
**
Rumah Altha
"Sayang, kau marah pada bunda nak?" tanya bunda kisya lembut sambil menatap wajah anak kesayangan nya
"Tidak bun, maafkan al tadi sempat kesal sama bunda, al tau bunda pasti melakukan perjodohan ini demi al" ujar nya lirih
"Jadi al mau menerima perjodohan ini? " bunda kisya anaknya mau menerima perjodohan ini dengan cepat.
Altha hanya mengangguk dan memeluk erat bunda kesayangan nya.
"Sayang, percayalah bunda hanya ingin yang terbaik untuk mu, bunda ingin kamu memiliki keluarga yang lengkap, mereka semua orang orang yang baik "
Al hanya mengangguk.
"Tapi bun, al tak mau menikah cepat cepat, sebentar lagi ujian, al ingin fokus, kerjaan pun masih ada yang harus di lakukan karena udah tanda tangan kontrak"
ujar nya sambil tetap memeluk bunda kisya
"Baiklah nak, kita persiapkan 3 bulan lagi ya? banyak yang harus di persiapkan, mulai dari besok bunda akan meminta manager untuk mengatur jadwal pemotretan mu agar tak terlalu banyak, terus bunda juga akan meminta jadwal kosong untuk pernikahan dan bulan madu mu"
Bunda kisya begitu senang anak nya akan menikah, ia ingin anak nya dan virgy tinggal berdua, agar cepat tumbuh rasa cinta, dengan begitu sasya akan kembali menjadi al yang dulu, dan tak akan mempermainkan lelaki lagi.
*B*unda terlihat senang sekali, sepertinya ini memuat keputusan yang tepat, tapi sepertinya ini awal derita ku, bagaimana aku tak menderita? suami ku sangat menyebalkan, tapi tak apa apa demi bunda. jika dia menyebalkan, aku akan lebih menyebalkan.
"Bun, kalau aku udah menikah aku ingin tinggal disini dengan bunda" bujuk nya, al berharap lelaki itu tidak akan terlalu menyebalkan jika berada di rumah nya
"Huss, pengantin baru tinggal berdua dong, virgy itu mapan dan bertanggung jawab, setau bunda dia udah menyiapkan rumah pribadi sayang" tentu saja bunda menolak, menyatukan altha dan virgy dalam 1 rumah adalah rencana nya.
Al hanya bisa menggurutu kesal.
**
R**umah virgy**
"Pintar sekali dia menimpali ucapan ku" ucap nya mengingat kembali pertemuan nya dengan calon istri nya itu.
Tak lama pintu kamar virgy terbuka,
"nak boleh bunda masuk? "
"Iya bun masuk aja"
Bunda sisi menghampiri anak lelaki nya dan duduk di pinggir kasur.
"Nak, bunda dapat kabar kalau altha menyetujui perjodohan ini, tapi dia minta pernikahan di lakukan 3 bulan lagi, karna calon istri mu mau ujian dan menyelesaikan pekerjaan nya dulu " jelas nya
"Baiklah bun, virgy pun akan menyiapkan waktu selama 3 bulan kedepan"
"Kau bahagia kan nak? kau tak terpaksa kan nak? "
"Tidak bun virgy tak terpaksa, bunda jangan berfikir macam macam" virgy tersenyum dan mengecup pipi bunda nya itu.
"Terimakasih ya sayang, bunda bahagia sekali, akhirnya bunda bisa membalas jasa tante kisya"
"Membalas jasa? memang nya tante kisya pernah bantu bunda? "
Bunda sisi pun menceritakan kisah bunda kisya, bunda sisi dan papa nya Ryan.
Setelah berapa lama mengobrol bunda sisi pun keluar kamar untuk beristirahat.
__ADS_1
*S*epertinya ini memang jalan yang tepat, aku memang tak salah menikahi gadis bodoh itu
Cih, virgy mengatai wanita itu dengan sebutan bodoh namun raut wajah nya begitu senang, sepertinya dia harus sering berkaca agar tau raut wajah nya sekarang seperti apa.
**
Tring
pesan masuk pada handphone virgy
"Besok kita harus siapkan gaun pernikahan dan cincin , beberapa waktu kedepan aku sibuk pemotretan"
"Y"
*W*ah irit sekali balas nya ckck, malas sekali aku balas lagi
Tak lama handphone alkembali berbunyi
"Besok aku jemput kau di kampus"
"Y"
*H*ah rasakan itu lelaki menyebalkan
"Dia sungguh menyebalkan, aku harus stok kesabaran untuk besok, mari kita beri nama orang ini di Handphone ku"
Dengan tawa licik al pun menamai calon suami itu di handphone nya.
**
*W*anita ini benar benar pintar sekali membalas ku
Dia tak pernah berkirim pesan dengan seorang gadis, jika ada urusan pekerjaan dengan seorang gadis pasti melalui sekretaris nya.
Senyum virgy muncul lagi, bukan lah akhir akhir ini dia tersenyum? ya meskipun hanya seperkian detik.
