
Selama di perjalanan pulang, altha dan virgy saling berpegangan tangan. Seperti mau nyebrang saja.
"Sayangg" Ucap virgy
"Ahh ku bilang jangan panggil aku seperti itu" Larang altha, bukan nya ia tak suka. Ia hanya malu
Virgy semakin gemas dibuatnya, virgy terus memanggilnya begitu sampai rona wajah altha sangat merah seperti kepiting rebus.
Sialan jadi gak sabar pengen nikah
**
Akhirnya mereka semua sampai di rumah bunda kisya. Disana sudah ada bunda sisi dan papa Ryan yang memang sengaja mampir.
Lea Julian dan indra pun ikut masuk ke rumah altha dan berbincang disana, bersama keluarga calon pengantin
"Wah tak sangka ya sepekan lagi kalian menikah, papa sudah tak sabar" Ucap papa Ryan
"Om Ryan aja tak sabar, apalagi virgy om" Celetuk indra, indra dan Julian memang sudah akrab dan di anggap anak oleh papa Ryan, karena sedari jaman sekolah keduanya adalah sahabat virgy dan sering bermain di rumah, papa Ryan pun kenal baik dengan keluarga indra dan Julian.
Virgy dan altha hanya tersenyum, papa Ryan bisa melihat ada perubahan dalam mimik wajah anak dan calon menantunya itu, dan yang pasti sangat di sadari oleh bunda kisya dan bunda sisi bahwa keduanya sudah saling jatuh cinta
"Kasian calon pengantin harus pisah seminggu ini" Ledek bunda sisi
"Hah?" Tanya virgy dan altha serentak
"Kalian kan seminggu lagi nikah, jadi seminggu ini jangan bertemu, ketemu nya nanti pas hari H" Jelas bunda kisya
Sontak virgy dan altha saling menatap, mereka menolak namun tak berani mengungkapkan.
"Sabar gy sabar, kalau udah sah kan bisa liat tiap hari" Ledek Lea di ikuti gelak tawa seisi rumah.
**
Setelah keluarga Addison pulang, Lea indra dan Julian pun pamit pulang. Kini tinggal bunda kisya, altha dan beberapa pelayan di rumah.
__ADS_1
Altha pun duduk bersama bunda di samping kolam renang, sambil berbincang dan tertawa bersama.
"Altha sayang"
"Iya bun?"
"Kapan kamu mau ketemu papi mu nak? Papi kangen banget loh sama kamu, papi sering tanya kabar kamu ke bunda, dan selalu minta untuk jumpa dengan mu sayang" Ucap bunda seraya mengelus lembut pucuk kepala anak tunggalnya
"Nanti ketemu nya di nikahan altha aja bun, dan bilang ke papi tak usah sapa altha nanti, dan tak usah bawa sekretaris murahan nya itu ke pernikahan altha" Altha pun beranjak pergi dari kolam renang dan pergi ke kamarnya.
Bunda kisya pun hanya bisa menatap kepergian altha, ia sangat memaklumi sikap anak nya. Namun sampai kapan altha akan seperti ini? bagaimanapun joan adalah ayah kandung nya, dan tak mungkin ada istilah mantan ayah kan?
**
Kediamaan Joan dan Bella
Joan diam menatap kosong taman di halaman rumah nya setelah menerima telepon dari bunda kisya.
"Kenapa mas?" Tanya bela
"Sabar mas, altha masih butuh waktu" Ucap bela sambil mengelus lembut punggung suami siri nya itu
"Tapi sampai kapan?" Keluh Joan
"Semoga setelah altha menikah dia bisa lebih menerima lagi kenyataan ini ya mas" Ucap bela sambil memeluk Joan
"Ayo mas masuk, dingin nih di luar" Ucap bela seraya menarik tangan suaminya itu, Joan pun mengikuti bela ke dalam rumah, mereka tinggal berdua meski ada pelayan namun pelayan hanya berkerja setengah hari saja, jadi saat sore hingga malam bela tinggal berdua dengan Joan.
Bela menggiring Joan ke kamar nya, menjatuhkan tubuh Joan ke tempat tidur, memberi gerakan menggoda pada Joan dengan tubuh nya.
