mengantuk? kalau kau mengantuk aku pulang di antar supir saja"


"Kau cerewet sekali, ayo pergi"


Virgy berjalan keluar dari kamar nya di ikuti al, virgy dan altha pun berpamitan pada bunda sisi dan pergi dari kediaman Addison.


**


Di mobil


"Hei hei berhentiiiiii" Ucap altha mendadak sambil memegang lengan virgy


"Ada apa? kau buat aku kaget saja" Tanya nya sambil menghentikan mobil di pinggir jalan


"Aku ingin kesana, ayo temani aku"


Altha menunjuk pasar malam yang tak jauh dari rumah nya itu


"Hei kau fikir kau anak kecil? "


"Ya sudah kalau kau tak mau, aku turun disini saja, aku pergi sendiri" Altha pun bersiap turun dari mobil virgy


"Lihat keadaan mu, kau menggunakan highles, dan bagaimana jika ada yang mengenali mu? "


"Iya juga ya"


*S*aat senang dia agak ceroboh, dasar bodoh


Virgy pun mengambil sesuatu dari jok belakang nya.


"Pakai lah" Virgy memberikan topi, sepatu kets berwarna putih dan jaket.


"Sepatu wanita siapa ini? milik pacar mu ya?"


"Sembarangan, aku tak punya pacar. Tadinya aku mau berikan pada bunda, tapi tak jadi kuberikan karena salah ukuran, tapi sepertinya kaki mu cukup, cobalah"


Bunda sisi memang gemar membeli sepatu kets maka dari itu virgy ingin memberikan hadiah pada bunda nya.


Altha pun memcoba sepatu nya, dan benar sepatu itu pas di kaki nya. Saat akan mengenakan jaket, ia bingung karena jaket nya dan virgy ternyata jaket couple.


"Hei jujur saja ini untuk pacar mu kan? mana mungkin kau beli jaket anak muda yang couple seperti ini untuk bunda dan papi mu?"


"Bunda yang beli untuk kita"


"Kenapa kau tak memberitahu ku? "


"Ini ku beritahu kan?"


"Itu karna aku bertanya, kalau tidak kau pasti tak akan memberikan nya pada ku kan? awas saja kau akan ku laporkan pada bunda mu"


*B*iar dia tau rasa di marahi bunda sisi


"Aku mau memberikan nya saat sudah sampai di rumah mu bodoh, ah kau ini banyak bicara sekali, ayo cepat turun kalau kau masih terus bicara kita pulang saja" Baru selesai bicara dengan gesit altha keluar dari mobil virgy.

__ADS_1


Virgy terkekeh melihat tingkah calon istri nya itu.


Altha menatap takjub pasar malam yang ia lihat malam ini, sudah lama tak kemari, terakhir ia ke pasar malam saat SMP bersama bunda dan papi nya.


"Aku ingin gula kapas itu"


"Belilah bodoh kau kan punya uang banyak"


"Kalau aku bawa uang sekarang untuk apa aku mengatakan nya padamu hah? tas ku tertinggal di rumah mu, aku cuma bawa HP saja, pinjam uang mu nanti aku ganti"


"Tak mau"


*A*aagghhhh kenapa dia begitu menyebalkan?


"Aku tak menyangka calon suami ku sepelit ini, kita sudah sampai sini dan kau tak ijinkan aku memakan cemilan kesukaan ku? kau jahat dan menyebalkan sekali"


*O*h gula kapas cemilan kesukaan nya


"Baiklah"


"Nah gitu dong, itu baru calon suami yang baik" Altha pun tersenyum senang, seperti anak kecil yang diperbolehkan membeli mainan kesukaan nya.


"Tapi ada syarat nya"


*A*palagi yang akan di lakukan makhluk kasat mata ini?


"Yayaya apa yang kau inginkan? cepatlah sebelum gula kapas nya habis"


"Tapi kau harus berjanji akan menurutinya "


"Iya aku berjanji, jadi apa permintaan mu?" Tanya al tak sabar, bukan tak sabar untuk mendengar permintaan virgy, tapi tak sabar mendapatkan uang untuk membeli gula kapas


"Nanti saja permintaan nya, pergilah"


Virgy pun memberikan beberapa lembar uang pada Altha.Altha segera berlari menghampiri penjual gula kapas.


*D*asar bocah


Setelah membeli gula kapas dengan segera altha berlari kecil dengan wajah riang menghampiri virgy yang sedang duduk di sebuah bangku sambil sibuk memegang handphone.


"Hei bocah, jangan lari lari seperti tadi, kalau jatuh bagaimana? kau itu bodoh sekali"


"Ya kalau jatuh tinggal bangun dan berdiri saja, kau yang bodoh dasar bodoh, begitu saja di tanyakan" Timpal altha


"Kau fikir tak akan malu kalau kau jatuh "


"Tidak, wajar saja jika seseorang jatuh"


"Hei bodoh, bukan kau yang malu, tapi aku yang malu karna aku bersama mu " Ucap nya santai


*S*abar lah wahai diri sebentar lagi kau akan sampai rumah dan kau bisa mengumpat dirinya sesuka hati mu.


"Hei cobalah ini" Usul altha sembari menyodorkan gula kapas, ia berharap gula kapas bisa membuat virgy sedikit tidak menyebalkan.


"Aku tak suka"


"Ini enak, serius kau tak mau?"


"Hmm"


"Kau memang aneh, dan hanya orang aneh yang tak suka makan gula kapas" Ucap nya sambil bersiap memakan gula kapas


Berapa detik kemudian tangan virgy mengarahkan gula kapas yang ada di jari altha ke dalam mulut nya, setelah itu dia pun menjilat jari al yang tertempel gula kapas.


"Hmm, manis, not bad" Ucap nya santai


D**eg deg deg*


A*ku sungguh tak bisa menebak apa yang akan di lakukan makhluk ini, apakah aku akan mati muda? kenapa jantung ku ini berdebar kencang sekali?

__ADS_1


**


__ADS_2