
Malam yang di nanti pun tiba, altha sudah tampil dengan anggun, begitu pula dengan bunda kisya, pak dadang pun mengantar nyonya dan nona nya itu ke restoran mewah yang telah di sewa oleh keluarga Addison.
Waktu menunjukkan pukul 8 malam.
Altha dan bunda telah sampai di restoran dan segera masuk, restoran itu telah di sulap begitu indah.
"Selamat malam kak" sambut bunda sisi saat bunda kisya dan altha sampai di meja makan
"Malam si, Ry dan virgy maaf ya kami terlambat" Ucap bunda kisya sambil bersalaman dengan keluarga Addison
Altha pun bersalaman dengan calon mertua nya itu.
"Sayang, kamu cium tangan virgy dong ko diam saja" Ucap bunda kisya
"Hah?" Altha merasa aneh dan tak mau
Virgy hanya menatap nya tanpa mau membela atau protes.
"Iya sayang, kalian kan akan jadi suami istri, jadi dari sekarang di biasakan untuk salam mencium tangan calon suami mu ya, sama seperti kamu menyalami bunda dan papa Ryan" Sambung bunda sisi
"Malu bunnnn" Rengek altha
"Ah kamu ini, ciuman dengan virgy aja udah masa cium tangan doang tak malu" Sindir bunda kisya
"Wah anak papa gercep sekali ya, sabar gy anak orang itu hahaha" Tawa papa Ryan , bunda kisya dan bunda sisi pun ikut tertawa
__ADS_1
Virgy pun langusng menatap tajam seakan meminta penjelasan bagaimana bunda kisya tau mereka telah berciuman , ya meskipun tidak sengaja.Altha hanya menggelengkan kepala dan segera menunduk malu.
Bagaimana bisa bunda tau? bunda mata matai aku dan virgy? eyy tak mungkin, tapi ko bunda bisa tau? aku harus interogasi bunda nanti di rumah
Setelah puas menertawakan calon pengantin, para orangtua pun memesan makanan, sambil menunggu makanan datang mereka berbincang mengenai persiapan pernikahan.
Persiapan pernikahan ini memang di atur oleh bunda kisya dan bunda sisi, altha dan virgy pun tak protes mereka mempercayakan semuanya pada para ibu ibu, karena mereka pun tau selera kedua bunda mereka yang memang sesuai dengan selera nya.
Altha dan virgy hanya mengatur pakaian dan cincin pernikahan mereka, dan juga tempat bulan madu mereka.
Pernikahan mereka pun akan di selenggarakan di hotel milik keluarga Addison yang mempunyai aula begitu besar dan megah, pernikahan yang sama sama anak tunggal ini mengundang banyak kolega, rekan bisnis, dan cukup banyak orang, kolega dan perusahaan Addison, perusahaan Wijaya dan perusahaan Alodra, karena berita kedekatan kedua nya telah di ketahui publik jadi mau tak mau mereka pun mengundang banyak orang meski awal nya hanya orang orang terdekat saja.
Setelah berbincang makanan pun datang, mereka pun menyantap makan.
"E**hem** tak perlu saling main lirik lirikan, nanti kalau para orangtua ini sudah pergi duluan kalian bisa saling melirik tanpa perlu diam diam seperti itu" Ucap bunda sisi membuat kedua anak itu langsung mengalihkan pandangan
"Siapa yang saling melirik??" Ucap altha dan virgy kompak, mereka pun saling pandang lagi dan berapa detik kemudian saling mengalihkan pandangan
Tentu saja tingkah kedua anak itu menjadi bahan tertawaan para orangtua.
"Kompak bener calon pengantin ini, papa jadi tak sabar ingin segera menikah kan kalian haha" Papa Ryan tertawa senang
Aksi membuli telah selesai karena altha sudah sangat merona membuat nya terus menyikut bunda kisya agar berhenti menganggu nya namun berbeda dengan virgy, dia menikmati karena senang melihat ekspresi calon istri nya yang sudah merah seperti tomat itu.
"Haha oh ya kis, nanti Joan datang kan?" ucap Papa Ryan membuat altha menghentikan kegiatan mengemil kue itu.
__ADS_1
"Bunda mau mengundang papi?" Tanya altha
"Iya sayang, bagaimanapun dia adalah papi mu kan?" Ucap bunda kisya seraya mengelus lembut rambut altha. Dan bagaimanapun Joan harus menikahkan anak nya, Bunda kisya pun telah memberitahu Joan perihal ini, meski Joan ingin bertemu dengan altha, namun bunda kisya belum mengijinkan. Karena bunda tau bahwa hati anak nya masih terluka, dan bunda masih mencari waktu yang tepat agar Joan dan altha bertemu kembali.
"Aku permisi dulu" Altha pun beranjak pergi ke Toilet perempuan.
"Ada apa bun? apa ada masalah?" Tanya virgy yang akhirnya bersuara juga
"Kau belum cerita pada virgy Ryan?" Tanya bunda kisya, papa Ryan hanya menggeleng tanda ia memang belum bercerita, papa Ryan ingin kisya atau altha yang lebih berhak untuk bercerita.
Bunda kisya pun menceritakan semua yang terjadi antara dirinya dengan papi Joan, begitu pula dengan tingkah altha yang jadi mempermainkan lelaki karena rasa sakit hati pada papi nya, virgy terhenyak, ia tak menyangka alasan di balik kebiasaan jelek altha karena ia merindukan kasih sayang lelaki, namun juga membalas perbuatan papi nya melalui orang lain.
*K*au begitu pintar menyembunyikan perasaan mu ya Al
"Bunda jangan khawatir, virgy akan menjaga dan membahagiakan altha" Janji virgy seraya memegang lembut tangan bunda kisya yang sudah menitikkan air mata.
Bunda sisi virgy dan papa ryan memberi semangat untuk bunda kisya, bunda kisya yang merasa bersalah karena tak bisa memberikan kasih sayang lengkap untuk altha, namun keluarga Addison berjanji akan memberikan kasih sayang yang berlimpah untuk altha.
"Gy, tolong antar altha pulang, kalau sudah menyangkut papi nya dia suka menyendiri" ucap bunda, virgy pun pergi mencari altha, saat di perjalanan akan ke toilet perempuan ia melihat altha duduk di taman restoran itu.
"Aku merasa beruntung akan menyerahkan altha ke virgy, terimakasih ryan sisi" Ucap kisya
"Iya kak, kita pun beruntung mendapatkan altha, kaka tenang saja, kita akan menjaga nya dengan baik, aku tak akan mengijinkan virgy menyakiti nya" Janji bunda sisi di ikuti papa ryan yang mengangguk.
**
__ADS_1