Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Puncak Rasa Malu (1)


__ADS_3

Setelah menikmati sunset, mereka bergegas kembali ke vila. Selama perjalanan altha seperti orang yang sedang kebelet untuk buang air. Jalan nya begitu cepat meninggalkan ke empat orang di belakang nya.


"Haha kau lihat tingkah calon istri mu itu Gy" Tawa Indra meledak


"Benarkan apa kata ku? dia menggemaskan" Ujar nya


"Kalian ini, pokoknya kalian harus tetap pura pura tak tau kalau virgy mendengar penyataan cinta dari altha ya? aku tak tega melihat dia yang sangat malu" Ujar Lea mengingatkan meski ia pun ikut tertawa melihat kelakuan sahabatnya


"Siap bos" Indra dan jul menjawab serempak


Virgy dan Lea pun tersenyum.


Tibalah mereka di vila dan di sambut pelayan keluarga virgy.


"Tuan, semua kebutuhan untuk memanggang di halaman sudah mamang siapkan, jika tuan butuh bantuan mamang siap membantu"


"Terimakasih mang, tak perlu repot repot mang. Kita akan mengerjakan nya bersama, mamang beristirahatlah" Ujar virgy.


Mamang pun mengucapkan terimakasih dan bergegas pergi ke rumah nya.


Mereka akhirnya masuk ke kamar masing masing dan sepakat untuk Ber'barbeque jam 8 nanti.


**


Di Kamar Lea & Altha


Altha telah mandi dan bersiap untuk acara makan makan nanti, kini ia duduk di tempat tidur sambil menonton TV .


"Al, sudah kau bersikap biasa saja di depan mereka, kau hanya membuat Julian dan indra bingung dengan sikap mu" Nasehat Lea saat keluar dari kamar mandi.


"Kau tak tau rasanya jadi aku Le, aku juga ingin bersikap biasa saja, tapi tubuh dan otak ku ini rasanya tidak sinkron, di saat aku ingin bersikap normal tapi tubuh ku mengkhianati. Mereka malah mengalihkan pandangan bahkan bergerak cepat seakan tidak ingin melihat virgy" Jawab nya


"Haha jangan kau fitnah tubuh mu itu ya Al, kalau masih malu katakan saja" Tawa Lea


"Ya tentu saja aku malu, ini pertama kali nya aku menyukai seseorang, dan mengatakan nya padamu, tapi orang itu malah mendengarnya langsung aaahh aku sungguh malu sekali" Ujar nya sambil menutup wajah nya dengan bantal


"Hey Al, kalau ternyata virgy juga menyukai mu bagaimana?"


"Kau jangan gila, dia sama sekali tak menyukai ku. Dia terus terusan mengatai ku dan menjahili ku" Bantah Al


Lea pun hanya tertawa.


Dasar bodoh, jaman sekarang pria yang menyukai seorang wanita tidak hanya akan bersikap baik padanya, tapi juga akan senang menjahili wanita nya itu. Kau ini benar benar amatiran Al haha


**


Kamar Jul & Indra


"Jadi misi kita laksanakan nanti selesai makan malam?" Tanya indra


"Iya, tadi aku dapat chat dari Lea, pokonya jangan sampai gagal" Ujar Julian mengingatkan.


"Baiklah aku tak sabar haha eh ndra, lihat yang ku bawa" Indra memperlihatkan sebuah botol minum berwarna hitam


"Botol minum? kau ini benar benar seperti anak kecil saja ndra, air minum ada tuh di dapur, buat apa kau bawa air minum di botol seperti itu " Ujar Julian


"Ho Ho ini bukan botol minum biasa, cobalah" Indra pun memberikan botol minum tersebut pada Julian, Julian pun mengambil dan meminum nya.


"Ah sialan kau ndra, buat apa kau bawa sampanye? kalau virgy tau dia akan marah"


"Dikit saja jul, aku juga hanya membawa 2 botol saja untuk kita berdua, pokonya jangan sampai ketahuan virgy" Ujar indra mengingatkan.