**
Di kampus
"Kau tau al? max pindah kampus " ujar Lea penuh semangat ketika mendapat berita pagi ini. Max pindah kampus untuk menenangkan hatinya, siapa yang sangka? rasa sakit hati nya bisa membuat dirinya sampai seperti itu, untuk melihat wajah altha lagi rasanya tak sanggup.
"Aku tak peduli "
"Hei, bagaimanapun dia pernah menemani mu selama 2 bulan"
"Ya sama seperti lelaki lain nya" al masih asik main game Mobile Legend di kelas, saat itu dosen tak masuk kelas jadi jelas mereka ada waktu senggang.
"Kau benar benar tak berperasaan, kau kira gebetan gebetan mu dulu cuma mainan apa? " Lea tak habis pikir dengan sahabat nya ini
"Kau banyak bicara sekali, kalau aku kalah main game kau harus traktir aku"
"Aturan dari mana itu? cepatlah selesaikan game mu itu, trus kita ke kantin aku haus dan lapar"
"Ya ya sabar "
Setelah selesai main game al dan Lea menyantap makanan di kantin, setelah urusan perut selesai mereka pun berjalan menuju parkiran.
"Hei kau bawa mobil? bukan nya kau mau di jemput calon suami mu? "
"Darimana kau tau? kau seperti dukun"
__ADS_1
"Sembarangan kau, tadi bunda kisya chat, minta aku ingatkan kamu, kau itu kebiasaan, ada chat itu di balas al, main game mulu deh "
"Lupa, biasanya chat bunda always aku balas ko, aku bawa mobil dan mau ke butik sendiri, lagian dia belum tentu benar benar menjemput ku, meskipun dia benar menjemput ku aku ingin membuat nya kesal dengan pergi lebih dulu haha " Tawa al
Belum sempat Lea membalas ucapan altha, seseorang menyapa nya
"Al.. "
Altha berbalik dan melihat lelaki yang pernah bersama nya dulu, doni.
"Ya, ada apa? "
"Kau benar berkencan dengan max selama aku tak ada? " tanya nya serius
Doni adalah mantan gebetan altha sebelum dia dekat dengan max, setelah Al mencampakkan nya doni pergi keluar negeri untuk mengurusi pertandingan karena dia adalah seorang atlet basket
"Ya, lantas apa masalah mu? "
"Dia teman ku al"
"Itu bukan urusan ku" Altha lantas berbalik hendak meninggalkan doni
"Maafkan aku al, aku benar benar tulus mencintaimu, aku khilaf saat itu, aku tau kau berkencan dengan max hanya untuk balas dendam padaku kan? " Tanya nya lagi
Langkah altha terhenti, dan berbalik menghadap doni.
"Bicara apa kau? jangan mengada ngada, sudahi sebelum kita jadi tontonan orang lain, aku tak suka drama"
"Jujur saja kau marah karna aku mengkhianati mu kan? kau kira tak akan ada pria yang berani mengkhianati mu? bermain di belakang mu? jadi kau balas dendam padaku"
*A*h bicara apalagi si brengsek ini, semakin melantur saja.
Altha mendekat ke arah doni.
mahasiwa dan mahasiswi sudah memperhatikan adegan langka ini, tapi tentu saja tak ada yang berani merekam, mereka takut terjadi sesuatu dengan mereka.
Meskipun mereka tau tentang altha yang suka berganti ganti gebetan, tapi berita itu tak berani mereka umbar di sosial media, altha tak tau bahwa ayah nya masih menjaga nya dari jauh, ayah nya selalu membersihkan siapa saja dan rumor apa saja tentang anak nya tersebut.
"Sekarang aku semakin menyesal telah berkencan dengan mu don, aku memergoki mu bercumbu dengan Helen, kau mengejar ku dan malah menyalahkan ku karena kau tak tahan ingin bercumbu dengan ku? kau anggap aku pelacur hah? kau anggap aku sudi berkencan dengan orang yang berfikiran mesum sepertimu? kau fikir aku mau berkencan dengan lelaki yang pernah menyentuh jalang seperti Helena itu? " Ucap nya sinis
Altha berbalik dan dengan segera doni menarik tangan al dengan kasar.
"Lepaskan aku" tegas nya
"Lepaskan dia don, kau sudah keterlaluan!" Lea menghampir dan berusaha melepaskan tangan doni
"Tidak sebelum aku berhasil mencium mu" ujar doni sambil mencoba mencium altha.
tak lama seseorang menarik doni dan memukul nya dengan keras
B**rugg**
Pukulan mendarat di pipi doni.
"Siapa kau brengsek?!! berani sekali kau memukul ku" Seru doni penuh amarah
"Jangan sentuh calon istri ku dengan tangan menjijikan mu itu brengsek!" Seru lelaki itu
Altha terkejut memandang pria itu, pria tampan yang begitu menyebalkan, pria yang akan jadi suami nya. Semua mata memandang ke arah mereka, seorang pengusaha muda yang memukul atlet yang merupakan mantan gebetan seorang model terkenal. Ini akan jadi berita hot di kampus untuk beberapa lama.
**
__ADS_1