Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Altha Menggila


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan mereka ke vila, Lea bergabung di mobil Julian bersama indra, dan Al bersama virgy.


Mereka berangkat pagi sekali, dan berkumpul di rumah Altha untuk berangkat bersama. Mereka membawa banyak makanan masakan bunda kisya dan bunda sisi untuk di makan setelah mereka sampai vila dan tak lupa cemilan untuk di perjalanan turut serta untuk menemani mereka, bahan makanan lain nya sudah di beli pelayan vila disana.


"Kenapa kau diam saja sayang?" Tanya virgy memecah keheningan


"Bisakah tak usah memanggil ku dengan sebutan itu?" Altha berdecak kesal, ia tau virgy memanggil nya seperti itu hanya untuk membuat nya malu.


"Kenapa kau marah sayang? aku tak protes saat kau memanggil ku seperti itu di hadapan danya, kenapa kau boleh tapi aku tak boleh sayang?" Ucap virgy, percayalah virgy mengatakan nya dengan mimik wajah yang sangat menyebalkan.


"Aku tau kau akan seperti ini, nanti saat pulang aku bergabung dengan Lea saja. Biar kau sendirian di mobil ini" Ucap nya kemudian


"Kenapa kau begitu sayang? nanti aku kesepian sayang" Tawa virgy yang terus mengulang kata sayang


"Kau sungguh menyebalkan! berhentilah menganggu ku!" Altha segera mengambil headset dan memutar lagu dengan volume yang keras dan memejamkan matanya.


Aku ingin cepat sampai!


Virgy tertawa melihat tingkah Al yang begitu menggemaskan di matanya.


Dia benar benar menggemaskan, menjahili nya sungguh menyenangkan haha


**


2 jam berlalu dan mereka sudah sampai di vila milik keluarga Addison, kedatangan mereka pun di sambut hangat oleh pelayan.


Mereka di bantu pelayan memindahkan barang bawaan ke kamar yang tersedia, Altha sekamar dengan Lea, Julian 1 kamar dengan indra dan virgy tidur sendirian.


Setelah memindahkan barang mereka makan masakan bunda kisya dan bunda sisi.


"Ayo kita ke pantai" Ajak Julian


"Ayoo" Seru yang lainnya.


"Kita ganti baju dulu ya, kalian tunggu bentar" Ucap Lea dan ia pun pergi bersama altha untuk mengganti pakaian mereka.


Sedangkan para pria sudah memakai kemeja dan celana pendek khas anak pantai.


"Wah apa mereka akan menggunakan bikini?" Tanya Indra, ia pun tertawa bersama Julian. Tak sabar untuk melihat permandangan kedua wanita cantik itu.


Namun tidak dengan virgy. Ia sungguh penasaran namun di lubuk hatinya ia tak mau kedua sahabat nya ini melihat tubuh molek sang calon istri.


Awas saja kalau dia memakai bikini, aku akan mengganti baju nya!


"Mereka tak dandan dulu kan? Apa mereka sedang merapihkan alis mereka?" Tanya indra yang merasa kedua wanita itu tak kunjung datang.


"Apakah kita bisa S3 dulu sambil menunggu mereka selesai?" Saut Julian kemudian, mereka pun kembali tertawa


Tak lama kemudian Lea dan altha turun.


Lea memakai bikini, namun melilitkan sebuah kain sepanjang lutut di pinggang nya.


Julian dan Indra berdebar melihat Lea.


Namun tidak dengan virgy, ia sangat terkesima dan berdebar melihat altha, meski tak memakai bikini ia memakai semacam dress dengan belahan yang sangat tinggi dari atas paha nya. Sehingga jika ia berjalan maka paha mulus nya akan terekspos.


Sial dia semakin menggemaskan saja, tapi tak apalah daripada dia memakai bikini


Sebenarnya Julian dan indra pun terkesima melihat altha, namun mereka tak ada keberanian lebih untuk menatap altha lebih dari 5 detik. Mereka takut singa di samping mereka akan mengamuk karena cemburu.


Mereka pun segera berjalan ke pantai, karena jarak vila dan pantai cukup dekat.


Mereka telah tiba dan nongkrong di pinggir pantai yang sudah tersedia kursi dan payung serta sofa angin. Mereka memesan makanan dan minuman, berfoto dan bercanda ria.


