
Virgy menghampiri altha yang sedang duduk di bangku taman restoran tersebut, raut wajah yang tak pernah virgy liat sebelumnya, sebuah raut wajah sedih, entah mengapa hatinya ikut sakit melihat ekspresi Al.
"hey, ayo kita pulang"
Al menatap virgy, "aku belum berpamitan ke bunda sisi dan papa" jawabnya.
"tak apa apa mereka sudah mengijinkan, ayo pulang" virgy memegang tangan Al dan menuntun nya untuk masuk ke mobil nya, al hanya menurut.
Di dalam mobil Al tak berbicara sedikitpun, matanya menerawang jauh, kosong. Virgy melirik Al sesekali sambil menyetir.
Apa yang harus ku lakukan agar mood nya lebih baik? ah sial aku tak pandai berurusan dengan wanita
"gy.. " ucap nya lembut
deg
Untuk pertama kali nya virgy mendengar altha memanggil namanya dengan lembut
Akhirnya dia bersuara juga
"hmm? ada yang kau inginkan?"
"aku tak ingin pulang"
"baiklah, kau mau tidur di apartemen ku? masih ada beberapa pakaian mu disana"
Al hanya mengangguk pelan tanda setuju, dengan pandangan yang tak pernah berpaling dari luar jendela.
Jarak restoran dan apartemen virgy cukup jauh, belum lagi dengan kemacetan yang tak pernah bosan menghiasi kota bandung ini.
Sebuah alunan musik mengisi keheningan yang sedari tadi bersemayam di mobil virgy.
"gy.. " ucap Al lagi
"ya? ada yang kau inginkan lagi? katakanlah" kali ini virgy lah yang bersuara lembut
Tentu saja, itu cukup berhasil membuat hati Al berdetak dengan cepat.
"Tolong mampir lah di Al-mart, aku ingin beli ice cream"
__ADS_1
"baiklah"
Tak lama virgy pun menemukan al-mart dan menghentikan mobil nya disana.
"aku saja yang beli, kau ingin rasa apa? dan berapa?"
"coklat, beli lah yang banyak maaf merepotkan mu"
Virgy hanya mengangguk dan pergi membeli ice cream, Al masih terdiam air mata nya masih ia tahan agar tak keluar saat ini, rasa sesak mengingat papi nya sangat mampu merubah mood nya begitu cepat.
Sudah bertahun tahun tapi rasanya masih sakit, inikah rasanya ketika di sakiti oleh orang yang di sayang? sekedar mengingat sikap nya yang melukai saja mampu membuat rasa sakit di hatiku kembali hadir, bunda.. apa bunda selalu merasakan perasaan ini? sakit sekali bun
Virgy keluar dari al-mart dan berlari kecil menuju mobil nya, ia pun membeli ice cream dan cemilan lain nya, virgy tau al suka mengemil maka dari itu ia pun membelikan banyak cemilan dengan harapan bisa membantu mengembalikan mood nya walau sedikit, Virgy pun memberikan nya pada gadis cantik yang duduk di mobilnya itu.
"thanks gy"
Virgy hanya mengangguk dan menjalankan mobilnya lagi menuju apartemen nya.
Al sibuk memakan ice cream, meski raut wajah nya tetap tak berubah.
"kau mau?" celetuk nya, Al merasa tak enak asik makan ice cream sendiri.
"mau, tapi suapi" goda virgy
"baiklah, nih aaaa" ucap Al menyodorkan ice cream depan bibir virgy.
Sontak virgy kaget, Al yang sedang sedih ternyata akan menuruti nya. Sepertinya dia malas debat dengan virgy apalagi harus marah marah. Virgy pun membuka mulut nya dan memakan ice cream suapan Al tersebut. Baru kali ini virgy di suapi wanita selain bunda sisi, jangan tanya dia berdebar atau tidak.
Akhirnya mereka telah sampai di apartemen, Al pun menyudahi kegiatan suapan nya itu. Mereka masuk ke apartemen dan duduk di sofa besar.
"kau mau minum?" tanya Al
Perasaan ini apartemen ku, tapi kenapa seolah aku tamu di apartemen ku sendiri?
Virgy mengangguk, Al pun pergi ke dapur dan membawakan segelas air untuk nya, dan kembali duduk memakan ice cream nya lagi.
"kau suka sekali ice cream?" tanya virgy setelah selesai minum
Al hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"kalau tak suka kenapa kau makan ice cream banyak sekali?"
"karena aku sedang sedih"
Virgy mulai bingung. Karena virgy diam, Al tau bahwa virgy pasti merasa bingung.
"Aku makan ice cream ketika aku harus menahan marah dan tangis kesedihan" ucap nya sambil terus memakan ice cream
Jadi ini cara dia melampiaskan nya? dia tak mau memperlihatkan nya pada orang lain? dia akan menahan nya sampai tak ada satu orangpun di samping nya? bodoh sekali
"jangan kau tahan, kau bisa lampiaskan padaku, kau boleh memukul atau menampar ku, kau boleh menangis di hadapan ku" ucap virgy sambil mengelus lembut kepala Al.
Al seketika menghentikan aktifitas nya, dan menoleh menghadap virgy. Mata nya sudah merah menahan air mata sejak tadi.
Virgy terkejut melihat mata Al, dengan segera virgy memeluk Al, membenamkan kepala Al di dadanya.
"menangislah, jangan kau tahan lagi, tak apa apa" usap nya di kepala Al
Al tak kuat lagi, air mata nya seketika tumpah. Ia menangis, menjerit dan memeluk erat virgy, Virgy terus mengelus lembut kepala dan punggung Al.
"apa salah ku gy? kenapa papi meninggalkan kami? hiks hiks" isak al
"aku sudah berjanji akan jadi anak yang baik, aku tak akan nakal, tapi kenapa papi tetap meninggalkan kami? " tangan nya lagi. Virgy tak menjawab namun terus mengelus lembut altha
"apa aku tak pantas di sayangi gy?" tanya nya kemudian.
"hei jangan bicara sembarangan, kau sangat layak di sayangi, ingatlah ini, suatu saat papi mu akan kembali ia pasti akan menyesal telah meninggalkan mu dan bunda kisya" komentar nya kemudian.
Aku tak tau ia mengucapkan itu dengan sungguh sungguh atau hanya sekedar kebohongan agar aku tenang, tapi aku tetap senang mendengarnya terimakasih virgy
Tak lama kemudian, virgy tak lagi mendengar tangis altha, ia pun melihat wajah altha yang sudah tertidur, dengan segera ia menggendong Al dan menidurkan nya di kasur dan menyelimuti Al.
Virgy duduk di samping kasur, memperhatikan wajah cantik Al dengan hidung dan kelopak mata yang merah karena menangis. Tangan nya mengelus lembut rambut Al.
Kau sangat layak di sayangi Al, sangat layak.
Virgy beranjak dari kasur ia mengambil foto altha yang sedang tertidur kemudian mengambil selimut dan bantal di lemari penyimpanan, ia pun pergi ke sofa di ruang tamu dan tidur di sana.
Malam ini dia melihat sisi lain dari calon istrinya.
__ADS_1
Aku tak akan membiarkan ia memakan ice cream lagi.
**