"Wah gila makanya kau masukan sampanye di botol minum ini? ckck pokonya kita minum besok malam saja, di kamar dan jangan malam ini. Kau ini mentang mentang tak mudah mabuk seenaknya bawa minuman itu"


Indra hanya tertawa.


Tak lama kemudian virgy memanggil mereka untuk segera berkumpul di halaman. Lea dan altha pun sudah berkumpul disana.


**

__ADS_1


Saat mereka sedang asik memanggang, tiba tiba Lea menepuk pundak virgy yang baru saja tiba membawa minuman dari dapur.


"Sabar ya gy, dan harap maklum" Ucap nya kemudian pergi menghampiri Al yang sedang asik bergabung dengan jul dan indra


Maksudnya apa?


Virgy bingung dengan apa yang di sampaikan oleh Lea. Namun ia segera bergabung dengan yang lain nya


"Al tolong ambilkan piring" Ucap virgy pada Al yang memang posisi nya dekat dengan letak piring di meja.


Al tidak menjawab ucapan virgy.


Namum ia menghampiri Julian dan memberikan piring tersebut.


"Jul, ini piring untuk makanan yang sudah matang"


"Oke thans Al"


Altha pun mengangguk dan kembali ke tempat duduknya. Kembali asik dengan Lea menyiapkan minuman dan makanan lain nya sambil berbincang


Apa apaan dia? apa ucapan ku tak terdengar?


Setelah selesai memanggang. Mereka pun makan bersama, saling bercanda dan berbincang hal receh lain nya.


"Al pelan pelan makan nya, nanti kau tersedak" Ucap virgy mengingatkan.


Bukan nya menjawab atau mengubah cara makan nya, ia malah tetap makan dengan cara seperti itu.


Aku makan dengan cepat agar cepat selesai dasar lelaki menyebalkan.


Saat ini posisi duduk altha berhadapan dengan virgy. Maka dari itu altha ingin segera menghabiskan makanan nya.Tak lama kemudian mereka pun telah usai makan malam. Dan kini akhirnya virgy mengerti maksud ucapan Lea.


Virgy harus bersabar dengan tingkah altha yang seakan tak menggangap nya ada. Ia tak menatap virgy, tak menanggapi ucapan virgy seolah dia tak mendengar nya sama sekali


Ternyata sejak di kamar tadi altha bertekad akan menganggap virgy tak ada.


Meski begitu virgy tetap tersenyum, dia benar benar memaklumi tingkah altha yang masih malu itu.


Selesai makan mereka sepakat akan bermain game. Altha ijin ke kamar nya dulu untuk mengganti baju karena ia merasa bau asap, sekalian ia ingin ke kamar mandi dan di ikuti oleh Lea.


Indra sibuk menyiapkan peralatan untuk permainan mereka di ruang tamu sedangkan Julian sibuk mempersiapkan cemilan


"Gy, air minum habis, aku pergi beli dulu" Ucap Julian, karena tadi tanpa sengaja indra menyenggol dispenser hingga menumpahkan air di dalamnya.


"Tak usah, aku saja yang pergi beli sekalian aku beli cemilan tambahan" Ucap virgy, Julian pun setuju dan virgy segera pergi.


Tak lama Lea turun dari tangga sendirian, dan hendak keluar rumah.


"Kau mau kemana?" Tanya Julian


"Supermarket"


"Mau beli apa? biar aku saja yang beli, ini sudah malam tak baik perempuan keluar sendirian"


"Aku mau beli pembalut, kau mau belikan? haha"


"Ah tidak mau, ayo aku antar kau saja" Lea akhirnya pergi ke supermarket di antar Julian.


Indra yang sedari tadi sibuk pergi ke kamar nya.


Hehe mumpung tak ada mereka aku minum sampanye sebentar.


Baru saja ia mengambil botol, handphone nya berbunyi. Ia pun segera keluar dari kamar dan menuju halaman depan.


Altha turun dan melihat keadaan yang begitu sepi.


