
Altha terbangun dari tidur nya.
Ah mata ku berat sakit sekali
Altha pun beranjak dari tempat tidur dan berkaca di meja rias.
"Astaga, mata ku bengkak" Altha terkejut melihat mata nya yang sudah bengkak akibat menangis semalam.
Setelah menyesali perbuatan nya yang menangis malam itu, ia pun segera mandi dan berganti pakaian. Altha hanya menggunakan tanktop dan celana jeans yang pendek sekali, ia pun keluar kamar berniat membuat roti untuk sarapan.
Baru membuka pintu kamar ia terkejut melihat virgy berdiri di depan pintu kamar nya.
"Kau ini seperti hantu, mengagetkan ku saja" Kesal nya
"Sepertinya Altha Alodra Wijaya telah kembali ya? masih pagi sudah mengomel saja" Timpal virgy
"Sedang apa kau di depan kamar ku?" Selidiknya
"Ini kamar ku kalau kau lupa, aku berniat membangunkan mu, ini sudah jam setengah 9 dan kau baru bangun. Kalau sudah menikah aku pasti sering kesiangan karena kau" Ucap nya kemudian pergi meninggalkan Al dan pergi ke dapur, Al pun berjalan mengikuti virgy di belakang.
Kenapa dia berpakaian seperti itu sih? bagaimana pun aku ini lelaki normal
"Biasanya aku tak telat ya, ini karena aku menangis semalam, dan aku lelah sekali" Sanggah nya
"Oh iya aku lupa semalam kau kan menangis sambil memeluk ku erat"
"Si-siapa yang memeluk mu? sembarangan saja kalau bicara" Altha malu mengakui, dia bertekad akan pura pura lupa demi harga dirinya.
"Lupa? kau mau aku perlihatkan jas ku yang ada bekas noda lipstik mu saat memeluk ku itu?"
Altha terdiam, dia lupa virgy dan dirinya sama sama pintar bicara.
"Kau tak mau berterimakasih padaku?"
Apalagi ini? masih pagi dia sudah membuat ku malu saja
"Berterimakasih karena?" Tanya al
"Karena aku sudah menggendong tubuh mu yang berat itu ke kamar tidur"
"Hey jangan bercanda, aku pergi ke kamar tidur sendiri tuh"
__ADS_1
"Oh ya?" Virgy tau al akan pura pura amnesia seperti ini, ia pun memperlihatkan foto al di HP nya, al yang sedang tertidur pulas.
"Foto ini ku ambil setelah menggendong mu"
"Kauuu! hapus foto ku dari HP mu" Seru al sambil mendekati virgy.
"Kenapa kau memerintah ku? ini HP ku, aku bebas menyimpan foto siapapun" Bela virgy.
Al pun berusaha merebut HP virgy hingga tubuh virgy menyentuh meja makan di dapur.
"Hey, kau mau kejadian di mobil terulang lagi?" Tanya virgy sambil menatap mata al
Al yang mengingat ciuman pertama nya itu langsung segera menjauhkan dirinya dari tubuh virgy dan kembali duduk di meja makan.
Di gertak sedikit saja langsung patuh, dia takut sekali di sentuh ya?
Al pun mulai sibuk mengoleskan selai ke roti nya, tak lagi memperdulikan foto nya itu.
Mana mau aku berciuman dengan nya lagi, lagian dia tak mungkin menyebarkan foto ku di media sosial
Virgy mendekati Al dan memberikan secangkir susu hangat untuk nya.
Al seketika menghentikan makannya dan melotot ke arah virgy.
"Enak sekali ya kau bicara, berat badan ku hanya naik 3 kg ya!" Gerutu Al sambil mengikuti virgy
"Kau mau fitnes? aku ikut. Sudah lama aku tak olagraga, aku tak suka di bilang berat oleh mu"
Virgy berbalik menghadap Al
"Kau ini terkadang ceroboh sekali, lihat mata mu yang bengkak itu, bisa bisa oranglain mengira akulah yang membuat mu menangis"
Wah dia ini benar benar orang yang selalu berfikir sebelum bertindak ya? beda sekali dengan ku yang terkadang lupa dengan situasi dan kondisi
"Baiklah kalau begitu" Turut nya.
"Lain kali ku ajak kau fitnes di tempat langganan ku, aku pergi dulu. Aku sudah siapkan air dingin di kulkas dan anduk kecil, kau kompres mata mu yang bengkak, mataku sakit melihat mata mu itu" Virgy pun pergi meninggalkan apartemen nya.
*Masih saja dia mengatai ku, tapi d*ia cukup baik sebagai calon suami. Tapi aku tak boleh tertipu, pasti sifat menyebalkan nya akan kumat lagi nanti!
Al pun segera membuka kulkas untuk mengompres mata nya.
__ADS_1
"Wah dia benar benar ya? kulkas isi nya hanya buah sayur salad dan makanan sehat lain nya?" Al terkejut melihat isi kulkas virgy, pagi tadi virgy lari pagi dan berbelanja makanan sehat untuk di simpan di apartemen karena sekarang dia dan altha cukup sering menginap disana.
Altha pun mengompres mata nya, sambil mengemil salad.
Tak lama kemudian handphone nya berbunyi.
"Halo bun"
"Selamat pagi sayang, sudah lebih baik?"
"Pagi juga bun, Al udah lebih baik ko bun, maafin Al ya bun" ucap nya
"Iya sayang tak apa apa, bunda mengerti perasaan mu. Tapi kamu harus ingat ya sayang bagaimana pun papi Joan tetap lah papi mu, dia yang akan menikahkan mu"
"Iya bun" Lirih nya
"Baiklah sayang, papi mu ingin bertemu dengan mu, kabari bunda kalau kamu sudah mau bertemu dengan nya ya?" Bujuk bunda
"Baik bun, bunda aku akan pulang sore ini" Ucap nya
"Tapi bunda ada perjalanan bisnis ke Jepang nak, cuma 3 hari ko. Kamu tak apa apa di tinggal bersama bibi di rumah? Atau mau di apartemen virgy saja?"
"Hmm aku di apartemen saja bun, aku akan jemput bunda di bandara saat pulang nanti, biar kita ke rumah bersama sama" Usul nya
"Baiklah sayang, tapi kalian tidak macam macam kan berduaan disana?"
"Tidak lah bun, dia saja tidur di sofa ko"
"Haha iya bunda percaya kalian ko, jangan panik gitu dong bunda kan jadi curiga hahaha" Tawa bunda begitu renyah terdengar
"Bunda ini suka sekali memojokkan anak nya" Keluh Al
"Haha habis kalian lucu, ya sudah bunda siap siap berangkat dulu ya, hati hati ya sayang disana"
"Iya bun, bunda juga hati hati yaa"
Bunda pun mengakhiri panggilan telepon nya.
Sepanjang hari Al hanya mengisi hari nya dengan bermain game, menonton drama Korea dan mengemil makanan sehat nya itu. Ia sudah bertekad untuk melakukan banyak hal sendiri karena Lea tengah sibuk dengan kafe nya
**
__ADS_1