
Pak dadang mengantar kan altha ke sebuah apartemen setelah bunda memberikan kode akses untuk memasuki kamar tersebut.
"Ini apartmen siapa pak?"
"Bapak kurang tau non"
"Baiklah, terimakasih pak hati hati di jalan" Altha pun segera masuk ke apartemen.
Kamar no 9? ini apartemen siapa sih? bunda di tanya malah tak menjawab pesan ku
Altha melihat sekeliling ruangan itu, kemudian tak lama handphone nya berdering
"Ya Le?"
"Kau dimana? chat ku tak kau baca dari pagi aku khawatir "
"Aku ada di apartemen, aku kirim lokasi nya padamu"
"Baiklah, oh ya aku sudah mengurus absen mu di kampus, jadi kau tenang saja"
"Thanks Le, kau memang bisa di andalkan"
Tak lama Lea pun sampai di apartemen mewah itu, dan menghampiri kamar altha.
"Nih cemilan" Ucap Lea seraya menyodorkan sekeresek besar penuh cemilan
"Thanks, kau memang sahabat yang pengertian" Puji nya dan langsung mengemil
"Jadi?"
"Hm? jadi apa maksud mu? "
"Jadi kau telah temukan pria yang mampu merobohkan benteng mu itu?"
Altha melempar snack pada Lea
"Sembarangan saja kau kalau bicara"
Lea terkekeh
"Lantas? ayolah al, aku kenal kau bukan sehari dua hari, baru kali ini aku lihat wajah kau yang tertawa riang dengan pria lain"
"Aku tertawa karna saat itu virgy meminjamkam aku uang untuk gula kapas"
"Alasan saja kau ini, kau tak tau kan? mantan gebetan gebetan mu dulu itu sering mengeluh dan meminta saran padaku untuk bisa membuat mu tertawa"
Al terdiam berfikir sejenak.
Lea benar, sejak kapan aku tertawa lepas bersama pria lain selain papi? hanya dengan si bodoh itu aku tertawa lepas lagi.
"Al, aku lihat wajah mu yang tertawa riang berlari menghampiri nya dengan membawa gula kapas kesukaan mu di artikel itu, Sungguh kau hanya akan begitu di hadapan ku dan bunda, kau benar benar jadi dirimu sendiri, seakan tak ada lagi benteng yang biasa kau perlihatkan untuk menjaga jarak dengan para pria" Sambung Lea
"Ya meskipun di mata mu begitu lantas apa yang berubah?"
__ADS_1
"Itu artinya benteng mu telah roboh "
"Cih, mana mungkin benteng ini roboh oleh lelaki menyebalkan macam dia"
"L**elaki macam dia** itu calon suami mu"
"Ah sudahlah, kita main game saja, aku pusing dengan berita ini, kau datang bukan nya menghiburku malah menambah pusing saja"
Lea tertawa dan mereka pun berbincang dan bermain game bersama.
**
Tring
Sebuah pesan masuk, tertulis nama bunda kisya disana.
"Sayang, kau tinggallah dulu di apartemen hingga keadaan aman, bunda usahakan sepekan ini sebelum kau ujian masalah ini mereda, nanti bunda kirimkan pakaian dan buku pelajaran mu ya, hati hati disana, bunda sayang padamu"
Berita ini terlalu menyita perhatian public, sehingga cukup waktu untuk membereskan nya, meski begitu diam diam papa Joan membantu tanpa sepengetahuan Bunda kisya
"Baiklah bun, terimakasih, maaf al merepotkan bunda" balas nya
*A*pa yang harus mu lakukan? aku bosan di sini sendirian, Lea sungguh menyebalkan! dia tak mau menemani ku disini.
Lea telah pamit pergi sore tadi, dan malam ini altha sendirian di apartemen.
Altha pun beranjak dari tempat tidur untuk mandi, setelah selesai mandi altha menggunakan jubah mandi dan duduk di ruang TV.
"Astaga, bosan sekali di semua chanel TV ada wajah ku dan virgy, aku saja bosan apalagi penonton yang lain? mereka benar benar kurang kerjaan" Omel nya
Panggilan perut yang meminta hak nya.
*Y*a ampun mau makan saja harus pesan, aku rindu masakan bunda
Altha pun memesan makanan, sambil tangan nya tak lepas memasukan cemilan ke mulut nya.