Banyak mata yang memperhatikan mereka, kehadiran mereka cukup menyita perhatian. Tentu saja karena ketiga pria ini sangat tampan dan kedua wanita ini sangat cantik.

__ADS_1


Namun tentu yang menjadi pusat perhatian adalah virgy dan altha.



(Ini altha saat di pantai)


"Lea ayo kita kesana" Ajak altha, Lea pun mengangguk. Mereka berlari ke arah pantai dan bermain air disana.


"Permandangan yang indah ya gy?" Tanya indra sambil melihat Lea dan altha bermain air seperti anak kecil.


Viry pun tersenyum, hatinya begitu senang melihat tawa altha.


Kau senang Al? aku akan sering mengajak mu ke pantai.


"Aku akui kalian benar" Ucap virgy akhirnya.


Indra dan Julian pun tertawa, "Benar yang mana dulu? benar bahwa permandangan gadis itu begitu indah atau benar kalau kau sudah jatuh cinta pada altha?" Tanya indra sambil terkekeh


"Keduanya" Gumam virgy kemudian


"Hahaha akhirnya kau mengakui perasaan mu itu gy" Tawa Julian


"Cih kenapa kalian bisa lebih awal menyadari nya daripada aku sendiri?" Heran nya


"Karna kau amatiran soal percintaan gy, berguru lah pada kami, dan jangan malu bertanya jika ada yang ingin kau lakukan untuk menyenangkan hati Al, dengan senang hati aku menerima mu sebagai murid ku" Ucap Indra sambil menepuk nepuk pundak virgy, entah mengapa indra dan julian merasa senang karena baru kali ini mereka lebih unggul dari virgy.


Virgy pun menggelengkan kepala nya, ia tak lagi membantah karena yang indra ucapkan adalah kebenaran.


Altha dan Lea sudah selesai bermain air, rambut dan baju altha sudah basah, ia pun mengikat rambut nya dan mulai bermain membuat istana dari pasir dengan lea. Ia lupa di sebrang sana ada virgy yang terpesona saat altha mengikat rambut nya, namun juga merasa kesal karna altha melakukan itu di depan umum.


Sepertinya dia minta di hukum lagi


Seringai virgy.


"Bagaimana perasaan mu al? Sebentar lagi kau akan menikah" Tanya lea


"Jadi kau sudah mengakui bahwa kau menyukai virgy?" Celetuk lea


Dengan segera altha melempar pasir ke arah lea. Lea pun tertawa dan balik melempar pasir ke arah al.


"Akui saja, kalau kau tak menyukai nya kau pasti akan merasa terbebani dengan pernikahan ini walau hanya sedikit, karena aku tau kau Terima perjodohan ini demi bunda, tapi lihatlah sekarang? kau sangat enjoy, happy. Kau tampak lebih ceria al, kau bahkan tak sabar ingin mengenakan gaun pengantin mu itu, dan perasaan itu hadir karena kau menyukai virgy" Jelas lea


Altha terdiam, namun lea bisa melihat jelas pipi al merona.


"Aku memang tak bisa menyembunyikan apapun dari mu Le, aku senang bersama dengan nya ya meskipun terkadang ia menyebalkan, dan terkadang ada rasa ingin bertemu jika berapa hari aku tak melihat wajah nya" Akhirnya altha mengakui, ia pun menunduk karna malu karena untuk pertama kalinya ia jatuh cinta


"Eh virgy?" Ucap lea tiba tiba


Deg deg deg


Lea sialan, dia sengaja memancing ku karena ada virgy di belakang ku? ah sial sial kenapa beberapa hari ini aku selalu mempermalukan diriku sendiri? apa aku lari saja sekarang?


Saat ini Lea dan altha duduk berhadapan, namun posisi altha membelakangi ketiga lelaki itu, jadi dia tak bisa melihat jika virgy mendekat, namun Lea bisa melihat nya karena posisi duduk nya menghadap tempat duduk ketiga pria itu.


Dengan segera altha berdiri dan berbalik.


Deg


Altha segera duduk kembali dan melempar pasir pada Lea.


"Leaaaaa!! kau sungguh menyebalkan, kau membohongi ku! aku sungguh ketakutan" Seru altha geram karena saat dirinya berbalik ternyata tak ada virgy di belakang nya, virgy masih asik berbincang dengan jul dan indra.


