Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Puncak Rasa Malu (2)


__ADS_3

**Halo pembaca 🖤


Sebenernya aku pengen banget update nya sehari 2x atau sehari sekali aja, tapi gak tau kenapa suka greget sendiri pengen update kalau udah dapet inspirasi 😂


Oh ya jangan lupa like ya, dan jangan lupa VOTE aku biar aku makin semangaaatt lagi update nya.


Selamat membaca 🖤**


**


Ketika suasana di ruang tamu sedang memanas, mereka yang sedari tadi mengintip di kamar pun di hiasi suasana tegang.


"Rekam" Celetuk Lea tiba tiba


"Hei mengintip begini saja kita sudah salah, apalagi di rekam" Ucap Julian


"Kau itu so mengingatkan tapi daritadi kau yang paling depan untuk mengintip mereka" Ujar indra kemudian


"Kalian itu, coba fikir. Kita berencana mengerjai mereka agar hubungan mereka lebih dekat dan bisa saling mengakui perasaan mereka kan?" Tanya Lea di ikuti anggukan oleh kedua pria di dalam kamar itu.


"Tapi saat ini keadaan berbalik, kita lah yang di kerjain oleh altha. Dia itu paling tidak bisa minum sampanye, pertama kali minum saat awal masuk kuliah dimana dia ada masalah (saat papi nya pergi dari rumah) , dan dia akan benar-benar jujur mencurahkan isi hatinya, sejak saat itu aku tak lagi membiarkan dia minum sampanye. Tapi kalian tau apa yang paling menyebalkan?"


Indra dan Julian menggelengkan kepalanya


"Altha benar benar akan lupa kejadian saat ia mabuk, besok ia pasti tak ingat apa apa seperti orang bodoh, jadi cepat rekam bagaimanapun kita harus membuat mereka berdua tau perasaan masing masing" Jelas Lea.


Dengan cepat Julian mengambil HP, dan merekam kejadian yang ada di depan nya itu.


Sementara di ruang tamu kepala virgy terasa panas. Saat ini dia posisi terlentang di sofa dan altha yang duduk manis di atas nya, tangan kiri altha menahan tubuhnya dan tangan kanan nya membelai lembut wajah virgy. Sedangkan kedua tangan virgy memegang pinggang al.


Altha yang mengenakan tanktop dengan belahan dada yang rendah mampu membuat virgy frustasi. Ia bahkan bisa dengan jelas melihat ada 2 tahi lalat di antara belahan dada altha yang membuat mereka tampak lebih menggemaskan.


"Kau pasti senang kan mendengar pengakuan ku? kau pasti senang karena ada bahan untuk mengejek ku kan?" Tanya Al sambil mencubit pipi virgy, virgy masih diam sambil tersenyum, namun tak ada yang tau bahwa saat ini virgy sedang bertarung dengan akal sehat nya.


"Kau ini lelaki paling tampan yang aku lihat, tapi kau begitu menyebalkan" Rengek altha


"Tapi meski begitu itulah yang membuat aku menyukaimu hahaha" Ujar nya yang kemudian kembali duduk tegak dan tertawa.


"Kenapa kau menyebalkan? tapi kenapa aku menyukai dirimu yang menyebalkan?" Tanya nya sambil menggaruk kepala nya


"Dan kenapa kau suka sekali mengatai ku bodoh? dasar lelaki bodoh" Ujar nya berdecak kesal sambil menyilangkan kedua tangan di dada nya


Virgy hanya tersenyum.


Sabar gy, tahan godaan ini gy, jangan sampai akal sehat mu lenyap


"Hei berhenti tersenyum manis seperti itu! Jantung ku berdegup kencang setiap aku melihat senyum mu itu tau! Hei berhentilah berdegup kencang begini nanti aku mati" Ucap altha seraya memarahi dada nya


"Ahh aku kesal sekali" Ujar nya sambil menggerakan tubuh nya

__ADS_1


"Al jangan bergerak seperti itu" Ucap virgy panik


Tiba tiba altha terdiam, "Hei apa kau bawa batu? kenapa kau bawa batu? apa kau akan melempar ku dengan batu karena aku menindih mu?" Tanya Al heran


Virgy seketika bersemu merah


"Hei virgy bodoh jawab aku, apa kau bawa batu? kenapa di bawah sini terasa keras sekali? kau bawa batu besar ya?" Tanya nya sambil melihat ke arah **** nya yang beradu dengan **** virgy.


Blush, wajah virgy merah merona. Yang ia khawatirkan menjadi kenyataan. Kesayangan nya yang berharga telah bangun dari tidurnya.


Seketika suara gelak tawa terdengar dari kamar Julian.


Ah sial mereka mengintip ku, altha sayang berhentilah sebelum aku lepas kendali


Altha yang masih mabuk asik bernyanyi dengan posisi masih di atas virgy dan sesuatu yang keras itu.


Tak lama virgy segera duduk meski posisi altha masih tetap sama.


Aku harus memindahkan Al ke kamarnya.


"Al ayo ku antar ke kamar mu, istirahatlah disana" Ucap virgy masih dengan wajah yang merah.


