
**
Kampus Altha
Setelah pelajaran usai, altha dan lea berencana untuk makan siang bersama di cafe milik lea, mereka pun beranjak ke parkiran.
Bruk
"Kalau jalan pakai mata dong" Ujar wanita yang baru saja bertabrakan dengan altha.
"Jalan pakai kaki lah masa jalan pake mata" Celetuk altha
"Minta maaf ke altha" Ujar lea pada wanita itu
"Kenapa aku harus minta maaf?"
"Sudahlah helen, kau meksipun salah tetap tak mau minta maaf ya? kau sendiri yang jalan tapi mata mu fokus ke HP, jadi disini kau lah yang salah"
"Cih, meskipun aku bersalah sekalipun aku tak akan pernah mau meminta maaf padanya" Ujar helen dengan tatapan sinis pada al
"Ya terserah kau saja, yuk Le. Jangan buang buang waktu untuk orang tak penting seperti dia" Altha pun melangkah pergi bersama lea
"Ingat ya altha! Kebahagiaan mu tak akan berlangsung lama!" Teriak helen, altha yang mendengar nya pun hanya tersenyum sinis.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di cafe lea, memesan beberapa makanan dan minuman dan duduk di tempat favorit mereka.
"Apa helen marah karena kalah dapat job pemotretan majalah fashion ya le?" Tanya altha sambil menyedot minuman nya
"Iya pasti lah al, setiap dia kalah dari kamu dia pasti nyari masalah kan?"
Ujar Lea
"Sumpah ga profesional banget, gak punya otak kali ya suka nyari gara gara mulu ma orang" Keluh altha
"Kayaknya pas pembuatan otak si helen gak hadir" Celetuk lea sambil memakan makanan nya
"Bisa jadi" Ujar altha
"Jadi gimana?" Tanya Lea
"Gimana apanya?"
"Leon gede? enak?" Goda Lea
"Sialan" Ujar altha, wajah nya langsung bersemu merah
"Cape tau tiap malem Leon masuk kandang mulu"
__ADS_1
"Ahahaha gila" Mereka pun tertawa bersama.
Mereka pun berbincang cukup lama, hingga kehadiran seseorang tak mereka sadari.
"Hei cewe perawan dan cewe yang udah gak perawan" Sapa seorang pria yang mendekati mereka berdua
"Ya ampun ndra gitu banget nyapa nyaa" Keluh altha saat melihat indra dan Julian
"Haha yaelah al, di perawanin nya juga ma suami" Ujar Julian
"Iya juga sih, kalian cuma berdua? mana Virgy? "
"Dia masih rapat, kita juga habis dari luar sih ada kerjaan, sekalian lewat jadi mampir dulu" Jelas Julian
"Oh oke, udah pesen makanan? minuman? " Tanya altha
"Udah, traktir lah Le, kita udah sering kesini loh" Ujar indra dengan wajah memelas
"Sumpah ekspresi kamu udah kayak kucing minta makan"
"Lucu dong ya?" Ledek Julian.
Lea menggelengkan kepalanya, malas berdebat dengan kedua orang rese ini, bisa bisa Lea malah emosi.
Mereka pun mulai memakan pesanan mereka dan berbincang hal receh tak jelas.
"Eh bentar lagi launching sabun baru Addison kan?" Tanya Lea
"Kenapa gak kamu aja sih al yang jadi BA?" Tanya lea
"Cih, papa Ryan emang udah nawarin aku, udah masuk tawaran juga ke agensi. Tapi Virgy menyebalkan itu minta aku tolak"
"Lah kenapa?"
"Ya jelas lah Lea, iklan sabun pasti adegan nya mandi, ya agak seksi lah, mana nanti ada pemeran pria nya, mana sudi Virgy membiarkan altha di pegang pegang cowo lain, belum lagi kalau altha tampil seksi yang bakal di tayangin di setiap stasiun TV, bisa banting TV tuh Virgy setiap liat iklan nya" Jelas indra
"Haha iya juga sih gak kebayang ekspresi Virgy" Tawa Lea
"Terus BA nya siapa?" Tanya altha
"Ada deh, pokonya dia model dan adik kelas kita juga waktu SMA dan jaman kulia, tapi dia profesional ko"
"Oh berasa reunian dong ya"
"Hmm hehe" Entah mengapa altha dan Lea bisa melihat ekspresi aneh pada indra dan Julian.
Tak lama kemudian indra dan julian berpamitan pada mereka berdua.
__ADS_1
Selama perjalanan Julian dan indra mulai khawatir, sebuah kejadian langka dimana mereka diam satu sama lain di dalam mobil.
"Jul" Indra akhirnya bersuara
"Hm"
"Virgy tak akan kelewat batas kan?"
"Aku juga khawatir, tapi aku yakin cinta Virgy ke altha lebih besar" Ucap Julian mencoba menepis kekhawatiran indra meskipun sebenarnya ia pun sangat khawatir.
Tentu saja indra dan Julian mulai khawatir, meski Virgy bilang ia hanya menerima ola sebagai adik kelas nya saat jaman sekolah dulu, namun entah mengapa mereka takut Virgy akan terjerat akan kelembutan ola saat ini.
Ola yang lemah lembut jauh menyeramkan daripada ola yang agresif. Karena Julian tau, orang pertama yang pernah membuat Virgy tertarik adalah kelembutan seorang ola.
Sebenarnya Virgy hanya mulai bersikap biasa pada ola, menjawab dengan benar saat ola bertanya, tidak sedingin es lagi jika berhadapan dengan ola. Namun itulah yang membuat jul dan indra khawatir.
**
Beberapa hari kemudian setelah pertemuan nya dengan virgy, ola merasa sangat beruntung. Karena dirinya yang menjadi BA produk terbaru perusahaan Addison, ia bisa jumpa lagi dengan virgy. Meskipun hanya sekedar basa basi seputar pekerjaan, namun itu membuat nya senang, karena ia merasakan perubahan sikap virgy yang mulai menerima dirinya, mulai tak lagi acuh, setidaknya sekarang virgy mulai memperlakukan ola selayaknya seorang teman di masa sekolah dan itu sangat cukup membuat ola bahagia.
Ola sangat berterimakasih pada sepupunya, Helen. Karena helen memberikan beberapa informasi penting untuknya, ola pun sudah lumayan bisa mengendalikan emosinya. Tak terlalu berapi api seperti dulu, dia benar benar bertekad untuk berubah demi Virgy.
Ola segera meraih ponsel nya dan menelpon seseorang.
"Halo len" Sapa ola
"Apa la"
"Besok makan malam di apartemen ya, aku udah ajak tante Ela juga"
"Okee"
Setelah menelepon helen, ola segera menelepon tante nya.
"Halo tante"
"Ya ampun ponakan tante, gimana kabar nya? udah di Indonesia?"
"Baik tante, tante gimana? "
"Baik sayang, tante kangen"
"Ayo besok makan malam di apartemen ku tan, aku undang helen juga"
"Benarkah? tante pasti datang sayang"
"Baiklah terimakasih tante"
__ADS_1
Malam ini ola begitu senang, ia akan meminta saran untuk strategi selanjutnya pada tante dan sepupunya itu.
**