Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Tak Mungkin


__ADS_3

Virgy mencium lembut bibir bawah altha, altha yang terkejut hanya terdiam melihat wajah virgy yang begitu dekat dengan nya, bibir virgy masih asik menikmati bibir nya dengan mata terpejam.


Deg deg deg


Jantung al berdetak sangat cepat.


Ah tidak, bukan hanya jantung nya.


Ada detak suara selain dari dirinya, mereka sadari bahwa keduanya sama sama berdebar.


Ini adalah kali kedua bibir mereka bertemu, al merasakan hal yang aneh, ia merasa di dalam tubuh nya memanas, dan otak nya tak berfikir jernih.


Berapa detik kemudian ia merespon ciuman yang di berikan virgy dan mulai membalas ciuman lembut itu, virgy yang sedari tadi memejamkan mata menikmati bibir gadis cantik ini pun langsung membuka matanya saat menyadari altha membalas ciuman nya.


Altha yang terkejut ketika mata mereka bertemu dan saling menatap sambil bibir yang masih melekat itu langsung menghentikan ciuman nya dan menjauhkan tubuhnya dari virgy.


"Aku akan pulang sendiri" Altha segera mengambil tas nya dan keluar dari mobil virgy.


Ah sial kenapa aku harus membuka mata? pasti dia malu sekali.


Virgy merasa melakukan kesalahan, jika ia tak membuka mata pasti ciuman itu masih berlanjut.


Apa yang ku fikirkan? kenapa aku merasa menyesal?


Si bodoh itu masih bingung dengan apa yang di rasakan. Bukan bingung, mungkin lebih tepatnya adalah tidak ingin mengakui perasaan nya. Ia pun segera keluar dari mobil dan berencana mengejar altha. Tapi ia tak menemukan altha.


Kemana dia? kenapa menghilang cepat sekali?


Virgy kembali ke mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu.


**


Setelah keluar dari mobil virgy, altha segera masuk ke toko di sebelah tempat fitnes. Entahlah apa yang dia fikirkan, dia hanya ingin masuk ke toilet karena khawatir virgy akan mengejarnya.


Setelah merasa cukup lama di kamar mandi, ia pun memesan taxi online dan pergi ke rumah nya.


**


Rumah Altha


"Non kenapa naik taxi? kenapa tak minta pak dadang untuk jemput?" Tanya pak dadang yang saat itu sedang mengobrol di pos satpam bersama satpam rumah altha begitu melihat nona muda nya turun dari taxi di gerbang pintu masuk rumah nya


"Tak apa apa pak, aku ke kamar dulu ya" Pamit altha, begitu memasuki rumah ia pun segera berlari ke kamar nya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Aaaggghhhhh kau gila! kau gila gila gilaaaa!!!!" Teriaknya sambil mengacak acak rambut nya sendiri.


Ia pun bangun dan duduk di tempat tidur, mengambil boneka panda virgy yang ada di tempat tidurnya dan mendudukan boneka itu di hadapan nya.


"Hei apa kau gila? kenapa kau mencium ku? kau fikir kau siapa?" Tanya nya sambil menunjuk nunjuk jari telunjuk nya ke boneka panda itu.


Ah ia aku lupa dia calon suami ku.

__ADS_1


"Dan kau!!" Altha mengambil dan mendudukkan boneka kucing yang ia dapatkan di pasar malam di hadapan nya bersebelahan dengan boneka panda.


"Kenapa kau merespon ciuman nya hah?? apa kau tak punya malu??!! jawab kauuu!! " Teriak nya sambil mengguncang gucangkan tubuh boneka kucing itu.


Altha menggila pagi ini. Dan dia terus mengutuk dirinya sendiri, untuk menatap dirinya di cermin pun ia tak sanggup saking malu nya.


**


Bi Inah yang sedari tadi di balik pintu kamar altha pun segera turun sambil tertawa pelan, Bi inah adalah pelayan dan juru masak di rumah altha jika bunda kisya sedang tak di rumah, beliau pun sudah mengasuh altha sejak kecil. Melihat nona mudanya yang berlari sejak turun dari taksi membuat nya khawatir dan berniat menanyakan keadaan nya. Namun baru mau mengetuk pintu, bi inah terkejut dengan teriakan nona muda nya itu, membuat ia mengerti mengapa altha berlari seperti itu.


Bi inah segera menelepon nyonya dan melaporkan kejadian itu, bunda kisya tertawa dan sangat senang. Akhirnya anak tunggalnya akan kembali seperti dulu, bunda yakin setelah menikah benih cinta antara virgy dan altha akan semakin kuat.


**


Virgy melajukan mobil nya menuju apartemen Julian.


"Kenapa kau?" Tanya Indra ketika melihat kedatangan virgy di apartemen Julian yang langsung merebahkan tubuhnya di sofa sambil menutup wajah nya.