"Aku tak mau, jangan memaksaku! Kau akan ku hukum kalau berkata begitu lagi" Ancam altha


Altha kemudian diam dan menatap mata virgy.


"Sayangg, kepala ku sakit sekali rasanya dan panas sekali di dalamnya" Adu altha dengan ekspresi yang begitu manja


"Aku bilang tak mau! Kau harus ku hukum karena sudah membantah ku" Tanpa menunggu lama altha segera mendekatkan wajah nya ke wajah virgy.


Meraih tengkuk nya dan mencium bibir virgy lembut, virgy yang sedari tadi sedang berperang dengan akal sehat nya hanya mematung sambil menahan diri, meski terkejut namun tetap saja ada rasa bahagia yang ia rasakan.


Altha melepaskan ciuman nya, dan tersenyum nakal.


"Kau pernah meminta ku mengajari mu ciuman kan? apa kau bodoh? aku sama sekali belum pernah berciuman! kau adalah pria pertama dan aku harap kau yang terakhir" Ucap altha dan kembali mencium bibir virgy.


Sial, altha aku sudah sampai di batas ku


Dan akhirnya virgy merespon ciuman altha, mereka berciuman sangat lembut, tangan altha memeluk leher virgy, dan tangan virgy memeluk erat tubuh altha sembari tangan nya mengusap lembut punggung altha.


"Mmmm aahhh ssshhhh" Desah altha yang semakin membuat virgy bergairah, ciuman lembut Itu berubah menjadi ciuman panas yang begitu menggairahkan.


Tak lama mereka berciuman, altha melepaskan ciuman itu dan menjilat lembut leher virgy.


"Hmmm al.. Jaanggaan sayangg ahh" Desah virgy, sepertinya virgy lupa ada tiga orang yang masih mengintip mereka.


Saat masih asik menjilat tiba tiba jilatan yang tadinya penuh nafsu itu perlahan mulai memudar, menjadi begitu pelan dan ia berhenti.


"Al?" Tanya virgy, karena tak ada jawaban virgy memegang kepala altha dan melihat wajah nya.

__ADS_1


Dia tertidur saat aku semakin bergairah? wah kau ini benar benar tak bisa di tebak ya al?


Virgy segera menggendong altha untuk menidurkan nya dia kamar nya bersama Lea.


Saat akan menaiki tangga virgy berhenti.


"Kalian jangan keluar sampai aku kembali ke kamar ku" Ucap virgy dan ia pun kembali melangkahkan kaki nya ke kamar altha, ya tentu saja ia akan berkata begitu karena sekarang ia begitu malu.


Setelah sampai ia menidurkan altha di tempat tidur dan menyelimuti nya.


"Mimpi indah ya al, malam ini kau benar benar membuat dada ku tak berhenti berdegup" Ucap virgy seraya mengelus lembut rambut dan mencium kening altha, ia pun segera keluar dari kamar al, menuruni tangga dan masuk ke kamarnya.


**


Kamar Jul & Indra


Lea dan kedua pria itu masih tertawa di kamar.


"Wah gila gila, apa ini yang terjadi ketika 2 orang dewasa yang tak pernah menyentuh sedang bergairah? mereka benar benar tak menghiraukan kita" Ucap Julian sambil tertawa dan masih merasa takjub dengan adegan yang ia lihat tadi


"Haha virgy harus berterimakasih padaku" Tawa indra kemudian


"Dasar kalian gila" Ucap lea


"Kapan lagi Le kita bisa melihat adegan panas 2 orang yang sangat populer saat ini? wah kalau aku post di youtube bisa trending topic haha" Ucap indra masih dengan tertawa


Julian pun menepuk kepala sahabat nya yang sedang gila itu.


"Aku bercanda, bisa bisa aku di mutilasi oleh om Ryan" Ujar indra sambil mengelus kepalanya


Lea hanya menggelengkan kepalanya, ia pun langsung merebut HP Julian dan mengirimkan video tadi ke hpnya, setelah dia Terima barulah ia menghapus video itu dari handphone Julian


"Ahhh kenapa kau hapus le?" Protes indra


"Aku khawatir kau gunakan video ini untuk tindakan tak senonoh di kamar mandi, ya sudah aku ke kamar dulu, pokonya besok pura pura tak terjadi apapun oke?" Lea pun keluar dari kamar Julian dan pergi ke kamar nya.


Indra dan Julian pun hanya menuruti tak bisa membantah.


**


Sementara virgy, setelah sampai di kamarnya ia langsung membuka baju nya, ia merasa tubuhnya memanas, begitu pula dengan isi kepalanya.


Ah sial aku harus mandi


Virgy pun beranjak ke kamar mandi untuk mendinginkan kepala nya dan berharap bisa "menidurkan" benda besar yang telah bangun itu.


Dan altha? ia sedang tidur pulas sambil tersenyum, sepertinya ia merasa puas karena unek unek dalam hatinya telah terlampiaskan


**

__ADS_1


Jangan lupa vote aku yaaaa🖤


__ADS_2