Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Masih Ada Yang Lain


__ADS_3

Jangan lupa vote aku yaa..


kalau kalian vote aku, serius deh aku janji bakal update sehari 2x hehe


**


Kamar Pengantin Yang Gagal Malam Pertama


"Sayang aku menstruasi"


Sebuah kalimat singkat yeng begitu menyeramkan terdengar oleh virgy, seperti mendengar petir di siang bolong.


Virgy segera duduk di kasur berhadapan dengan altha.


"Jangan bercanda al"


"Kau pikir aku akan bercanda di hari ulang tahun mu?"


Dia tau aku ulang tahun?


"Sejak kapan? " Tanya virgy dengan lesu, altha mencoba menahan tawa nya, suami yang ia jumpai pertama kali yang memberi kesan lelaki dingin dan bermulut pedas melebihi pedas nya boncabe itu berubah seketika, ekspresi nya saat ini seperti orang yang sudah berpuasa 2 hari tanpa makan, lesu sekali.


"Baru tadi saat aku buka gaun ku, aku sungguh tak tau akan menstruasi secepat ini, harus nya tanggal 5 yangg" Jelas altha pelan, dia merasa kasihan juga pada suaminya ini.


"Ya sudah" virgy pun mencoba ikhlas dan pasrah atas ujian yang Tuhan beri di awal pernikahan nya ini.


"Tapi yangg"


"Hmm"


"Bisa pinjam handphone mu? aku mau minta tolong Lea untuk menyuruh Bibi belikan aku pembalut" Memang saat ini ada pelayan rumah altha yang juga hadir di pernikahan nona muda nya ini


Virgy pun memberikan handphone nya, dan menelepon Lea.


"Halo gy"


"Ini aku"


"Apaan sih ini pengantin jam segini nelepon? mau pamer lagi enak enak?" Celetuk Lea


"Jangan gila, tolong sampaikan ke bibi belikan aku pembalut, HP ku mati"


"Hahahahahahah" Saking keras nya tawa Lea, altha menjauhkan handphone itu dari telinga nya


"Ya ampun Le bisa bisa gendang telinga ku pecah"


"Kasian amat sih virgy harus puasa haha yah kado nya ketunda deh"


"Ah aku jadi ingat, kau sungguh menyebalkan, kenapa kau beri aku pakaian tak senonoh seperti ini? "


"Ya tak apa apa lah al, yang liat kan suami"


"Sudahlah, bicara dengan mu membuat ku emosi saja, tolong cepat sampaikan pesan ku pada bibi, bye!" Altha pun segera menutup telepon nya


Sebelum memberikan handphone itu pada pemiliknya, lagi lagi ia melihat wallpaper seorang wanita.


Ah iya aku sampai lupa dengan wallpaper ini, kalau udah sah tak apa apa kan aku tanyakan siapa wanita ini?


Virgy yang sedari tadi sedang menahan nafsu melihat tubuh istrinya itu dikagetkan dengan pertanyaan al


"Aku mau tanya, tapi kau harus jawab jujur, kalau kau berbohong aku doakan besok pagi kau bisulan" Kutuk altha


"Iya sayang" Jawab virgy sambil terkekeh dengan kutukan yang altha berikan


"Siapa wanita ini? kekasih mu?" Tanya altha sambil memperlihatkan wallpaper itu


"Iya dia kekasih ku"


Hati altha terasa di remas, seperti seseorang yang sedang meremas pakaian sebelum di jemur. Sakit.


"Kau masih mencintai nya? Kalau tidak tak mungkin kan kau masih memasang fotonya?"


"Masih, dan akan terus begitu" Ucap virgy


"Kenapa kau baru bilang padaku sekarang? kau bilang aku yang pertama! baru menikah saja kau sudah berbohong padaku"

__ADS_1


"Aku tak berbohong padamu sayang"


"Sayang sayang, berisik kau" Ucap altha mulai emosi


Dasar lelaki semua sama saja! harus nya aku tak percaya dengan lelaki menyebalkan ini


"Tenang sayang" Ucap virgy menenangkan seraya mengelus lembut pundak istrinya, namun segera altha tepis


"Siapa dia? apa aku mengenalnya?"


"Iya kau mengenalnya"


Hati altha semakin hancur, siapa wanita yang sampai detik ini masih di cintai oleh suaminya itu.


"Siapa dia? apa dia juga model sepertiku?"


Virgy mengangguk kembali.


"Ya siapa dia? apa dia ola?"


Virgy menatap altha, lalu menggelengkan kepalanya


"Kenapa menyangka itu dia?"


"Ya karena dia orang yang aku akui sebagai pesaing di dunia model, dia cukup cantik dan cukup profesional"


"Tapi ini bukan dia, wanita ini lebih cantik dari ola"


"Sudah cepat katakan saja dia siapa?" Tanya altha lirih, emosi nya sudah berganti dengan rasa kecewa, kesedihan begitu tersirat jelas


"Dirimu"


"Apa?"


"Wanita itu dirimu sayang"


Altha terdiam.


Cih, dia hanya ingin menenangkan diriku kan? mudah sekali dia bicara seenaknya begitu.


Itu aku?


Iya, di foto itu ada altha yang sedang berdiri menatap keindahan danau tempat ia dan virgy pergi dulu, sebuah foto berwarna, virgy sengaja mengedit nya menjadi hitam seperti siluet agar orang lain tak tau siapa wanita yang dijadikan wallpaper handphone nya itu.