Ya, itulah cara bela untuk memenangkan dan menenangkan hati Joan, bos di perusahan Wijaya yang telah takluk di hadapan nya. Untuk ke sekian kali nya bela selalu berhasil membuat Wijaya puas dengan pelayanan nya.
Aku akan membuat kamu lupa dengan anak mu mas, kamu hanya milik ku saja. Kisya saja bisa aku depak dari kehidupan mu, apalagi anak kecil itu
Bela, sekretaris yang lebih muda belasan tahun dari Joan. Joan berusia 46 tahun dan bela berusia 29 tahun, perbedaan usia 17 tahun itu mampu membuat orang lain yang melihat akan menganggap mereka ayah dan anak.
__ADS_1
Bela yang memang cerdas itu di usia 27 tahun bisa menjadi sekretaris sebuah perusahaan besar Wijaya, sekretaris pribadi yang akan ikut dalam perjalanan bisnis Joan dimana pun itu. Karena sering nya mereka bersama, benih cinta akhirnya hadir.
Bela yang tak tahan dengan ketampanan dan pesona bos nya itu akhirnya mengungkapkan perasaan nya, meski awalnya Joan menolak namun kegigihan dan pesona daun muda yang cantik dan bertubuh seksi dengan payudara yang besar itu mampu membuatnya bergairah.
Bela yang tau pun menggunakan tubuhnya untuk lebih menggoda bos nya, dan tentu saja ia berhasil. Hingga akhirnya ia berhasil pula membuat Joan lebih memilih dirinya daripada istri dan anaknya 3 tahun lalu.
Kini ia menjadi istri siri dari Joan, pegawai perusahan Wijaya pun tak ada yang tahu, semua sangat terkendali dan hati hati terkecuali bawahan Joan yang memang sangat di percaya dalam mengamakan hubungan nya dengan bela. Tentu saja dengan perjuangan nya itu bela tak ingin Joan berpaling darinya hanya karena anak bernama Altha Alodra wijaya.
**
Rumah Addison
Virgy bunda sisi dan papa Ryan berkumpul di ruang keluarga, membicarakan acara persiapam pernikahan.
"Udah siap semua bun?" Tanya virgy
"Udah dong sayang, cuma bunda khawatir ada kerabat yang belum terundang"
Jawab bunda, memang undangan pernikahan sudah tersebar, dan kedua keluarga sepakat untuk merahasiakan tanggal pernikahan pada media. Tentu saja para penerima undangan mengerti akan keinginan sang tuan rumah itu, hingga sampai saat ini media belum tau bahwa pernikahan keluarga Addison dan Alodra Wijaya akan berlangsung sepekan lagi.
"Makasih ya pa, ma udah bantu virgy dan altha"
"Iya nak tenang saja, kita semua sangat senang melakukan nya, ini pernikahan anak tunggal kedua keluarga, jadi kita semua sangat antusias, kamu dan altha cukup beristirahat dan jangan banyak pikiran" Ujar papa Ryan dan virgy pun menggangguk.
"Papa masih takjub dengan calon mantu kita" Sambung nya
"Kenapa sayang?" Bunda sisi penasaran
"Tadi sebelum pulang papa tanya altha, apa ada hadiah yang ia inginkan. Tapi dia hanya tersenyum dan berkata bahwa dia hanya meminta sebuah keluarga yang menyayangi nya setulus hati, ia meminta kasih sayang yang berlimpah untuk nya" Ucap papa Ryan terharu, seketika bunda sisi pun meneteskan air mata
"Kasian sekali altha ya pa, dia mempunyai segalanya, tapi tak ada yang tau bahwa hatinya begitu rapuh karena kepergian kak Joan" Sambung bunda sisi lirih
"Nak, berjanjilah pada bunda kamu akan bahagiakan altha, jika pun kamu membuatnya menangis, bunda harap itu adalah tangis kebahagiaan, kamu tau kan betapa berharganya bunda kisya di mata bunda? bunda pun sangat menyayangi altha, jangan kau sakiti ya nak" Ucap bunda sisi sambil mengenggam tangan anak nya.
"Virgy janji bun, pa.. Virgy akan memberikan kebahagiaan untuk altha, kalian tak perlu khawatir, jika virgy ingkar, kalian boleh pisahkan virgy dengan altha" Begitulah janji virgy, papa dan bunda pun tersenyum senang karena anak nya adalah type orang yang selalu menepati janji.
__ADS_1
**