
**
Hotel Milik Addison
Kini tibalah hari dimana pernikahan altha dan virgy berlangsung, semua tamu undangan sudah melakukan registrasi tak lupa membawa kartu undangan karena hanya tamu yang memiliki undangan yang di perbolehkan masuk.
Penjagaan pun sangat ketat, media baru mengetahui pernikahan mereka hari ini, namun media dan wartawan hanya bisa berkumpul di gerbang pintu masuk hotel Addison demi kenyamaan tamu dan tuan rumah.
Altha sedang berada di sebuah ruangan khusus bersama lea, ia dan virgy berada di ruangan terpisah. Sedangkan para orangtua menyapa keluarga besar mereka.
"Le aku takut mati, jantung ku berdegup kencang sekali sejak semalam, sekarang lebih kencang lagi" Ujar nya panik
"Wajar al, namanya mau menikah masa gak deg deg'n sih"
"Le, nanti nanti malam virgy ulang tahun"
"Hah? 1 Januari?"
Altha pun mengangguk, mereka memang menikah di akhir tahun.
"Aku belum menyiapkan hadiah apapun"
"Hei jangan bodoh, kau cukup dandan yang cantik berpakaian seksi dan duduk manis di tempat tidur saja itu sudah jadi hadiah untuk virgy"
"Wah gila kau Le"
"Ya kan udah sah al, malam pertama adalah hadiah terindah paling pas untuk virgy"
Altha pun terdiam bersemu merah.
"Oh ya nanti aku simpan kado di kamar pengantin mu ya"
"Baiklah"
Papa Ryan memang sengaja menyiapkan suite room mewah hotel Addison sebagai kamar pengantin anaknya yang sudah di hias dengan mewah pula.
Tak lama kemudian acara pun di mulai, altha keluar dari ruangan nya dan di sambut oleh virgy. Altha begitu cantik bak putri dongeng, gaun pengantin berwarna putih yang tampak mewah dan elegan namun memiliki sisi kelembutan membuat semua mata terpana, terutama virgy.
Virgy menggandeng altha untuk memasuki aula hotel dimana acara pernikahan berlangsung.
"Cantik sekali" bisik virgy saat mereka sedang berjalan menuju aula
"Terimakasih" Ujar altha malu malu
"Baju pengantin nya yang cantik" Celetuk virgy
Wah di hari special dia malah menyebalkan
"Kau keren hari ini"
"Aku selalu keren sayang"
"Tidak, pakaian pilihan ku yang kau kenakan itu yang membuat kau tampak keren" Balas altha
Awas ya nanti di kamar.
Mereka pun saling tersenyum manis.
Acara berlangsung sangat meriah, banyak artis dan orang orang papan atas yang hadir di acara tersebut, semua tamu memuji kecantikan dan ketampanan pengantin itu
Di tempat mereka duduk, altha bisa meliat papi nya yang juga duduk bersanding dengan bunda kisya.
Altha bisa melihat sorot mata ayah nya, sorot mata kerinduan. Altha tau, namun itu tak meluluhkan hatinya, tak juga melunturkan rasa kecewa altha pada papi nya tersebut.
Acara terus berlangsung dan kini mereka sudah sah sebagai suami-istri, ucapan selamat dan doa begitu berlimpah pada mereka berdua.
Setelah acara usai mereka masuk ke ruangan khusus keluarga, altha yang telah selesai makan di hampiri papi nya.
__ADS_1
"Altha sayang"
"Jika anda masih menganggap saya anak, tolong hidup lah seperti biasa seakan kita tak saling kenal, itu lebih baik untuk saya" Altha segera bangkit dari duduknya dan melangkah pergi dari ruangan tersebut. Joan hanya bisa pasrah, ia sangat mengerti kekecewaan anak tunggal nya itu.
"Aku akan membujuk dia, dan meminta bantuan virgy agar ia mau memaafkan mu" Ucap kisya kemudian pergi.
Virgy yang baru masuk keruangan tersebut setelah selesai dari toilet pun bisa langsung mengerti melihat keadaan ini.Ia berpapasan dengan istrinya yang sudah berkaca kaca di luar ruangan, namun memberi kode bahwa ia baik baik saja, altha pun menemui keluarga besar nya dan diperkenalkan pula oleh mertua nya pada keluarga besar mereka
"Om" Ucap virgy
"Panggil saja aku papa, sekarang kau pun anak ku"
"Baik pa, maafkan jika sikap altha kurang sopan, saya berjanji akan membimbing nya lebih baik terutama belajar untuk memaafkan, bagaimanapun papa adalah ayah altha yang tak bisa di gantikan oleh siapapun"
"Terimakasih nak, dan maafkan papa mu ini, karena tak bisa memberikan kasih sayang yang seharusnya seorang ayah berikan pada anaknya, papa harap kamu bisa membahagiakan altha melebihi papa" Ujar Joan dengan berkaca kaca, virgy pun mengangguk dan mereka berpelukan.
Para tamu undangan telah pergi setelah tadi para orangtua sibuk menyalami dan berterimakasih atas kehadiran mereka, kini altha dan virgy ada di ruangan bersama lea indra dan Julian.
"Kita sudah siapkan kado untuk kalian di kamar" Ucap indra
"Oh ya al, baju kamu juga udah aku simpan di kamar"
Altha pun berterimakasih pada lea yang selalu ada dan bisa di andalkan.
"Terimakasih, lea ndra jul, padahal tak usah repot repot" Ucap virgy agak terharu
"Repot sih sebenarnya gy, tapi tak apa apalah, kan seumur hidup sekali" Ucap julian
"Wah dasar sialan" Virgy tertawa, virgy tak jadi terharu.