"Aku menyukaimu lebih dulu Nyonya Addison"


Altha langsung bersemu merah, iya foto itu sudah lama menjadi wallpaper handphone virgy, jauh sebelum altha menyukai nya.


"Maafkan aku, aku sudah memarahi mu, membentak mu" Ucap altha lirih


"Tak apa, kau hanya sedang cemburu sayang"


Virgy mengelus lembut pipi sang istri. Altha pun segera memeluk tubuh suaminya itu, mendekap erat seakan tak ingin terlepas.


"Sayang, aku menagih janji mu sekarang"


"Janji yang mana?"


"Kau ini masa lupa? janji dipasar malam saat kau meminta uang padaku"


"Aku meminjam uang bukan meminta uang"


"Meminjam tapi tak di kembalikan" Ledek virgy


"Akan aku bayar 10x lipat"


"Tak mau, aku tak mau di bayar pakai uang"


"Lantas mau di bayar pakai apa?"


"Ini" virgy mengelus lembut gunung kembar altha


"Kau ini mesum sekaliii" Ujar altha sambil mencoba melepaskan tangan virgy yang sudah asik bermain disana.


"Kan udah sah yangg"

__ADS_1


"Sudah katakan saja tentang janji itu" Ujar altha mencoba mengalihkan perhatian virgy


"Berjanjilah padaku, kau akan mendampingi ku saat suka maupun duka. Tetap percaya padaku, bersabarlah dengan sikap ku. Jika suatu saat nanti aku salah, bersabar dan terus lah bimbing aku, sadarkan aku bahwa kau adalah tempat ku pulang" Ucap virgy dengan tatapan penuh cinta


Altha pun tersenyum dan mengangguk, mereka pun berpelukan mesra, namun kemesraan itu terhenti saat suara bel berbunyi


"Itu pasti bibi yangg"


"Baiklah aku buka dulu" Virgy pun beranjak dan membuka pintu kamar.


"Hahahahahahahahah"


Sialan, sial sekali aku malam ini


"Aku dengar dari Lea kalau altha menstruasi, jadi dengan antusias aku antar Lea dan bibi membeli pembalut dan kita kesini bersama sama untuk menghibur mu" Ujar indra dengan tawa yang masih ia pertahankan sejak pertama kali virgy membuka pintu


"Bukan nya terhibur aku malah makin terpuruk dengan kehadiran mu" Ujar virgy berdecak kesal


"Apa kalian tidak tidur hah? jam segini bukan nya tidur malah ke kamar ku" Sambung nya lagi


"Kita sudah tertidur, tapi pesan Lea di group chat langsung membuat aku dan indra tak lagi mengantuk haha" Jawab Julian kemudian


Cih, mereka bahkan punya group chat bertiga, niat sekali mereka mengerjai ku dan altha.


"Maaf gy" Ujar Lea sambil membentuk kedua jarinya dengan simbol peace, lalu memberikan 1 bungkus besar pembalut bersayap pada virgy.


"Mana altha? aku ingin lihat ekspresinya" Ujar indra yang hendak masuk kamar


"JANGAAAN" Teriak virgy dan Lea bersamaan


"Kenapa?" Tanya Julian


"Kalian tak akan bisa tidur nyenyak kalau melihat istriku sekarang" Ujar virgy sambil merentangkan kedua tangan nya di pintu masuk


Indra dan Julian pun mengerti, mereka lupa kalau Lea memang sudah menyiapkan lingerie untuk altha malam ini


"Haha maaf gy, ya sudah kami pamit dulu, kami sudah puas melihat wajah mu yang frustasi itu" Ledek indra


Sialan, aku harus bilang pada papa untuk memindahkan mereka berdua dari perusahaan agar jauh jauh dariku. Kalau bisa ke anak perusahaan papa yang ada di pelosok kota


Setelah puas menertawakan virgy, mereka pun berpamitan, "Selamat menikmati kado ulang tahun yang tertunda ya gy" Ledek Lea, mereka pun akhirnya pergi sambil terus tertawa.


Dasar gila


Virgy langsung segera menutup pintu dan menghampiri altha yang sedang memakan apel dengan posisi rebahan di kasur, matanya tertuju pada berita pernikahan dirinya di TV meskipun hanya tampilan luar hotel, karena media sama sekali belum mendapatkan foto altha dan virgy, hanya foto dan video mobil para tamu yang berdatangan ke hotel Addison.


Ah bisa gila aku.


Posisi altha sangat menggoda, benar benar menguji kesabaran virgy.


"Ini pembalut mu yangg"


"Ko lama?"


"Iya yang datang trio rusuh yang menyebalkan"


"Haha sabar sayang", Altha segera beranjak mengambil pembalut, dan masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai ia kembali ke tempat tidur, sepertinya altha sudah tak malu menggunakan lingerie di depan virgy.


"Ayo tidur"


"Ko tidur sih yangg"


"Ya emang mau ngapain? kan aku lagi menstruasi"


"Kan masih bisa yang lain yangg" Ucap virgy tersenyum nakal sambil menatap gunung kembar yang kini jadi favorit nya.


Ah mati aku


**


Jangan lupa vote akuuuu!


aku maksa loh ini serius.

__ADS_1


__ADS_2