Indra memang terkadang menginap di apartemen Julian, terkadang mereka membicarakan bisnis, maupun membereskan pekerjaan mereka karena mereka tak cuti seperti bos nya itu.


"Pasti ini karena altha kan?" Tebak Julian


Virgy pun duduk dan menatap kedua sahabat nya bergantian.


Virgy berniat menceritakan kejadian yang menimpa nya pagi ini bersama altha di mobil, namun segera ia urungkan karena ia tak mau menjadi bahan tertawaan kedua sahabat nya ini.


Kalau aku cerita mereka pasti akan menertawakan dan mengejek ku, membayangkan nya saja membuat ku kesal.


"Mau main quiz gy?" Tanya nya


Cih mereka kira aku tak tau mereka mau memancing ku?


Dengan segera virgy menggelengkan kepala nya.


"Mana berani dia ndra, kalau kalah pasti dia malu haha dia pasti takut kalah" Ejek Julian


"Benar juga kau jul, mana berani anak ini main quiz denganku, dia takut rahasia nya terbongkar hahaha" Ledek indra


Percayalah, meskipun terlihat kekanak-kanakan biasanya trik ini manjur untuk di gunakan pada virgy.


"Sialan, siapa yang takut? ayo quiz!" Tantang virgy.


Benarkan? meski tau ini jebakan dia sungguh tak suka ditantang dan di ejek, apalagi oleh kedua makhluk di depan nya ini.


"Haha oke, kau cuma perlu mengangguk jika kau merasa jawaban nya sesuai dengan kondisi mu saat ini, dan menggeleng jika tidak sesuai dengan kondisi mu. Jangan banyak berfikir dan jawab dengan cepat" Jelas Indra


Virgy pun mengganguk tanda mengerti. Dan quiz pun di mulai


"Apa kau sering memikirkan nya sebelum tidur?" Tanya nya, meskipun indra tak menyebutkan nama, mereka bertiga sudah tau siapa orang yang di maksud.


Virgy mengangguk cepat.

__ADS_1


"Apa kau senang saat dia senang dan sedih saat dia sedih?"


Virgy mengangguk


"Apa kau selalu mencari alasan agar bisa bertemu dengan nya?"


Virgy mengangguk lagi


"Apa kau selalu terpesona melihat nya sampai sampai kau tak berselera melihat wanita lain?"


Untuk kesekian kali nya virgy mengangguk lagi


"Apa kau merasa tak suka jika lelaki lain mendekati nya atau menggodanya ?"


Dengan sangat cepat ia mengangguk, bahkan dia mengangguk lebih dari 1 kali.


"Apa kau ingin selalu menjaga nya? tak ingin dia terluka atau apapun yang bisa menyakiti nya?"


Virgy tak bosan menganggguk


"Oke pertanyaan terakhir , Apa kau merasa ingin selalu bersamanya? melihat nya? bahkan menyentuhnya?"


Virgy pun mengangguk, namun dengan cepat ia menggelengkan kepala nya.


Brengsek aku masuk perangkap.


"Hahaahah mati kau virgy, makan itu cinta hahaha" Ucap Julian puas


Sebuah pemandangan dimana virgy merasa hina tiba, dia merasa sangat jengkel melihat kedua sahabat nya begitu senang tertawa terbahak bahak dan mengejek dirinya.


Kalau aku tak kenal mereka, pasti sudah aku pecat dari perusahaan.


Virgy hanya bisa menunduk, untuk pertama kali nya ia merasa malu di hadapan kedua orang ini.


"Selamat Ndra, keinginan kau terkabul hari ini" Ucap Julian sambil menyalami sahabat nya itu, indra pun menyambut nya dengan senang hati


"Keinginan apa?" Tanya virgy kemudian


"Keinginan ku untuk menertawakan dan mengejek anak tunggal Addison, Virgy Addison hahaha" Meledak lah lagi tawa kedua orang itu.


Memang benar, dari jaman sekolah virgy terlalu sempurna tanpa cacat. Hingga tak ada satu pun yang bisa mereka tertawakan apalagi mengejek, bahkan bahan untuk mengejek virgy saja tak ada.


Kekurangan nya hanyalah ia bodoh dalam masalah percintaan, kini Julian dan indra bisa menyaksikan kebodohan sahabat nya itu, dan tentu saja tawa dan ejekan yang mereka tahan bertahun tahun akhrinya bisa mereka lontarkan hari ini.


Virgy pun mengambil bantal kursi dan melemparkan pada wajah indra dan Julian.


Mereka pun hanya tertawa.


Aku jatuh cinta? dengan gadis bodoh itu? ini tak mungkin.


Seberapa keras pun virgy menyangkal, bukankah bukti sudah terlalu banyak?

__ADS_1


**


__ADS_2