
**
Rumah Altha
Setelah pulang dari danau, virgy mengantar altha ke rumah nya. Dan bunda kisya telah ada di rumah, bunda pun berbincang sebentar dengan virgy sebelum akhirnya ia pamit pulang ke rumah nya.
Altha pun melepas rindu dengan bunda nya, menceritakan kegiatan nya selama bunda tak ada, begitupun dengan bunda yang menceritakan kegiatan nya di Jepang.
"Sayang, setelah menikah apa yang ingin kamu lakukan? apa kamu bersedia mengambil alih perusahaan bunda atau papi? "
"Al belum memikirkan nya bun, al juga belum membicarakan nya dengan virgy"
"Baiklah, kamu bicarakan dulu dengan virgy ya, bunda tak akan memaksa mu untuk mengurus perusahaan, kalau memang kamu tak bisa bunda akan mengutus orang kepercayaan untuk membantu bunda di perusahaan"
"Baik bun"
"Oh ya sayang, besok cobalah kamu ke butik tante loli untuk mencoba gaun mu, tadi tante loli berpesan kamu segera kesana karena gaun pesanan mu sudah jadi"
"Siap bun"
Setelah berbincang altha dan bunda sepakat untuk beristirahat.
Altha segera ke kamar nya dan mengambil handphone nya yang telah di cas dan mengirim pesan pada virgy.
"Hei"
"Ya?"
"Kau sudah tidur?"
"Kalau aku sudah tidur aku tak akan membalas pesanmu bodoh"
Al pun mengelus dada nya
Sabar al
"Besok ada waktu? aku mau ke butik tante loli untuk mencoba gaun pengantin ku"
"Baiklah besok aku menjemput mu"
"Ok, kabari aku kalau otw"
"Y"
Nah kan mulai menyebalkan lagi
Al pun segera bersiap untuk tidur, namun matanya sulit diajak bekerjasama karena ia masih memikirkan foto wanita yang ada di wallpaper virgy.
Dia type orang yang tak mungkin asal pake foto wanita lain untuk di jadikan wallpaper, ah sial aku penasaran sekali, dan kenapa aku merasa kesal??
__ADS_1
Setelah berdebat panjang dengan pikiran nya, altha pun tertidur.
**
Tuk tuk
Al mengerjap kan matanya, merasa pipinya di sentuh sentuh oleh seseorang, dan melihat wajah yang sangat ia kenal di depan matanya.
"Ah sial" Ucap nya namun kembali menutup mata nya
Namun matanya kembali terbuka karena lelaki itu terus menyentuh pipi nya.
Altha pun kembali membuka matanya perlahan, dan memegang tangan lelaki itu, kemudian tangan nya dengan berani menyentuh pipi lelaki itu, dari pipi turun ke bibir.
"Kau seksi sekali, apa karena aku memikirkan mu semalaman jadi kau hadir di mimpi ku?" Ucapnya dengan suara khas orang bangun tidur yang belum sepenuhnya sadar, lelaki di hadapan nya hanya tersenyum tak mengatakan apapun
"Aku suka mimpi ini, disini kau tidak menyebalkan, kemarilah" Ucapnya sambil menarik tangan lelaki itu hingga menindih tubuhnya.
Mereka pun saling bertatapan, altha masih asik mengelus pipi bibir mata dan semua yang ada di wajah pria itu.
"Sepertinya aku sudah gila, apa yang di ucapkan lea itu benar?" Ucapnya lagi masih dengan suara yang sama
"Memang apa yang di katakan lea?" Ucap pria itu akhirnya bersuara.
Altha terdiam.
"Aaaaahhhhhhhh" Teriaknya ketika sadar itu bukan mimpi
Altha langsung beranjak dari tidur nya dan menjauhkan tubuhnya dari lelaki itu.
"Apa yang kau lakukan di kamar kuuu??"
"Bukan kah kau yang meminta ku untuk menemani mu ke butik?" Jawab nya sambil terkekeh mengingat aksi liar altha tadi
"Hei lihat jam di dinding, ini masih jam 7 pagi!"
"Kau tak bilang padaku akan pergi jam berapa, jadi aku datang pagi saja"
Altha terdiam.
"Keluarlah" Ucapnya sambil menunduk
Virgy beranjak dari tempat tidur altha dan mendekati altha yang sudah berdiri di pojok tembok.
"Kenapa kau menyuruh lelaki seksi ini keluar?"
"Diamlah, dan cepat pergi" Al masih menunduk.
Cepat pergi tolong lah.
__ADS_1
Virgy tau altha sudah sangat malu pagi ini, tapi ia enggan untuk keluar kamar karena menjahili altha adalah hobi terbaru nya saat ini.
"Aku akan pergi, tapi aku meminta sesuatu darimu"
"Ya cepat katakanlah, dan langsung keluar dari kamar ku" Ucap nya masih tetap menunduk. Altha sudah sangat malu, ia yakin wajah nya sudah sangat merah manahan malu
Virgy mengangkat dagu altha dengan tangan nya lembut.
"Ayo berfoto dengan ku"
"Hah? baiklah nanti setelah aku mandi dan bersiap ayo foto bersama"
"Tidak, aku ingin sekarang"
"Hei apa kau gila? aku bahkan belum membasuh wajah ku, pasti nanti aku jelek sekali di foto" Protes nya
"Lakukan atau tidak sama sekali?"
Bukankah ini masih pagi? kenapa aku harus menanggung malu yang begitu besar sepagi ini ? dan untuk apa pula foto bersama saat aku baru saja bangun tidur?
Virgy segera mengambil handphone nya.
"Senyumlah semanis mungkin"
Altha tak ada keinginan untuk menolak, mereka pun berfoto bersama.
Setelah selesai virgy menepati janji nya untuk keluar kamar.
Setelah virgy keluar dan menutup pintu terdengar suara teriakan dari dalam kamar altha.
Virgy pun tertawa dan menuruni tangga.
Bisakah aku lepas sebentar wajah ku ini? aku sungguh tak sanggup menatap matanya dengan wajah ini
Altha segera mandi dan berdiam dibawah shower, membiarkan air mengalir membasahi kepala nya. Setidaknya ia ingin mendinginkan kepala nya yang terasa panas, dan pikiran nya yang sedang kacau itu.
Bunda, anakmu ini telah mempermalukan dirinya sendiri, tolong berikan aku pintu kemana saja, aku ingin pergi dari sini karena malu
**
Virgy turun dan menunggu altha di ruang keluarga di lantai 1 sambil melihat lihat hasil foto nya dengan altha.
Aku harus mengabadikan momen ini, ah sial dia jadi menggemaskan.
Sepertinya virgy sudah mulai menerima kenyataan bahwa ia telah jatuh cinta.
Bunda sudah pergi tadi pagi saat virgy datang ke rumahnya, bunda lah yang meminta virgy masuk ke kamar altha karena bunda pun ingin mengerjai anak tunggalnya itu, sepertinya bunda dan calon menantu nya ini begitu kompak dalam hal mengerjai altha.
**
__ADS_1