Setelah asik berbincang mereka pun memutuskan untuk beristirahat, karena hampir seluruh keluarga besar yang datang dipersilahkan menginap di hotel Addison sebagai ucapan terimakasih papa Ryan begitu pun dengan sahabat anak dan menantunya itu.
Altha dan virgy pun masuk ke kamar mereka, baru menutup pintu virgy langsung memeluk sang istri dan mencium nya, sebuah ciuman yang penuh kerinduan.
"Ahh ayoo kita ganti baju dan mandi dulu gy, aku tak suka tidur dalam keadaan belum mandi" Ucap altha setelah berhasil melepaskan ciuman virgy, virgy pun mengangguk.
"Kan kita tak akan tidur sayang" Ujar virgy, altha pun langsung memukul pelan lengan suami nya.
"Sini aku bantu sayang" Ujar virgy sambil mendekat, altha pun menerima bantuan suaminya itu, dengan pelan virgy menurunkan resleting gaun altha, dan melihat punggung mulus altha yang begitu bersih terawat, virgy pun mengelus lembut punggung al.
"Aahh sayang mandi duluuuu" Ujar altha mengingatkan kembali, virgy pun menurut.
Saat hendak masuk ke kamar mandi, virgy menghentikan langkah nya.
"Mau mandi bareng yangg?" Ujar virgy menggoda
Altha langsung melempar bantal ke arah virgy, virgy pun tertawa dan masuk ke kamar mandi.
Altha terkekeh melihat tingkah virgy, ia pun melepas aksesoris yang di pakai nya dan membersihkan make-up nya dengan pembersih wajah di meja rias, namun tetap memakai gaun karena jubah mandi ada di kamar mandi.
Tak lama kemudian virgy keluar hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggang nya, altha bisa melihat tubuh sixpack suaminya itu, keadaan virgy yang baru selesai mandi sangat seksi di mata altha.
"Ya ampun virgy! pakai baju dong" Seru altha sambil memalingkan wajah nya malu
"Kan baju nya di kamar sayang, aku lupa tak bawa ke kamar mandi" Ujar virgy, meski sebenarnya ia sengaja ingin mengerjai altha.
"Ah alasan saja" Altha segera masuk toilet membawa tas berisi baju, celana dalam dan bra yang telah lea siapkan
Virgy tertawa melihat altha yang begitu gugup.
Menggemaskan sekali istriku ini
Virgy pun mengganti baju dan mengeringkan rambut nya.
Tiba tiba terdengar jeritan dikamar mandi
Dengan segera virgy mendekati kamar mandi dan mengetuk pintu
__ADS_1
"Yangg kamu kenapa?"
"Ah- ee gak apa apa sayang, aku cuma kesandung"
"Sakit?"
"Dikit yangg, tak usah khawatir"
"Baiklah"
Virgy pun melangkahkan kakinya menuju tempat tidur dan menonton TV, dimana berita pernikahan nya begitu ramai di bicarakan.
Sementara Altha,
Lea sialan, dia benar benar sudah bukan sahabat ku, aku harus mencekik nya jika bertemu dia nanti, dan bagaimana aku menjelaskan ini ke Virgy? aku malu dan bingung sekali
Setelah mandi altha masih di kamar mandi, mengeringkan rambut di depan cermin besar di kamar mandi tersebut, memakai parfum dan lipstik yang tipis.
Altha begitu ragu untuk membuka pintu, namun ia merasa kedinginan jika lebih lama lagi di kamar mandi.
Kenapa altha lama? apa dia malu? aku tak sabar
Seketika pintu kamar mandi terbuka, Virgy pun melihat altha yang keluar malu malu dari kamar mandi sambil menunduk. Virgy terbelalak melihat altha yang menggunakan lingerie berwarna hitam yang begitu tipis dan menerawang, virgy dengan jelas bisa melihat lekuk tubuh indah sang istri, belum lagi dengan bra dan CD tipis yang begitu kecil.
Lea memang sengaja hanya memberikan lingerie di tas yang ia bawa, sehingga altha tak akan bisa mengganti dengan baju lain, jubah mandi pun telah Lea sembunyikan.
Lea, aku akan memberikan mu hadiah.
Virgy tersenyum sangat senang melihat kecantikan paras dan tubuh istri nya.
Altha yang sadar virgy menatap nya langsung berbalik badan.
"Jangan menatap ku seperti itu" Lirih altha
Virgy pun segera turun dari tempat tidur, mendekati altha dan menggendong nya ke tempat tidur.
"Kamu cantik sekali sayang" Saat ini virgy sudah tak bisa menahan godaan
"Ja-jangan bicara seperti itu aku malu sekali"
Baru selesai bicara, virgy langsung melahap lembut bibir altha, entah kenapa altha memberontak seakan menolak untuk di sentuh.
Namun virgy tetap fokus mencium altha.
"Hmm bentaarrr saayyannggg ahhhh" Desah altha saat virgy menyentuh tubuh nya lembut.
Altha pun melepaskan ciuman nya dan bergerak mendekati telinga virgy, mencium leher virgy dan berbisik lembut
"Sayang, aku menstruasi" Bisik altha
Ya, jeritan nya di kamar mandi bukan hanya karena ia terkejut melihat lingerie di tas nya, namun juga karena ia menstruasi di saat malam pertamanya dengan virgy.
Waktu saat ini sudah menunjukkan jam 00:00 Hadiah ulang tahun yang tak terlupakan ya gy?
**
Selamat menempuh hidup baru 🖤
teman teman jangan lupa vote aku yaa, vote nya menggunakan poin ko, kalian bisa dapat poin dari pusat misi.
Klik Vote
Dapatkan poin disini
__ADS_1
Nih yang dapat hadiah ulang tahun terindah dari istrinya