"Kemana mereka?" Altha segera beranjak dari tempatnya dan pergi ke dapur mencari sesuatu di dapur dan kulkas


"Haus sekali, tapi tak ada air, apa yang lain pergi beli air?" Altha segera ke depan dan melihat indra tengah sibuk berbicara di telepon. Indra yang tak sengaja melihat altha pun segera menutup telepon dengan tangan nya dan berbicara pada Al

__ADS_1


"Al, yang lain sedang keluar kau tunggu saja di dalam, nanti aku menyusul setelah selesai menelepon" Ucap indra, altha pun mengangguk dan kembali ke dalam


Syukurlah ada indra, ku fikir aku sendirian di rumah.


Altha berjalan menuju ruang tamu dimana mereka akan bermain game, altha yang melihat buah di meja pun segera memakan nya sambil menonton TV. Karena menonton acara yang lucu altha yang sedang mengunyah itu pun tersedak. Ia mencari minum dan melihat botol air di meja kecil dekat pintu. Ia pun segera mengambil botol dan meminum nya.


Ah sial minuman apa ini? aneh sekali rasanya


**


Lea dan Julian telah sampai di vila begitu pun dengan virgy, mereka datang bersamaan dan melihat indra di halaman


"Sedang apa kau ndra?" Tanya virgy yang sedang membawa air galon


"Aku baru selesai menelepon" Jawabnya


"Mana altha? dia di dalam sendirian?" Tanya Lea kemudian


"Iya dia ada di--" Belum sempat ia melanjutkan ucapan nya dia mengingat sesuatu yang penting yang ia tinggalkan meja


"Ah sial minuman ku!" Indra segera berlari ke dalam rumah namun ia segera mematung melihat pemandangan di hadapan nya


Si sialan ini, jangan jangan..


Julian yang mengerti maksud indra segera ikut berlari ke dalam di ikuti dengan Lea dan virgy.


Mereka semua terdiam melihat pemandangan itu, virgy yang baru masuk langsung menyimpan galon di lantai dan terkejut melihat gadis di depan matanya.


"Hei kau gila? kau simpan minuman itu disini? altha pasti meminumnya" Ujar Julian


"Aku lupa aku tak sengaja" Sambung indra


"Minuman apa?" Tanya virgy


"Hei jangan bilang kalian bawa sampanye?" Tanya Lea dengan wajah panik


Indra dan Julian mengangguk.


"Ah sialan! altha bisa kacau kalau dia minum itu!!" Lea panik, baru saja ia akan mendekati altha namun virgy lebih dulu berlari mendekati altha.


Altha sedang tertawa menari nari, dan mengatakan sesuatu yang tak jelas.


Melihat kedatangan virgy ia berlari dengan wajah riang.


"Al, kemarilah duduk disini" Ajak virgy begitu lembut, altha pun menuruti ucapan virgy dan mengikuti nya ke sofa dan Brugg


Altha menindih virgy dengan tubuh nya di sofa, kini virgy ada di bawah dan altha ada di atas.


Lea Julian dan indra sangat terkejut, namun virgy memberikan kode pada mereka untuk pergi meninggalkan virgy dan al berdua.


Lea jul dan indra menurut, namun mereka masuk ke kamar Julian untuk apalagi selain mengintip sepasang sejoli itu.


"Al.. " Ucap virgy saat tau ketiga orang itu sudah masuk kamar


"Diamlah sayang" Ucap altha dalam keadaan mabuk.


Altha membuka kaos nya dengan begitu eksotis, dan kini ia menggunakan tanktop dan celana pendek saja.


Ia pun menundukkan wajah nya ke wajah pria di depan nya sambil membelai wajah virgy dengan lembut.


Dari sini virgy bisa melihat gunung kembar altha yang begitu indah, ditambah wangi tubuh dan parfum altha.


Dan yang paling parah adalah posisi duduk altha yang bersentuhan dengan benda berharga nya.


Ini bahaya Al, jangan menguji ku, bisa bisa aku lepas kendali


Lea jul dan indra ikut tegang, kebodohan apa lagi yang akan di lakukan altha kali ini?


**

__ADS_1


__ADS_2