"haha maafkan aku" Timpal lea.


Altha dan Lea masih asik saling lempar pasir, meski raut wajah altha masih terlihat kesal.

__ADS_1


Kenapa mereka? dan kenapa wajah si bodoh itu? tampaknya ia kesal


Virgy menatap heran dengan tingkah kedua wanita itu.


"Haha sudah sudah ampuni aku" Ucap Lea kemudian


"Bercanda mu sungguh tak lucu le! jantung ku rasanya mau copot" Protes al


"Kau setakut itu kalau virgy tau?"


"Iya!" Serunya


"Kenapa kau takut virgy tau bahwa kau menyukai nya?" Tanya Lea dengan suara yang sedikit keras.


Altha pun segera membungkam mulut Lea.


"Hei pelankan suara mu! aku tak mau lelaki menyebalkan itu dengar, pokoknya aku tak mau dia tau aku menyukainya, Ah membayangkan wajahnya saat meledek ku saja membuat ku kesal, lagian aku tak tau dia menyukai ku atau tidak. Tapi di lihat dari sikap nya yang menyebalkan dia pasti tidak menyukai ku, kalau dia menyukai ku harus nya dia tidak terus terusan menjahili ku kan? Pokonya awas saja kalau kau memberitahu nya, aku akan membunuh mu"


Ancam altha sambil melotot, namun yang melihat wajah nya pasti setuju bahwa ekspresi altha sungguh menggemaskan saat ini.


"Jadi bagaimana perasaan mu? kau pasti senang ya mendengar pengakuan cinta dari gadis secantik altha" Ucap Lea sambil tertawa dan menatap ke atas kepala altha


"Hei kau anggap aku bodoh dan akan terperangkap oleh jebakan mu lagi hah? Lelaki bodoh itu tak ada di belakang ku, sudah jangan mengerjai ku terus" Ucap altha santai sambil kembali menata istana pasir yang tadi sudah rusak karena ia dan Lea gunakan untuk saling lempar.


"Tega sekali, habis bilang suka tapi kemudian mengatai ku bodoh" Ucap pria dengan suara yang khas sambil mengacak acak pucuk kepala altha.


Deg Deg Deg


Jantung nya kembali berdegup kencang, kali ini bukan kebohongan. Altha tau siapa pemilik suara ini.


Altha tak ada keberanian untuk menoleh, ia segera beranjak berdiri dan pergi berlari sangat kencang meninggalkan tempat itu.


Hahaha apa dia atlet lari? kencang sekali lari nya.


Tawa virgy begitu puas.


Virgy berlari mendekat ke arah Lea dan altha semenjak ia melihat keduanya telah usai saling lempar pasir, ia berniat mengajak kedua wanita itu untuk pulang.


Namun saat hendak menyapa ia malah mendengar pertanyaan Lea pada al. Tentu saja Lea sengaja bertanya kembali karena melihat keberadaan virgy di belakang tubuh al.


Lea dan virgy, mereka saling kerjasama mengerjai altha meski tanpa persiapan apalagi direncanakan, lagi dan untuk kesekian kali altha selalu menjadi korban kejailan mereka.


Altha pun berlari sangat kencang, apa beginilah cara berlari dari kenyataan?


Ia berlari hingga sampai di tempat yang cukup sepi, entah sejauh apa dia berlari, ia melihat bebatuan yang begitu banyak dan tumpukkan pasir yang cukup tinggi.


*A*h asanya aku ingin membenturkan kepala ku pada batu, tidak tidak aku tak boleh bertingkah lebih bodoh lagi, kasian bunda


Ia pun menaiki pasir itu dan berteriak sekencang kencang nya, mengumpat dirinya, mengumpat Lea yang mengerjai nya, dan mengumpat virgy yang telah mengetahui perasaan nya.


Lea yang sejak tadi mengejar altha pun hanya tertawa melihat kegilaan altha.


Ia memotret altha dan mengirimkan foto al pada virgy.


"Calon istri mu sedang menggila" Begitulah isi pesan nya.





Mari kita doakan bersama semoga altha tidak gila sungguhan.


**

__ADS_1


Maaf ya aku belum bisa kasih visual virgy, karena aku belum menemukan wajah yang tepat sesuai karakter nya.


Jangan lupa like dan komen yaa 🖤


__ADS_2