Selang berapa lama bel berbunyi.
Akhirnya makanan ku datang, lapar sekalii
Altha mendekat ke arah pintu dan ketika membuka pintu dia terkejut ketika seorang pria menyelonong masuk ke kamar nya.
"Apa yang kau lakukan disini?"
Ucapnya kemudian menutup pintu apartemen dan mendekat ke lelaki yang telah nyelonong masuk ke apartemen nya itu.
"Suka suka ku saja lah, ini apartemen ku"
hah?
"Bohong kau, kalau ini apartemen mu kenapa kau tak membuka pintu sendiri? "
"Aku hendak membuka pintu tapi ada pengantar makanan yang kau pesan, jadi aku ambil saja dan kau terlebih dulu membuka pintu nya" Jawab virgy seraya menyimpan makanan pesanan al.
__ADS_1
Apartemen ini memang punya Virgy, dia menyarankan bunda kisya untuk membiarkan al tinggal di apartemen nya, apartemen ini jarang dia tempati meskipun pelayan khusus datang untuk membersihkan setiap hari, virgy lebih sering tinggal di rumah, dan sesekali ke apartemen jika ia pulang lembur di perusahaan.
"Oh, tapi kenapa kau bawa barang banyak sekali? "
"Ini pakaian, peralatan make-up, buku mu dan masakan dari bunda kisya" Ujar nya dan duduk di sofa
"Bunda pengertian sekali, thanks ya udah antar"
"Hmm" gumam nya sambil ngemil snack al
"Di saat seperti ini kau malah mengemil banyak sekali" sambung nya
"Biarin, Aku suka sekali ngemil, baru juga calon sudah protes apalagi jadi suami" Gerutu nya
Virgy pun menatap ke arah Altha dan melihat al dari atas sampai bawah
"Apa kau lihat lihat?"
"Kau menggoda ku? "
"Apa mak--" Belum sempat dia melanjutkan ucapan nya, al sadar bahwa ia masih menggunakan jubah mandi yang pendek di atas lutut. Ia pun segera berlari ke kamar, Hingga tiba tiba
B**rukkk**
Al terjatuh, jubah mandi nya tersingkap hingga terlihat jelas paha mulus nya.
Virgy segera mendekat dan mencoba menolong Al.
"Kau ini ceroboh sekali" Ucap nya sambil menggendong Al seperti pengantin baru dan mendudukan Al di sofa, Al hanya meringis kesakitan melihat lutut nya yang berdarah
"Tunggulah aku bawa kotak obat dulu"
Virgy berlari dan membawakan kotak obat, dengan hati hati ia mengobati lutut calon istri nya itu.
G**lek*
Sabar*
Ya, saat ini virgy sedang bersabar melihat paha putih mulus wanita yang begitu dekat dengan nya untuk pertama kalinya, sedingin apapun virgy dia tetaplah lelaki normal kan?
Al fokus memperhatikan virgy, ia pun menitikan air mata, bukan karena luka perih yang ada di lutut nya, tapi tindakan virgy yang mengingatkan dia pada papi nya, papi nya yang selalu sigap jika Al terluka, selalu mengobati Al seperti virgy saat ini.
"Sudah" Ucap virgy lalu melihat ke arah Al
"Kau ini, lecet segini saja sudah menangis" Ledek nya
Al hanya terdiam.
Dasar virgy bodoh, aku menangis bukan karena luka ini tau, ah untuk apa juga aku menjelaskan padanya? aku tak mau dia mengasihani ku yang di tinggal pergi papi
Virgy masih berjongkok di lutut Al, dan menyeka air mata yang membasahi pipi Al.
"Sudah kau ganti baju sama, atau kau mau aku yang gantikan baju mu?" Senyum aneh yang belum pernah Al lihat muncul
__ADS_1
"Kau gila?" Al menatap tajam virgy dan mulai beranjak, virgy pun membantu memapah Al ke kamar nya, meski ingin menolak tapi Al tau dia memang sedang butuh bantuan. Virgy pun membantu memindahkan barang barang Al ke kamar nya.
Setelah ganti baju mereka makan bersama masakan bunda, dan lanjut menonton film sambil mengemil snack yang Lea bawa, sungguh mereka benar benar seperti simulasi pengantin baru.